Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Jangan Abaikan Gejala! Risiko Penyakit Jantung Meningkat Saat Musim Liburan

Abi Rama
14/2/2026 11:13
Jangan Abaikan Gejala! Risiko Penyakit Jantung Meningkat Saat Musim Liburan
Ilustrasi(freepik)

MENJELANG libur Tahun Baru Imlek, suasana sukacita mulai terasa di berbagai daerah. Tradisi berkumpul bersama keluarga, menikmati hidangan khas, hingga berbagi angpao menjadi momen yang dinantikan setiap tahun. Di balik kemeriahan tersebut, ada risiko kesehatan yang perlu diwaspadai, khususnya terkait penyakit jantung.

Fenomena meningkatnya kasus gangguan kardiovaskular saat musim liburan dikenal sebagai “Christmas Holiday Effect.” Sejumlah penelitian internasional menunjukkan angka kematian akibat penyakit jantung cenderung meningkat pada periode libur akhir tahun. Meski istilah tersebut merujuk pada perayaan Natal, pola yang sama juga dapat terjadi pada momen libur besar lainnya, termasuk Imlek. Informasi ini dilansir dari laman Elliot Hospital.

Mengapa Risiko Meningkat Saat Liburan?

Ada beberapa faktor yang diduga berkontribusi terhadap peningkatan gangguan jantung selama masa liburan.

1. Stres yang Meningkat

Meski identik dengan kebahagiaan, liburan juga dapat memicu stres. Persiapan acara, tekanan finansial, perjalanan jauh, hingga dinamika keluarga bisa meningkatkan tekanan emosional. Kondisi ini berpengaruh pada naiknya tekanan darah dan detak jantung, yang menjadi faktor risiko serangan jantung.

2. Pola Makan Tinggi Lemak dan Garam

Perayaan Imlek identik dengan sajian khas seperti kue keranjang, hidangan bersantan, makanan tinggi gula, serta berbagai camilan manis dan gurih. Konsumsi berlebihan makanan tinggi lemak, gula, dan garam dapat meningkatkan kadar kolesterol dan tekanan darah, sehingga membebani sistem kardiovaskular.

3. Konsumsi Alkohol Berlebihan

Dalam sejumlah perayaan, konsumsi minuman beralkohol juga meningkat. Padahal, alkohol berlebih dapat menyebabkan dehidrasi, tekanan darah tinggi, serta gangguan irama jantung.

4. Berkurangnya Aktivitas Fisik

Libur panjang sering membuat rutinitas olahraga terhenti. Aktivitas fisik berkurang karena perjalanan, silaturahmi, atau sekadar ingin beristirahat. Akibatnya, berat badan naik dan faktor risiko penyakit jantung meningkat.

5. Menunda Pemeriksaan Medis

Tak sedikit orang yang menunda pergi ke dokter saat liburan karena enggan mengganggu momen kebersamaan. Gejala seperti nyeri dada atau sesak napas kerap dianggap sebagai kelelahan biasa. Padahal, dalam kasus penyakit jantung, keterlambatan penanganan bisa berakibat fatal.

Langkah Bijak Menjaga Kesehatan Saat Libur Panjang

Agar tetap sehat selama perayaan Imlek, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan.

  • Kontrol porsi makan:  Nikmati hidangan khas secukupnya dan imbangi dengan pilihan makanan yang lebih sehat.
  • Batasi konsumsi alkohol: Konsumsi dalam jumlah wajar untuk menghindari beban berlebih pada jantung.
  • Tetap aktif bergerak: Sisihkan waktu untuk berjalan kaki atau melakukan olahraga ringan.
  • Kelola stres: Luangkan waktu istirahat dan lakukan relaksasi agar tekanan emosional tetap terkendali.
  • Jangan abaikan gejala: Jika mengalami nyeri dada, sesak napas, atau kelelahan tidak biasa, segera cari pertolongan medis. 

(Elliot Hospital/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya