Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
KESEHATAN sistem muskuloskeletal—yang meliputi tulang, sendi, dan otot—sering kali baru menjadi perhatian saat rasa nyeri mulai menyerang. Padahal, menurut dr. Nadia Bunga Anggraini, anggota Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), menjaga pilar pergerakan tubuh ini harus dilakukan jauh sebelum keluhan muncul, bahkan idealnya sejak usia dini.
Dalam acara konferensi pers, beberapa waktu lalu, Nadia menekankan bahwa sistem muskuloskeletal tidak bisa dirawat secara instan.
Kualitas fisik seseorang di masa tua sangat bergantung pada tabungan pola hidup yang dibangun sejak masa kanak-kanak hingga dewasa muda.
Salah satu ancaman utama bagi kesehatan tulang dan sendi di era modern adalah pola makan tidak seimbang yang berujung pada obesitas. Masalahnya bukan sekadar soal berat badan, melainkan efek domino yang ditimbulkannya pada sel-sel tubuh.
“Kurangnya aktivitas fisik dan pola makan tidak seimbang berisiko memicu obesitas yang dapat memperberat kerja sendi dan otot,” jelas Nadia.
Ia menambahkan bahwa dampak dari kondisi ini bersifat jangka panjang dan destruktif.
“Obesitas meningkatkan radikal bebas yang dapat merusak sel-sel sehat. Dampaknya baru terasa bertahun-tahun kemudian,” ungkap Nadia
Kemajuan teknologi dan kemudahan akses digital diakui Nadia sebagai tantangan tersendiri. Gaya hidup modern yang minim pergerakan atau sedenter membuat tubuh jarang terlatih untuk menahan beban atau melakukan mobilisasi yang cukup.
“Sekarang aktivitas banyak dilakukan dengan tangan dan gawai. Bergeraknya minim,” ujarnya.
Kebiasaan memesan makanan secara daring dan duduk terlalu lama di depan layar semakin memperparah kondisi penurunan fungsi otot dan sendi bagi masyarakat urban.
Mengapa menjaga kekuatan otot dan kepadatan tulang sangat krusial? Jawabannya terletak pada tingkat kemandirian seseorang saat memasuki usia senja.
Nadia menjelaskan bahwa tubuh yang terjaga kekuatannya akan memungkinkan seseorang untuk tetap berdaya tanpa harus bergantung pada bantuan orang lain.
“Kalau ingin tetap sehat di usia 50 tahun, perawatannya harus dimulai jauh sebelumnya. Bukan baru dilakukan saat sudah terasa nyeri,” tegas Nadia.
Ia pun mengingatkan bahwa mobilitas dasar sangat ditentukan oleh konsistensi perawatan sejak dini.
“Hal sederhana seperti mengangkat barang atau bergerak bebas itu sangat ditentukan oleh kondisi sendi dan otot,” kata Nadia.
Sebagai penutup, Nadia menekankan pentingnya mengubah paradigma masyarakat: pola hidup sehat seharusnya menjadi identitas dan kebiasaan harian, bukan sekadar respons darurat saat tubuh mulai bermasalah. Pencegahan yang konsisten adalah satu-satunya kunci untuk menjaga kualitas hidup di masa depan. (Ant/Z-1)
Malaria masih menjadi masalah kesehatan global yang kompleks akibat imunitas parsial, pembawa asimtomatik, dan resistensi insektisida.
MEDIAINDONESIA.COM, 8 Februari 2026, menurunkan berita berjudul ‘Lebih Awal, Arab Saudi Mulai Terbitkan Visa Haji 2026 Hari Ini’.
PENINGKATAN keamanan pangan membutuhkan kebijakan yang tepat demi mewujudkan kesehatan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang lebih baik di masa depan.
Jika langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini, jumlah kasus kanker diprediksi akan meningkat hingga 70% pada 2050.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti penghapusan 11 juta peserta PBI BPJS dan meminta penonaktifan tidak mendadak serta disertai sosialisasi.
INDONESIA turut ambil bagian dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN Muslim Youth Summit (ASEAMYS) 2026 yang digelar di Brisbane Technology Park, Australia, pada 6-7 Februari 2026.
Enamel adalah material paling keras di tubuh manusia, lebih kuat dari tulang.
Masyarakat diharapkan lebih waspada terhadap risiko yang dapat muncul dari manipulasi intens pada leher.
Gigi dan tulang berbeda dari segi asal, struktur, dan fungsi. Gigi untuk mengunyah, tulang memberi kerangka dan perlindungan organ vital.
Osteoporosis sering kali disebut sebagai silent disease, karena baru diketahui setelah terjadi patah tulang.
Osteoporosis merupakan penyakit progresif yang sering kali tidak terdeteksi hingga terjadi patah tulang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved