Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Diduga akibat Pijat Kretek, Wanita Ini Alami Lima Kali Strok

Ficky Ramadhan
22/11/2025 15:34
Diduga akibat Pijat Kretek, Wanita Ini Alami Lima Kali Strok
Ilustrasi(Dok Ist)

SEORANG wanita asal Amerika Serikat, Haley Schoen, 30, mengalami trauma usai terserang lima kali stroke, yang diduga akibat "pijat kretek" atau manipulasi tulang leher.

Peristiwa ini bermula pada Januari 2019, saat Haley mengalami nyeri hebat setelah melompat dari dinding panjat tebing dalam ruangan setinggi 4,5 meter. Ia mengira rasa sakit tersebut hanyalah saraf terjepit akibat insiden tersebut.

Namun, beberapa hari kemudian, seorang rekan kerja menyadari bahwa cara berjalan Haley terlihat berbeda dan menyarankannya untuk menjalani pemeriksaan medis.

Haley akhirnya mengunjungi seorang chiropractor, profesional yang menangani masalah muskuloskeletal dan saraf. Ia menjalani tiga sesi perawatan, namun pada sesi terakhir ia merasakan tekanan kuat di bagian leher.

Merasa tidak ada yang serius, Haley mengabaikan rasa tidak nyaman tersebut. Namun sesampainya di rumah, ia mengalami perubahan emosi yang ekstrem dan terus menangis tanpa sebab. Kondisinya pubmemburuk hingga ia harus dilarikan ke rumah sakit.

Di rumah sakit, dokter menemukan bahwa Haley mengalami diseksi arteri vertebralis bilateral atau robekan pada arteri di kedua sisi leher yang menyebabkan dirinya mengalami empat kali stroke. Stroke kelima terjadi ketika ia masih menjalani perawatan.

"Dokter tidak bisa memastikan penyebab pastinya, tapi mereka tahu saya mengalami total lima stroke saat panjat tebing dan selama perawatan," kata Haley, dikutip dari The Sun, Sabtu (22/11).

"Saya bersyukur, stroke kelima terjadi di rumah sakit karena bisa saja berakibat fatal," sambungnya.

Menurut dokter, salah satu robekan arteri kemungkinan besar disebabkan oleh lompatan saat panjat tebing, sementara robekan lainnya diduga terjadi setelah pijat di bagian leher.

Robekan tersebut membuat aliran darah menjadi tidak stabil dan memicu stroke di kedua sisi otaknya. Kondisi itu membuat Haley harus belajar berjalan kembali, dilarang bekerja, dan tidak diizinkan mengemudi.

Haley menyebut pengalaman yang dialaminya sangat mengguncang. Hingga kini, ia masih mengalami gangguan persepsi kedalaman dan mudah merasa gelisah. Meski begitu, ia tidak menyalahkan chiropractor yang menanganinya.

"Saya tidak menyalahkan chiropractor, tapi saya ingin orang lebih meningkatkan kesadaran. Jangan izinkan melakukan sesi tersebut, jika Anda ragu," tutur Haley.

"Dokter bilang diseksi arteri vertebralis cukup sering terjadi setelah pijat tersebut," pungkasnya.

Melalui kisahnya, Haley berharap masyarakat lebih waspada terhadap risiko yang dapat muncul dari manipulasi intens pada leher, terutama jika memiliki kondisi tertentu atau pernah mengalami cedera sebelumnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya