Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Ini Strategi Menjaga Kesegaran Mulut dan Gigi Selama Berpuasa

Basuki Eka Purnama
20/2/2026 04:46
Ini Strategi Menjaga Kesegaran Mulut dan Gigi Selama Berpuasa
Ilustrasi(Freepik)

MASALAH bau mulut sering kali menjadi kendala bagi umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), drg. Usman Sumantri, M.K.M, membagikan sejumlah tips medis untuk menjaga kesehatan rongga mulut agar tetap segar sepanjang hari.

Menurut Usman, aroma tidak sedap saat berpuasa dipicu oleh penurunan produksi air liur (saliva). Kondisi mulut yang kering menciptakan lingkungan yang ideal bagi bakteri untuk berkembang biak lebih cepat di dalam rongga mulut. 

Namun, ia menegaskan bahwa kondisi ini bisa diminimalkan dengan kedisiplinan menjaga kebersihan gigi dan mulut.

"Mencegahnya antara lain dengan menyikat gigi secara teratur, terutama setelah sahur dan sebelum tidur, membersihkan lidah, karena banyak bakteri penyebab bau mulut berada di permukaan lidah," ujar Usman, dikutip Jumat (20/2).

Pola Kebersihan dan Hidrasi

Selama menjalankan ibadah di bulan Ramadan, rutinitas menyikat gigi sebaiknya dilakukan minimal dua kali sehari. 

Selain itu, penggunaan benang gigi (dental floss) sangat disarankan untuk menjangkau sela-sela gigi yang tidak tersentuh sikat. Jika diperlukan, penggunaan obat kumur bebas alkohol dapat membantu menjaga kelembapan mulut.

Usman juga meluruskan keraguan masyarakat terkait hukum menyikat gigi saat berpuasa. 

"Menyikat gigi saat puasa tidak membatalkan puasa, selama tidak menelan air atau pasta gigi," tuturnya. 

Ia merekomendasikan waktu terbaik untuk membersihkan gigi adalah setelah berbuka puasa, sebelum tidur malam, dan setelah sahur.

Selain tindakan fisik, asupan cairan memainkan peran vital. Memperbanyak konsumsi air putih saat jendela waktu berbuka dan sahur sangat penting untuk mencegah dehidrasi yang mengakibatkan mulut kering.

Pengaturan Pola Makan

Pemilihan menu makanan juga berpengaruh signifikan terhadap aroma napas. Dokter Usman menyarankan masyarakat untuk menghindari makanan dengan bau menyengat seperti petai, jengkol, atau bawang mentah. 

Makanan tinggi gula juga perlu dibatasi karena memicu pertumbuhan bakteri, sementara makanan berlemak tinggi dapat memperlambat proses pencernaan yang berujung pada aroma napas yang kurang sedap.

"Minuman berkafein seperti kopi, teh berlebihan, karena dapat menyebabkan mulut kering," tambahnya. 

Sebagai gantinya, ia menyarankan konsumsi buah dan sayur yang lebih banyak karena serat alami di dalamnya mampu merangsang produksi air liur.

Terakhir, Usman mengingatkan agar masyarakat tidak menjilat bibir saat merasa kering. Sifat air liur yang mudah menguap justru akan membuat kelembapan bibir tertarik keluar dan menjadi semakin kering. 

Penggunaan pelembap bibir yang aman dan pemeriksaan rutin ke dokter gigi setiap enam bulan sekali tetap menjadi langkah pencegahan jangka panjang yang utama. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya