Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

AS Resmi Keluar dari WHO, Trump Hentikan Total Pendanaan

Ferdian Ananda Majni
23/1/2026 16:19
AS Resmi Keluar dari WHO, Trump Hentikan Total Pendanaan
Presiden Amerika, Donald Trump.(AFP)

AMERIKA Serikat (AS) resmi mengakhiri keanggotaannya di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) per Januari 2026. Langkah ini merupakan realisasi dari perintah eksekutif Presiden Donald Trump yang menilai lembaga tersebut gagal menangani pandemi Covid-19 dan hanya menghabiskan anggaran negara.

Dalam pernyataan bersama Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS) serta Departemen Luar Negeri AS, Washington menegaskan hanya akan mempertahankan kerja sama sangat terbatas selama masa transisi. "Kami tidak memiliki rencana untuk berpartisipasi sebagai pengamat, dan kami juga tidak memiliki rencana untuk bergabung kembali," tegas seorang pejabat senior kesehatan AS.

Sengketa Iuran dan Penghentian Dana

Berdasarkan ketentuan hukum, penarikan diri seharusnya disertai pemberitahuan satu tahun dan pelunasan iuran sebesar US$260 juta. Namun, pemerintah AS menolak syarat tersebut. "Rakyat Amerika telah membayar lebih dari cukup," ujar juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Kamis (22/1).

HHS juga merilis dokumen yang mengonfirmasi bahwa seluruh kontribusi pendanaan pemerintah AS kepada WHO telah dihentikan total. Lawrence Gostin, pakar hukum kesehatan global dari Universitas Georgetown, menyebut langkah ini sebagai pelanggaran hukum AS. "Tetapi Trump sangat mungkin lolos begitu saja," ujarnya.

Dampak Finansial Serius bagi WHO

Sebagai kontributor terbesar yang menyumbang 18% dari total anggaran WHO, hengkangnya AS memberikan pukulan telak. Saat ini, WHO dilaporkan telah memangkas separuh jajaran manajemennya dan berencana mengurangi seperempat jumlah staf hingga pertengahan tahun ini akibat krisis anggaran.

Simbolisme keluarnya AS terlihat di Jenewa, Swiss, di mana bendera Amerika Serikat dilaporkan telah diturunkan dari depan kantor pusat WHO. Filantrop global Bill Gates menyayangkan keputusan ini. "Dunia membutuhkan Organisasi Kesehatan Dunia," kata Gates seraya berjanji akan terus mendorong AS untuk bergabung kembali.

Risiko Keamanan Kesehatan

Keluarnya AS diprediksi akan melemahkan sistem deteksi dini penyakit global. Kelly Henning dari Bloomberg Philanthropies menilai kebijakan ini berisiko besar bagi kolaborasi internasional dalam merespons ancaman kesehatan masa depan.

Di sisi lain, Trump justru mendorong inisiatif baru bernama Board of Peace yang dinilai para pengamat dapat menggerus peran PBB secara keseluruhan dalam sistem multilateral global. (CNBC/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya