Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
TRADISI menjamu tamu selama Idul Fitri sering kali dianggap sebagai bentuk kemuliaan. Namun, di balik kedermawanan tersebut, terselip masalah lingkungan yang serius: melonjaknya timbulan sampah makanan (food waste).
Dosen Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University, Meti Ekayani, menilai fenomena ini sebagai cerminan budaya konsumsi masyarakat yang mendesak untuk dibenahi.
Menurut Meti, akar permasalahan ini terletak pada dua aspek utama, yakni perilaku konsumsi dan sistem tata kelola sampah yang belum mumpuni.
“Kalau ditanya penyebabnya, sebenarnya ada dua hal, budaya konsumsi masyarakat dan sistem pengelolaan sampah yang belum efektif,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (18/3).
Kebiasaan menyajikan hidangan dalam jumlah berlebih kerap kali dipicu oleh rasa sungkan.
Masyarakat cenderung merasa tidak enak hati jika makanan yang disajikan untuk tamu habis di tengah acara. Akibatnya, porsi makanan sengaja dilebihkan secara masif meski akhirnya berakhir di tempat sampah.
“Kita cenderung tidak mau dianggap tidak sopan kalau makanan kurang. Jadi lebih baik dilebihkan. Padahal sering kali akhirnya tidak habis,” jelas Meti.
Selain faktor gengsi, buruknya perencanaan konsumsi rumah tangga memperparah kondisi ini.
Fenomena "lapar mata" selama Ramadan sering membuat orang membeli beragam jenis takjil dan lauk secara impulsif. Padahal, kapasitas perut saat berbuka terbatas.
Masalah komunikasi antaranggota keluarga pun turut menyumbang surplus makanan, misalnya ketika hidangan sudah dimasak namun anggota keluarga justru memilih berbuka di luar rumah.
Masalah perilaku ini diperburuk dengan sistem pengelolaan sampah di Indonesia yang masih menggunakan pola konvensional: kumpul, angkut, dan buang.
Meti menyoroti tidak adanya perbedaan tarif retribusi antara rumah tangga yang memproduksi banyak sampah dengan yang sedikit.
“Berapa pun sampah yang dihasilkan, iurannya sama. Jadi tidak ada insentif bagi masyarakat untuk mengurangi sampah,” tegasnya.
Kondisi ini diperparah dengan rendahnya kesadaran memilah sampah. Ketika sampah organik (sisa makanan) tercampur dengan sampah kering (plastik atau kertas), nilai ekonomi sampah anorganik tersebut hilang karena terkontaminasi.
Sebagai langkah konkret, Meti mendorong masyarakat untuk lebih matang dalam merencanakan belanja dan konsumsi. Jika timbulan sampah makanan tetap tidak terhindarkan, ia menyarankan pengolahan di hulu daripada membuangnya ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Limbah organik sebenarnya memiliki potensi manfaat jika dikelola dengan benar, seperti diolah menjadi kompos atau digunakan sebagai pakan dalam budidaya maggot.
“Kalau food waste tidak bisa sepenuhnya dicegah, setidaknya bisa diolah. Dengan begitu, kita tidak hanya mengurangi sampah tetapi juga menciptakan manfaat baru dari limbah makanan,” pungkasnya. (Ant/Z-1)
Satpol PP DIY telah menggelar apel kesiapsiagaan di Pantai Siung, Wediombo, Sanden, Baron, hingga Parangtritis dengan berbagai stakeholder terkait.
Yayasan Ruang Damai sukses menyelenggarakan webinar bertajuk “Spirit Nyepi dan Idulfitri untuk Perdamaian Global” pada Senin (16/3).
BGN liburkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Idul Fitri 2026. Simak jadwal terbaru dan langkah BGN gandeng Kejagung awasi anggaran Rp5 triliun.
Sekretaris BNPP RI, Komjen Pol. Makhruzi Rahman melakukan peninjauan ke wilayah terdampak banjir bandang di Kampung Landuh, Kabupaten Aceh Tamiang
Secara harfiah, Idul Fitri berarti kembali ke asal atau kembali suci. Dalam konteks keluarga, ini adalah momen untuk menghapus dendam, mengikhlaskan kesalahan masa lalu
Makanan yang mudah dicerna tidak hanya bermanfaat saat sakit, tetapi juga dapat membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan sehari-hari.
Pemilihan nutrisi yang memiliki efek antiinflamasi dan antioksidatif menjadi kunci utama dalam menjaga keremajaan tubuh.
Kondisi tubuh yang kuat sangat diperlukan agar anak mampu menghadapi berbagai efek samping akibat kemoterapi.
Istilah "makan terakhir" biasanya merujuk pada hidangan pamungkas yang diinginkan seseorang sebelum menutup usia.
Kunci utama pemenuhan serat terletak pada keberagaman jenis pangan yang dikonsumsi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved