Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Latihan Beban Bikin Anak Pendek Dipastikan Mitos, Justru Perkuat Tulang

Basuki Eka Purnama
13/2/2026 17:18
Latihan Beban Bikin Anak Pendek Dipastikan Mitos, Justru Perkuat Tulang
Ilustrasi(Freepik)

ANGGAPAN bahwa latihan angkat beban dapat menghambat pertumbuhan tinggi badan anak atau menyebabkan tubuh menjadi pendek masih melekat kuat di masyarakat. Namun, pakar kesehatan olahraga menegaskan bahwa stigma tersebut tidak memiliki dasar medis yang kuat.

Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, dr. Andhika Raspati, Sp.KO, menjelaskan bahwa latihan beban pada anak tidak akan membuat mereka tumbuh pendek. 

Menurutnya, kekhawatiran orangtua selama ini lebih banyak dipicu oleh pengamatan visual terhadap postur tubuh atlet profesional di bidang angkat besi.

“Pengamatan saya banyak orang yang merasa dan punya stigma bahwa latihan beban akan bikin anak pendek, karena melihat atlet-atlet angkat beban atau besi itu pendek-pendek badannya, jadi langsung berasumsi. Padahal enggak,” ujar Andhika, dikutip Jumat (13/2).

Faktor Efisiensi, Bukan Efek Latihan

Lebih lanjut, lulusan spesialis kedokteran olahraga Universitas Indonesia ini meluruskan logika di balik postur pendek para atlet angkat besi. 

Ia menjelaskan bahwa fenomena tersebut adalah bentuk seleksi alam dalam olahraga, bukan hasil dari latihan beban itu sendiri.

Atlet dengan postur yang lebih pendek dianggap jauh lebih efisien dalam cabang olahraga angkat besi karena jarak angkatan dari lantai ke atas relatif lebih pendek. 

Hal inilah yang membuat para pelatih cenderung merekrut atlet bertubuh pendek demi mengejar prestasi maksimal. Jadi, bukan latihan beban yang membuat tubuh mereka pendek, melainkan postur pendeklah yang dicari untuk menjadi atlet angkat besi.

Manfaat dan Pengaturan Dosis

Alih-alih menghambat pertumbuhan, Andhika mengungkapkan bahwa latihan beban justru memberikan manfaat signifikan bagi anak-anak. 

Latihan ini membantu pertumbuhan tulang agar menjadi lebih kuat, padat, dan mampu menopang tinggi badan dengan lebih optimal.

Selain itu, penguatan otot sejak dini sangat berperan dalam mencegah risiko cedera, terutama bagi anak-anak yang aktif atau yang juga berprofesi sebagai atlet junior.

“Makanya kenapa latihan beban itu juga bisa dipakai buat mengoptimalkan massa otot sama membantu buat mencegah cedera juga. Orang yang ototnya kuat itu enggak rentan cedera, dengan latihan otot, penguatan, stabilitas itu akan mengurangi risikonya,” imbuhnya.

Meski diperbolehkan, Andhika memberikan catatan penting mengenai metode pelaksanaannya. Faktor genetik dan pola hidup tetap menjadi penentu utama tinggi badan anak, namun latihan fisik harus disesuaikan dengan kapasitas tubuh mereka.

“Dengan porsi yang tepat justru memberikan latihan penguatan otot penguatan tulang buat anak bahkan dari mulai umur 8-9 tahun bagus. Tapi tadi dosisnya yang mesti diatur enggak bisa sama kayak kita yang sudah dewasa,” pungkas Andhika. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya