Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Kemenhut Siapkan Wisata Alam Zero Waste dan Zero Accident Sambut Libur Idul Fitri 1447 H

Atalya Puspa    
19/3/2026 10:07
Kemenhut Siapkan Wisata Alam Zero Waste dan Zero Accident Sambut Libur Idul Fitri 1447 H
Ilustrasi--Wisatawan menikmati suasana panorama bukit Selong di Sembalun, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, NTB, Selasa (1/7/2025).( ANTARA/Ahmad Subaidi)

KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) mematangkan kesiapan layanan wisata alam di taman nasional dan taman wisata alam (TWA) menjelang libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. 

Tahun ini, pemerintah menitikberatkan pada dua prinsip utama: bebas sampah (zero waste) dan nihil kecelakaan (zero accident).

Melalui Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Kemenhut memastikan seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) di daerah telah melakukan persiapan menyeluruh. 

Langkah ini diambil guna menjamin keamanan, kenyamanan, serta keberlanjutan ekosistem di kawasan konservasi selama periode libur panjang.

Penguatan Pengamanan dan Layanan Digital

Saat ini, Indonesia memiliki 57 taman nasional dan 145 taman wisata alam dengan total 580 pintu masuk. Direktur Jenderal KSDAE, Satyawan Pudyatmoko, menyatakan bahwa pihaknya telah menginstruksikan peningkatan patroli rutin dan penguatan pengawasan lapangan sesuai arahan Menteri dan Wakil Menteri Kehutanan.

Satyawan menjelaskan bahwa terdapat enam aspek utama dalam persiapan tahun ini, mulai dari pengaturan daya tampung kawasan hingga digitalisasi layanan.

“Persiapan kami mengacu pada enam aspek utama, mulai dari pengaturan daya dukung dan daya tampung hingga penerapan pembayaran nontunai. Kami ingin memastikan setiap pengunjung mendapatkan pengalaman wisata yang aman dan lancar,” ujar Satyawan dalam keterangan resmi, Kamis (19/3).

Pemanfaatan teknologi seperti pemesanan tiket daring (booking online) menjadi garda terdepan untuk mencegah kepadatan di pintu masuk. 

Selain mempercepat layanan, sistem ini efektif memantau kuota pengunjung demi menjaga keselamatan dan kenyamanan wisatawan.

Evaluasi dan Potensi Wisata

Kebijakan ini berkaca pada kesuksesan periode libur Nyepi dan Lebaran 2025 lalu. Kala itu, tercatat sebanyak 421.683 wisatawan memadati kawasan konservasi dengan puncak kunjungan terjadi pada H+3 Lebaran. 

Antusiasme tersebut memberikan kontribusi signifikan terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang mencapai Rp15,8 miliar.

Aktivitas pendakian masih menjadi primadona, terutama di Gunung Leuser, Ciremai, Rinjani, dan Bukit Kaba. Tak hanya itu, tren kegiatan keluarga seperti halal bihalal di alam terbuka juga kian meningkat karena menawarkan suasana yang asri dan sejuk.

Kebijakan Operasional dan Kebersihan

Untuk libur Lebaran 2026, Kemenhut menerapkan kebijakan operasional khusus. Beberapa objek wisata akan tetap dibuka, namun sebagian lainnya mungkin ditutup sementara berdasarkan pertimbangan daya dukung lingkungan.

Guna mendukung prinsip zero waste, pengelola akan mengintensifkan patroli sampah di sepanjang jalur wisata. 

Pengunjung sangat diimbau untuk membawa kembali sampah mereka dan tetap mematuhi arahan petugas di lapangan demi mencegah terjadinya kecelakaan selama berwisata. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik