Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Horor Macet di Gilimanuk Sebabkan Pemudik Meninggal, Gubernur Koster Minta Maaf

Arnoldus Dhae
19/3/2026 07:00
Horor Macet di Gilimanuk Sebabkan Pemudik Meninggal, Gubernur Koster Minta Maaf
Gubernur Bali Wayan Koster.(MI/Arnoldus dhae)

KEMACETAN di Pelabuhan Gilimanuk Jembrana, Bali, menjadi sorotan publik saat arus mudik Hari Raya Idul Fitri yang beririsan dengan perayaan Suci Nyepi di Bali. 

Gubernur Bali Wayan Koster dan seluruh jajaran Pemprov Bali menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat yang sedang melakukan mudik. 

Koster mengatakan, sesuai kewenangan, Pemprov Bali telah menjalankan secara optimal langkah antisipasi sejak awal sebelum puncak mudik terjadi dalam sepekan ini. Langkah antisipasi sejak awal, kata Koster, telah dilaksanakan melalui rapat koordinasi (Rakor) bersama Polda Bali, Pangdam IX Udayana, Dinas Perhubungan dan semua pihak terkait (Forkopimda).  Menindaklanjuti Rakor tersebut, selanjutnya Polda Bali membentuk posko-posko dengan petugas pengatur lalu lintas jalur Gilimanuk-Mengwi.  

Kemudian, jelas Koster, ASDP di bawah Kementerian Perhubungan RI telah menambah jumlah kapal penyeberangan dari Gilimanuk ke Ketapang guna memenuhi meningkatnya jumlah kendaraan dari Bali ke Ketapang. 

"Atas terjadinya kemacetan yang panjang ke arah Pelabuhan Gilimanuk akibat lamanya antrean penyeberangan Gilimanuk ke Ketapang, saya sebagai Gubernur Bali memohon maaf atas kondisi ini," kata Koster.  Ia juga berterima kasih kepada para pihak atas kritik dan sarannya terkait kondisi kemacetan yang membuat publik kurang nyaman.  

"Kritik dan saran ini akan kami pakai sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan," kata Koster. 

Kronologi Horor Macet di Gilimanuk

Diketahui, kemacetan arus mudik di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk berkaitan dengan menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 pada Kamis (19/3) yang beririsan dengan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah pada 21 dan 22 Maret 2026. 

Kemacetan antrean terjadi sejak Minggu (15/3) dan mencapai puncaknya pada Rabu (18/3) yang menjadi hari terakhir penyeberangan sebelum pelabuhan dinonaktifkan 24 jam selama Nyepi.

Volume kendaraan cukup tinggi dan terpusat pada lokasi tersebut. Sementara untuk ruas jalan Denpasar-Gilimanuk tidak mengalami hambatan apa pun. Kemacetan antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk bahkan sempat mengular hingga 35 kilometer pada Selasa (17/3). 

Seorang pemudik perempuan asal Jawa Tengah yang berangkat dari Denpasar menuju Jawa Tengah meninggal dunia setelah diduga kelelahan akibat mengantre selama berjam-jam. Ia mudik sendirian menggunakan bus. (OL/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik