Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
SENYUM sehat di masa kanak-kanak ternyata melindungi lebih dari sekadar estetika gigi. Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa masalah gigi di awal kehidupan berkaitan erat dengan risiko penyakit serius puluhan tahun kemudian. Meskipun karies dan gusi berdarah dianggap umum terjadi pada anak, dampak jangka panjangnya bisa memengaruhi kesehatan jantung dan kesejahteraan secara keseluruhan.
Sebuah studi berskala besar dari Universitas Copenhagen menyoroti bagaimana kesehatan mulut di masa kecil memengaruhi risiko penyakit jantung dan diabetes saat dewasa.
Para peneliti memeriksa data kesehatan dari 568.000 anak-anak Denmark yang lahir pada tahun 1960-an dan 1970-an. Tim membandingkan catatan medis dari National Child Odontology Registry dengan data pasien nasional hingga tahun 2018. Dengan jumlah peserta yang masif, studi ini menjadi salah satu yang paling detail di bidangnya.
Hasilnya menunjukkan pola yang kuat. Anak-anak dengan banyak karies gigi memiliki risiko hingga 45% lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular saat dewasa dibandingkan mereka yang giginya sehat. Sementara itu, radang gusi parah (gingivitis) dikaitkan dengan peningkatan risiko hingga 41%.
Meski penelitian ini menemukan keterkaitan dan bukan sebab-akibat langsung, para peneliti mencurigai peradangan sebagai faktor utama. Gusi bermasalah dan gigi berlubang yang tidak diobati dapat menyebabkan peradangan kronis di area mulut.
"Kami menduga paparan tingkat peradangan tinggi dalam bentuk penyakit gusi dan karies gigi sejak masa kanak-kanak dapat memengaruhi bagaimana tubuh nantinya merespons peradangan," ujar Nikoline Nygaard, peneliti postdoctoral di Universitas Copenhagen.
Peradangan jangka panjang ini diduga dapat merusak pembuluh darah dan mempercepat aterosklerosis. Kondisi di mana arteri menyempit dan kaku, yang memicu serangan jantung serta stroke.
Selain jantung, penelitian ini juga mengeksplorasi hubungan dengan diabetes tipe 2. Anak-anak dengan penyakit gusi parah memiliki risiko hingga 87 persen lebih tinggi terkena diabetes tipe 2 di masa depan, sementara mereka yang memiliki banyak karies memiliki risiko 19 persen lebih tinggi.
Meskipun faktor gaya hidup seperti pola makan dan pendidikan turut berpengaruh, hubungan antara kesehatan mulut yang buruk dan penyakit jantung tetap terlihat kuat bahkan setelah data disesuaikan.
"Kami tidak dapat mengabaikan bahwa gaya hidup memainkan peran penting. Namun, bahkan setelah menyesuaikan tingkat pendidikan, kejadian penyakit kardiovaskular masih cukup mencolok," tambah Nygaard.
Temuan ini menjadi peringatan penting bagi orangtua untuk lebih memperhatikan kebersihan mulut anak. Mengingat sebagian besar masalah gigi dapat dicegah dengan menyikat gigi secara teratur, intervensi dini dapat memberikan manfaat kesehatan jangka panjang hingga dewasa.
Merete Markvart, rekan penulis studi tersebut, menekankan pentingnya identifikasi kelompok berisiko. "Jika kita dapat mengidentifikasi penanda yang menunjukkan siapa yang berisiko lebih tinggi terkena berbagai penyakit di kemudian hari, kita dapat menyesuaikan upaya pencegahan pada kelompok tersebut," jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa merawat gigi anak bukan berarti menyelesaikan masalah jantung secara instan, namun meningkatkan kesehatan mulut dapat mendorong banyak orang ke arah kesehatan yang lebih baik secara keseluruhan. (Earth/Z-2)
Pada kelompok balita dan anak prasekolah usia 1-6 tahun, karies gigi ditemukan pada 31 persen anak atau sekitar satu dari tiga anak.
Lebih dari 50% anak Indonesia alami karies. Dokter UI: menyikat gigi benar perlu dilatih sejak dini, bukan sekadar kebiasaan instan.
Kementerian Kesehatan mengungkapkan sikat gigi jika tidak dilakukan dengan rutin dan benar bisa meningkatkan potensi penyakit jantung.
Tingginya angka karies gigi pada anak usia dini masih menjadi persoalan kesehatan yang krusial di Kabupaten Tangerang.
MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memaparkan masalah kesehatan gigi anak dan karies gigi paling banyak ditemukan pada kelompok anak pra sekolah atau anak usia dini di jenjang PAUD.
Studi terbaru Yale School of Medicine mengungkap bahaya tersembunyi COMISA. Kombinasi sulit tidur dan henti napas saat tidur memicu kerusakan jantung permanen.
Minyak sawit sering dianggap berbahaya. Simak fakta ilmiah tentang komposisi lemak, risiko kanker, obesitas, dan kesehatan jantung yang jarang diketahui publik.
Penyakit Tidak Menular (PTM) kini mengintai usia produktif. Kenali gejala, data terbaru 2026, dan panduan deteksi dini untuk menjaga produktivitas masa depan.
Teknologi AI di 2026 mampu memprediksi risiko serangan jantung bertahun-tahun lebih awal melalui analisis EKG dan CT Scan. Simak ulasan lengkapnya.
Penelitian terbaru mengungkap kehilangan kromosom Y pada pria lanjut usia berkaitan dengan risiko penyakit jantung, kanker, hingga Alzheimer.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved