Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
BAGI banyak orang, liburan kerap dianggap sebagai pengeluaran besar yang bisa membuat tabungan terkuras. Padahal, melihat kalender 2026 dengan total 25 hari libur nasional dan cuti bersama, rasanya sayang jika momen tersebut dilewatkan begitu saja.
Namun sejatinya, liburan bukan soal ada atau tidaknya sisa uang, melainkan soal perencanaan. Lanny Hendra, perwakilan International Wealth and Premier Banking HSBC, menekankan pentingnya mengubah pola pikir masyarakat dalam memandang perjalanan wisata di tahun 2026.
Berikut strategi cerdas agar liburan impian tetap terwujud tanpa mengganggu stabilitas keuangan:
Liburan sebaiknya tidak dipandang sebagai pengeluaran impulsif akibat godaan media sosial. Menurut Lanny, perencanaan matang menjadi kunci utama menjaga kesehatan finansial.
“Manfaat perjalanan dapat diraih secara maksimal jika dikelola sebagai aset strategis, bukan sekadar pengeluaran impulsif, sehingga terhindar dari risiko lonjakan harga mendadak,” ujar Lanny di Jakarta, Kamis (22/1), dalam acara HSBC ANA Travel Fair.
Kesalahan yang sering terjadi adalah mulai menabung setelah menemukan promo tiket. Idealnya, anggaran liburan ditetapkan untuk satu tahun penuh, disesuaikan dengan destinasi dan mata uang yang digunakan. Anggaran dapat dibagi antara liburan utama jarak jauh dan liburan singkat atau staycation agar alokasi dana lebih terkontrol.
Menabung bukan hanya soal menyisihkan dana, tetapi juga menekan biaya. Memesan tiket sejak awal tahun, misalnya pada Januari, untuk perjalanan musim Sakura atau libur akhir tahun dapat menjadi strategi efektif.
Berdasarkan data historis, harga tiket dapat melonjak hingga 30%-40% jika dipesan mendekati tanggal keberangkatan. Dengan membeli lebih awal, selisih harga tersebut secara tidak langsung menjadi bentuk penghematan.
Memiliki dana tidak selalu berarti harus membayar semuanya secara tunai. Strategi keuangan yang cerdas tetap mengutamakan likuiditas.
“Perencanaan liburan yang sehat berfokus pada menjaga ketersediaan uang tunai sembari memaksimalkan pengalaman. Manfaatkan fasilitas cicilan 0 persen atau pembayaran bertahap yang disesuaikan dengan jadwal perjalanan,” saran Lanny.
Satu aturan emas dalam perencanaan keuangan adalah menjaga dana darurat tetap utuh. Pastikan pembiayaan liburan tidak mengganggu alokasi investasi rutin. Jika dana belum sepenuhnya siap, manfaatkan poin reward dari transaksi harian untuk memperoleh potongan harga atau peningkatan kelas penerbangan agar biaya lebih efisien.
Liburan yang berkualitas berawal dari pengelolaan keuangan yang disiplin. Dengan memanfaatkan momentum awal tahun dan perencanaan yang matang, perjalanan ke destinasi impian bukan lagi sekadar wacana, melainkan rencana yang terukur. (Z-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved