Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGAPAN bahwa latihan angkat beban dapat menghambat pertumbuhan tinggi badan anak atau menyebabkan tubuh menjadi pendek masih melekat kuat di masyarakat. Namun, pakar kesehatan olahraga menegaskan bahwa stigma tersebut tidak memiliki dasar medis yang kuat.
Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, dr. Andhika Raspati, Sp.KO, menjelaskan bahwa latihan beban pada anak tidak akan membuat mereka tumbuh pendek.
Menurutnya, kekhawatiran orangtua selama ini lebih banyak dipicu oleh pengamatan visual terhadap postur tubuh atlet profesional di bidang angkat besi.
“Pengamatan saya banyak orang yang merasa dan punya stigma bahwa latihan beban akan bikin anak pendek, karena melihat atlet-atlet angkat beban atau besi itu pendek-pendek badannya, jadi langsung berasumsi. Padahal enggak,” ujar Andhika, dikutip Jumat (13/2).
Lebih lanjut, lulusan spesialis kedokteran olahraga Universitas Indonesia ini meluruskan logika di balik postur pendek para atlet angkat besi.
Ia menjelaskan bahwa fenomena tersebut adalah bentuk seleksi alam dalam olahraga, bukan hasil dari latihan beban itu sendiri.
Atlet dengan postur yang lebih pendek dianggap jauh lebih efisien dalam cabang olahraga angkat besi karena jarak angkatan dari lantai ke atas relatif lebih pendek.
Hal inilah yang membuat para pelatih cenderung merekrut atlet bertubuh pendek demi mengejar prestasi maksimal. Jadi, bukan latihan beban yang membuat tubuh mereka pendek, melainkan postur pendeklah yang dicari untuk menjadi atlet angkat besi.
Alih-alih menghambat pertumbuhan, Andhika mengungkapkan bahwa latihan beban justru memberikan manfaat signifikan bagi anak-anak.
Latihan ini membantu pertumbuhan tulang agar menjadi lebih kuat, padat, dan mampu menopang tinggi badan dengan lebih optimal.
Selain itu, penguatan otot sejak dini sangat berperan dalam mencegah risiko cedera, terutama bagi anak-anak yang aktif atau yang juga berprofesi sebagai atlet junior.
“Makanya kenapa latihan beban itu juga bisa dipakai buat mengoptimalkan massa otot sama membantu buat mencegah cedera juga. Orang yang ototnya kuat itu enggak rentan cedera, dengan latihan otot, penguatan, stabilitas itu akan mengurangi risikonya,” imbuhnya.
Meski diperbolehkan, Andhika memberikan catatan penting mengenai metode pelaksanaannya. Faktor genetik dan pola hidup tetap menjadi penentu utama tinggi badan anak, namun latihan fisik harus disesuaikan dengan kapasitas tubuh mereka.
“Dengan porsi yang tepat justru memberikan latihan penguatan otot penguatan tulang buat anak bahkan dari mulai umur 8-9 tahun bagus. Tapi tadi dosisnya yang mesti diatur enggak bisa sama kayak kita yang sudah dewasa,” pungkas Andhika. (Ant/Z-1)
Persepsi ini lahir dari cara pandang lama yang mengabaikan prinsip gizi seimbang. Padahal ukuran kesehatan tidak bisa hanya dilihat dari tampilan fisik semata.
Paparan gawai pada fase krusial pertumbuhan (usia 5 hingga 15 tahun) berisiko memicu gangguan tumbuh kembang yang menetap hingga dewasa.
Skrining pendengaran pada anak sejak dini menjadi kunci vital dalam menjaga kualitas hidup dan fungsi komunikasi buah hati.
Fungsi pendengaran memiliki kaitan erat dengan kemampuan bicara anak.
Orangtua diimbau untuk tidak membawa anak ke tempat yang terlalu padat guna meminimalisir risiko infeksi.
Kunci utama keberhasilan aturan pembatasan gawai bukan hanya pada larangan, melainkan pada keteladanan orangtua sebagai role model.
Persepsi ini lahir dari cara pandang lama yang mengabaikan prinsip gizi seimbang. Padahal ukuran kesehatan tidak bisa hanya dilihat dari tampilan fisik semata.
Bluetooth memancarkan gelombang radio atau radio frequency (RF) yang masuk dalam kategori radiasi non-ionisasi.
Benarkah gerhana bulan tanda bencana? Simak 5 mitos gerhana bulan dari berbagai budaya dunia, mulai dari naga langit hingga jaguar, serta fakta astronominya.
Siapa sangka, golongan darah ternyata ikut berkaitan dengan risiko serangan jantung. Ini bukan mitos kesehatan.
Isu yang kerap beredar di masyarakat tersebut berkaitan dengan infeksi parasit Toxoplasma gondii, bukan karena kucing itu sendiri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved