Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SAAT berbicara tentang gigi dan tulang, maka bisa saja memutuskan gigi adalah bagian dari tulang. Hal ini sangat wajar karena keduanya berwarna putih, tekstur keras, mengandung kalsium. Namun, dari berbagai aspek, keduanya justru memiliki fungsi dan struktur yang berlainan. Karakteristik itu sering menciptakan kebingungan faktual bahwa gigi dan tulang berbeda.
Mengutip colgate.com, dari segi pembentuknya, gigi memiliki jaringan pembentuk yang keras dan lunak. Struktur keras itu terdiri dari enamel, dentin, dan sementum. Enamel terbuat dari kalsium fosfat, teksturnya lebih keras dari tulang. Lalu dentin dengan komponen mineral (hidroksiapatit), kolagen, dan air. Kemudian sementum tersusun dari kolagen tipe I dan protein polisakarida, berfungsi untuk melekatkan gigi di rahang. Sedangkan bagian lunak adalah pulpa, mengandung jaringan ikat, saraf, dan pembuluh darah.
Setelah tahu kandungan penyusun dari gigi, apa yang membedakan gigi dan tulang:
Mengutip Dalton Family Dentistry, gigi terbentuk dari jaringan yang berasal dari lapisan ektoderm (seperti lapisan kulit dan saraf) melalui sel-neural crest, sedangkan tulang berasal dari lapisan mesoderm (jaringan tengah embrio). Karena asal yang berbeda, struktur dan fungsi biologisnya pun berbeda secara mendasar. Gigi tetap dalam bentuk yang telah terbentuk setelah pertumbuhan permanennya selesai, tidak mengalami remodeling seperti tulang, sehingga sekali email gigi rusak, tidak bisa memperbaiki dirinya secara alami.
Gigi berfungsi melembutkan makanan saat memasuki saluran pencernaan, selain menghasilkan suara. Maka gigi masuk bagian dari sistem pencernaan. Sedangkan tulang memberi struktur, dukungan bagi tubuh, perlekatan bagi sistem otot, serta melindungi organ vital. Gigi pun ditopang tulang rahang agar bisa menjalankan fungsinya.
Gigi terbentuk selama perkembangan hidup manusia, bahkan mulai dari janin. Pada masa itu dan saat anak-anak, gigi memiliki sel ameloblas dan odontoblas yang membentuk email dan dentin. Saat masa itu selesai, sel-sel itu mati, maka gigi disebut jaringan mati.
Namun, tulang bisa memperbarui diri dengan kandungan osteoblas dan osteoklas untuk membangun tulang baru dan mengurai jaringan tua. Maka saat seseorang mengalami patah tulang, tulang dapat pulih. Tulang adalah jaringan hidup dan beradaptasi dengan perubahan tubuh.
Itulah mengapa gigi bukanlah tulang. Kandungan, susunan, dan fungsi sangat membedakan kedua bagi dari tubuh kita itu. Meski berbeda, keduanya juga punya peran penting bagi tubuh. (livescience/colgate/daltonfamilydentistry/Z-2)
Gigi orang dewasa seharusnya berada dalam kondisi stabil karena didukung oleh jaringan periodontal dan tulang rahang yang kuat.
Ketiga masalah itu adalah ketidakharmonisan susunan gigi (maloklusi), gigi berlubang, serta masih rendahnya kesadaran akan perawatan gigi preventif secara rutin.
Peradangan kronis pada gigi dan gusi bukan sekadar rasa nyeri, melainkan proses biologis yang memengaruhi pembuluh darah.
Durasi dan teknik penyikatan yang tepat adalah kunci utama kesehatan gigi dan gusi yang menyeluruh.
Selain teknik pembersihan gigi, edukasi kesehatan rongga mulut juga harus mencakup aspek gaya hidup, terutama pola makan.
TIM MedIsAid menemukan tingginya persentase kasus gigi berlubang pada anak-anak. Banyak siswa mengalami ketidaknyamanan saat makan maupun belajar akibat masalah gigi yang tidak tertangani.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved