Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memaparkan masalah kesehatan gigi anak dan karies gigi paling banyak ditemukan pada kelompok anak pra sekolah atau anak usia dini di jenjang PAUD. Hal itu ia sampaikan setelah melihat hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Beberapa penyakit lainnya seperti pemeriksaan hemoglobin dan anemia, stunting, gizi kurang, serta perkembangan tidak normal.
"Masalah gigi tinggi sekali hampir 30,6% saya baru tahu. Banyak balita punya masalah gigi, saya baru sadar korelasi karena ketersediaan dan distribusi dokter gigi," kata Budi dalam Raker dengan Komisi IX DPR RI di Senayan, Kamis (14/5).
Pada kelompok bayi lahir juga mengalami kelainan saluran empedu, jantung bawaan kritis, berat lahir rendah, hipotiroid kongenital, dan defisiensi enzim. Sementara untuk pemeriksaan kesehatan pada kelompok lansia masalah tertinggi yakni aktivitas fisik yang kurang, gigi dan karies, mata atau gangguan penglihatan, serta tekanan darah atau hipertensi.
"Pada kelompok lansia yang sehat hanya 28,4% itu jelek sekali. Orangtua kita risiko terkena jantungnya tinggi sekali," ucapnya.
Diketahui per Mei sebanyak 5,3 juta orang mendaftar program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Kemudian per harinya sudah mencapai 180 ribu orang hadir untuk melakukan pemeriksaan.
Budi mengatakan populasi provinsi terbanyak tidak menjamin masyarakatnya banyak melakukan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Ia mencontohkan Provinsi Jawa Tengah lebih banyak memanfaatkan program CKG dibandingkan Provinsi Jawa Barat.
Provinsi Jawa Barat (Jabar) memiliki populasi 50,7 juta orang dengan jumlah kehadiran CKG 422.621 atau berada di urutan ke-3. Sementara Provinsi Jawa Tengah (Jateng) memiliki populasi 38 juta orang dengan jumlah kehadiran CKG sebanyak 1,2 juta orang yang menempatkan provinsi teratas yang populasinya memanfaatkan CKG.
"Jabar populasi paling banyak tapi kalah sama Jateng dan Jawa Timur (Jatim) di urutan ke-2. Jadi ini tantangan nomor satu, sangat tergantung pada leadership kepala daerah," pungkasnya. (H-3)
Lebih dari 50% anak Indonesia alami karies. Dokter UI: menyikat gigi benar perlu dilatih sejak dini, bukan sekadar kebiasaan instan.
Kementerian Kesehatan mengungkapkan sikat gigi jika tidak dilakukan dengan rutin dan benar bisa meningkatkan potensi penyakit jantung.
Tingginya angka karies gigi pada anak usia dini masih menjadi persoalan kesehatan yang krusial di Kabupaten Tangerang.
Guru Besar FKG UI rekomendasikan 12 strategi mencegah karies anak usia dini.
KESEHATAN gigi anak kerap tak terlalu diperhatikan oleh orangtua. Padahal, kesehatan gigi bisa memengaruhi kondisi kesehatan dan tumbuh kembang anak secara umum.
Sejak saat masih menjadi embrio, pembentukan gigi maupun rahang anak memiliki peluang sebesar 50:50 untuk mengikuti bentuk yang diturunkan oleh ayah maupun sang ibu.
Ketidakteraturan susunan gigi bukan hanya berdampak pada estetika, tetapi juga pada fungsi dasar anak sehari-hari. Anak yang mengalami masalah ini bisa kesulitan dalam mengunyah makanan
Tak jarang anak yang harus pakai behel karena kondisi gigi anak yang tidak rapi atau gigitan yang tidak ideal atau dikenal dengan maloklusi.
Tanpa disadari, kandungan gula yang tinggi dalam asupan harian dapat menimbulkan masalah kesehatan, terutama pada gigi.
Federation Dental International dan WHO menargetkan anak usia 5-6 tahun setidaknya 50% di antaranya harus bebas dari karies gigi di setiap negara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved