Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut karena berpengaruh langsung terhadap kondisi tubuh secara keseluruhan.
Hal itu ia sampaikan usai menghadiri bakti sosial bertajuk “Menuju Indonesia Bebas Karies” di SMPN 3 Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (12/9).
Budi mengungkapkan, dari sekitar 30 juta warga yang mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG), sebanyak 43% mengalami masalah gigi. Angka ini menunjukkan bahwa kesehatan gigi masyarakat Indonesia masih perlu perhatian serius.
"Gigi itu ternyata paling tinggi masalahnya di masyarakat kita. Cek kesehatan gratisnya Pak Presiden Prabowo sudah hampir 30 juta, kita lihat 43 persen nasional itu masalahnya gigi,” ujar Budi, Jumat (12/9).
Ia menjelaskan, gangguan gigi tidak hanya menimbulkan rasa sakit, tetapi juga bisa berdampak lebih luas, mulai dari risiko infeksi hingga stunting akibat asupan makanan yang terganggu.
“Perkembangan kesehatan anak-anak juga tidak bagus kalau giginya bermasalah,” katanya.
Budi menekankan, upaya perbaikan kesehatan gigi tidak bisa dilakukan pemerintah saja. Ia mengingatkan pentingnya kolaborasi lintas sektor,.
“Ini harus dilakukan bersama-sama seluruh masyarakat. Tidak bisa pendekatannya hanya dalam bentuk program, tapi harus membangun gerakan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, drg. Devya Linda, Sp. BMMF, FISID, pendiri Devya Aesthetic Dental & Implant Center, turut memberikan edukasi kesehatan gigi kepada seribu siswa SD dan SMP di Parongpong. Acara meliputi sikat gigi massal, penyuluhan, pemeriksaan gratis, serta pengobatan sederhana. Ia juga menyerahkan bantuan satu unit dental chair untuk Puskesmas Parongpong.
"Karena dengan gigi yang sehat pasti akan terbentuk jiwa yang sehat, anak tumbuh percaya diri. Menuju Indonesia bebas karies itu harus diperjuangkan bersama-sama,” kata Devya.
Ia menambahkan, data Kementerian Kesehatan menempatkan karies sebagai penyakit dengan prevalensi tertinggi di masyarakat. “Kita tidak boleh berhenti menyuarakan pentingnya kesehatan gigi. Pemerintah juga konsisten memberi perhatian khusus terhadap persoalan ini,” ujarnya. (P-4)
Lebih dari 50% anak Indonesia alami karies. Dokter UI: menyikat gigi benar perlu dilatih sejak dini, bukan sekadar kebiasaan instan.
Selain teknik pembersihan gigi, edukasi kesehatan rongga mulut juga harus mencakup aspek gaya hidup, terutama pola makan.
Menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak usia dini menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang anak.
Peneliti dari University at Buffalo menemukan bahwa air liur mengalami evolusi cepat pada primata, dipengaruhi pola makan dan lingkungan.
Peneliti King’s College London menemukan keratin dari rambut dan kulit mampu memperbaiki serta melindungi enamel gigi, bahkan lebih efektif dari fluoride.
Menyikat gigi dua kali sehari belum tentu cukup. Simak empat kesalahan umum menurut ahli gigi yang bisa membuat gigi rusak meski sudah rajin sikat gigi.
Penelitian terbaru menemukan orang dengan gigi berlubang dan penyakit gusi memiliki risiko stroke 86% lebih tinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved