Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Departemen Ilmu Kedokteran Gigi Anak Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, Mochamad Fahlevi Rizal, menegaskan bahwa menjaga kesehatan gigi bukan sekadar rutinitas, melainkan proses belajar yang menuntut konsistensi.
“Selain membangun kebiasaan, teknik menyikat gigi yang benar juga harus dipelajari. Tidak mungkin langsung sempurna dalam waktu singkat. Kunci utamanya adalah konsistensi,” ujar Fahlevi dikuti dari Antara, Jumat (12/8).
Ia mencontohkan, bayi yang gusinya dibersihkan dengan kasa sejak dini meski giginya belum tumbuh, akan lebih mudah beradaptasi saat beralih ke sikat gigi. Sebaliknya, anak yang baru diperkenalkan menyikat gigi setelah gigi tumbuh sering merasa tidak nyaman, bahkan menolak karena adanya benda asing di dalam mulut.
Fahlevi juga menekankan perbedaan antara pola konsumsi dan cara menyikat gigi. Bagi anak yang gemar makanan atau minuman manis, perhatian ekstra diperlukan.
“Gula adalah sumber energi bagi bakteri penyebab gigi berlubang. Semakin tinggi asupan makanan manis, semakin besar risiko karies,” jelasnya.
Karena itu, ia menegaskan bahwa pengendalian konsumsi gula pada anak merupakan tanggung jawab orang tua sejak dini. Adapun terkait teknik menyikat gigi, prinsip dasarnya adalah membersihkan seluruh permukaan gigi tanpa perlu gerakan khusus.
“Yang penting, semua permukaan gigi tersikat hingga plak benar-benar hilang,” tegas Fahlevi.
Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) turut memperkuat peringatan ini. Dari 180.771 anak sekolah yang mengikuti Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), tercatat 52,67% mengalami karies, dan sekitar 43 ribu anak memiliki tiga atau lebih gigi berlubang.
Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, bahkan menempatkan karies di posisi kedua hingga ketiga dalam daftar penyakit gigi yang paling sering ditemukan.
Selain pada anak, angka karies pada orang dewasa juga mengkhawatirkan. Dari hasil skrining CKG, 45,75% peserta berusia 18 tahun ke atas terdeteksi mengalami karies, disertai masalah lain seperti gigi goyang, gigi hilang, hingga penyakit periodontal. (Ant/Z-10)
Sekitar 30 juta warga yang mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG), sebanyak 43% diantaranya mengalami masalah gigi.
Kementerian Kesehatan mengungkapkan sikat gigi jika tidak dilakukan dengan rutin dan benar bisa meningkatkan potensi penyakit jantung.
Tingginya angka karies gigi pada anak usia dini masih menjadi persoalan kesehatan yang krusial di Kabupaten Tangerang.
MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memaparkan masalah kesehatan gigi anak dan karies gigi paling banyak ditemukan pada kelompok anak pra sekolah atau anak usia dini di jenjang PAUD.
Guru Besar FKG UI rekomendasikan 12 strategi mencegah karies anak usia dini.
KESEHATAN gigi anak kerap tak terlalu diperhatikan oleh orangtua. Padahal, kesehatan gigi bisa memengaruhi kondisi kesehatan dan tumbuh kembang anak secara umum.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved