Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Investasi Sehat Sejak Dini: Menjaga Tulang, Sendi, dan Otot tidak Bisa Instan

Basuki Eka Purnama
29/1/2026 13:00
Investasi Sehat Sejak Dini: Menjaga Tulang, Sendi, dan Otot tidak Bisa Instan
Ilustrasi(Freepik)

KESEHATAN sistem muskuloskeletal—yang meliputi tulang, sendi, dan otot—sering kali baru menjadi perhatian saat rasa nyeri mulai menyerang. Padahal, menurut dr. Nadia Bunga Anggraini, anggota Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), menjaga pilar pergerakan tubuh ini harus dilakukan jauh sebelum keluhan muncul, bahkan idealnya sejak usia dini.

Dalam acara konferensi pers, beberapa waktu lalu, Nadia menekankan bahwa sistem muskuloskeletal tidak bisa dirawat secara instan. 

Kualitas fisik seseorang di masa tua sangat bergantung pada tabungan pola hidup yang dibangun sejak masa kanak-kanak hingga dewasa muda.

Hubungan Obesitas dan Kerusakan Sel

Salah satu ancaman utama bagi kesehatan tulang dan sendi di era modern adalah pola makan tidak seimbang yang berujung pada obesitas. Masalahnya bukan sekadar soal berat badan, melainkan efek domino yang ditimbulkannya pada sel-sel tubuh.

“Kurangnya aktivitas fisik dan pola makan tidak seimbang berisiko memicu obesitas yang dapat memperberat kerja sendi dan otot,” jelas Nadia. 

Ia menambahkan bahwa dampak dari kondisi ini bersifat jangka panjang dan destruktif. 

“Obesitas meningkatkan radikal bebas yang dapat merusak sel-sel sehat. Dampaknya baru terasa bertahun-tahun kemudian,” ungkap Nadia

Tantangan Gaya Hidup Sedenter

Kemajuan teknologi dan kemudahan akses digital diakui Nadia sebagai tantangan tersendiri. Gaya hidup modern yang minim pergerakan atau sedenter membuat tubuh jarang terlatih untuk menahan beban atau melakukan mobilisasi yang cukup.

“Sekarang aktivitas banyak dilakukan dengan tangan dan gawai. Bergeraknya minim,” ujarnya. 

Kebiasaan memesan makanan secara daring dan duduk terlalu lama di depan layar semakin memperparah kondisi penurunan fungsi otot dan sendi bagi masyarakat urban.

Jaminan Kemandirian di Usia Lanjut

Mengapa menjaga kekuatan otot dan kepadatan tulang sangat krusial? Jawabannya terletak pada tingkat kemandirian seseorang saat memasuki usia senja. 

Nadia menjelaskan bahwa tubuh yang terjaga kekuatannya akan memungkinkan seseorang untuk tetap berdaya tanpa harus bergantung pada bantuan orang lain.

“Kalau ingin tetap sehat di usia 50 tahun, perawatannya harus dimulai jauh sebelumnya. Bukan baru dilakukan saat sudah terasa nyeri,” tegas Nadia. 

Ia pun mengingatkan bahwa mobilitas dasar sangat ditentukan oleh konsistensi perawatan sejak dini. 

“Hal sederhana seperti mengangkat barang atau bergerak bebas itu sangat ditentukan oleh kondisi sendi dan otot,” kata Nadia.

Sebagai penutup, Nadia menekankan pentingnya mengubah paradigma masyarakat: pola hidup sehat seharusnya menjadi identitas dan kebiasaan harian, bukan sekadar respons darurat saat tubuh mulai bermasalah. Pencegahan yang konsisten adalah satu-satunya kunci untuk menjaga kualitas hidup di masa depan. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya