Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Waspada! Masalah Gigi Saat Anak-anak Berisiko Picu Penyakit Jantung di Masa Dewasa

Thalatie K Yani
05/3/2026 13:29
Waspada! Masalah Gigi Saat Anak-anak Berisiko Picu Penyakit Jantung di Masa Dewasa
Ilustrasi(freepik)

SENYUM sehat di masa kanak-kanak ternyata melindungi lebih dari sekadar estetika gigi. Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa masalah gigi di awal kehidupan berkaitan erat dengan risiko penyakit serius puluhan tahun kemudian. Meskipun karies dan gusi berdarah dianggap umum terjadi pada anak, dampak jangka panjangnya bisa memengaruhi kesehatan jantung dan kesejahteraan secara keseluruhan.

Sebuah studi berskala besar dari Universitas Copenhagen menyoroti bagaimana kesehatan mulut di masa kecil memengaruhi risiko penyakit jantung dan diabetes saat dewasa.

Penelitian Nasional Berbasis Data Puluhan Tahun

Para peneliti memeriksa data kesehatan dari 568.000 anak-anak Denmark yang lahir pada tahun 1960-an dan 1970-an. Tim membandingkan catatan medis dari National Child Odontology Registry dengan data pasien nasional hingga tahun 2018. Dengan jumlah peserta yang masif, studi ini menjadi salah satu yang paling detail di bidangnya.

Hasilnya menunjukkan pola yang kuat. Anak-anak dengan banyak karies gigi memiliki risiko hingga 45% lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular saat dewasa dibandingkan mereka yang giginya sehat. Sementara itu, radang gusi parah (gingivitis) dikaitkan dengan peningkatan risiko hingga 41%.

Peran Peradangan sebagai Pemicu

Meski penelitian ini menemukan keterkaitan dan bukan sebab-akibat langsung, para peneliti mencurigai peradangan sebagai faktor utama. Gusi bermasalah dan gigi berlubang yang tidak diobati dapat menyebabkan peradangan kronis di area mulut.

"Kami menduga paparan tingkat peradangan tinggi dalam bentuk penyakit gusi dan karies gigi sejak masa kanak-kanak dapat memengaruhi bagaimana tubuh nantinya merespons peradangan," ujar Nikoline Nygaard, peneliti postdoctoral di Universitas Copenhagen.

Peradangan jangka panjang ini diduga dapat merusak pembuluh darah dan mempercepat aterosklerosis. Kondisi di mana arteri menyempit dan kaku, yang memicu serangan jantung serta stroke.

Kaitan dengan Diabetes Tipe 2

Selain jantung, penelitian ini juga mengeksplorasi hubungan dengan diabetes tipe 2. Anak-anak dengan penyakit gusi parah memiliki risiko hingga 87 persen lebih tinggi terkena diabetes tipe 2 di masa depan, sementara mereka yang memiliki banyak karies memiliki risiko 19 persen lebih tinggi.

Meskipun faktor gaya hidup seperti pola makan dan pendidikan turut berpengaruh, hubungan antara kesehatan mulut yang buruk dan penyakit jantung tetap terlihat kuat bahkan setelah data disesuaikan.

"Kami tidak dapat mengabaikan bahwa gaya hidup memainkan peran penting. Namun, bahkan setelah menyesuaikan tingkat pendidikan, kejadian penyakit kardiovaskular masih cukup mencolok," tambah Nygaard.

Peluang Pencegahan Sejak Dini

Temuan ini menjadi peringatan penting bagi orangtua untuk lebih memperhatikan kebersihan mulut anak. Mengingat sebagian besar masalah gigi dapat dicegah dengan menyikat gigi secara teratur, intervensi dini dapat memberikan manfaat kesehatan jangka panjang hingga dewasa.

Merete Markvart, rekan penulis studi tersebut, menekankan pentingnya identifikasi kelompok berisiko. "Jika kita dapat mengidentifikasi penanda yang menunjukkan siapa yang berisiko lebih tinggi terkena berbagai penyakit di kemudian hari, kita dapat menyesuaikan upaya pencegahan pada kelompok tersebut," jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa merawat gigi anak bukan berarti menyelesaikan masalah jantung secara instan, namun meningkatkan kesehatan mulut dapat mendorong banyak orang ke arah kesehatan yang lebih baik secara keseluruhan. (Earth/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya