Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Pasca Sarjana Universitas YARSI Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan kasus demam berdarah dengue (DBD) terus meningkat setiap tahunnya. Bukan hanya di Indonesia melainkan di dunia.
Per 10 September 2023 Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa angka dengue di Indonesia meningkat. Angka kejadiannya sekitar 25.000/100.000 penduduk di tahun 2012 menjadi 52.000/100.000 penduduk di tahun 2022.
"Bahkan, di negara kita kenaikan ini tidak hanya terjadi pada kasus dengue, tapi juga terjadi pada kasus kematian. Tercatat, di tahun 2018 case fatality rate dengue negara kita sebesar 0,71%, yang meningkat jadi 0,86% di tahun 2022," kata Tjandra, Senin (11/9).
Baca juga : IAKMI Sebut Vaksin Dengue Efektif Turunkan Risiko Kasus DBD di Indonesia
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa insidensi dengue meningkat secara dramatis dalam beberapa tahun terakhir di dunia, meningkat dari 505.430 kasus di tahun 2000 melonjak menjadi 5,2 juta pada 2019.
"Jadi memang harus diketahui juga bahwa cukup banyak kasus yang tidak terdiagnosis dengan baik dan hanya disebut sebagai penyakit demam (febrile illnesses). Satu penelitian lain lagi bahkan menyebutkan bahwa ada sekitar 3,9 miliar penduduk dunia yang berisiko terinfeksi virus dengue," ujar dia.
Baca juga : Kemenkes Waspadai El nino Sebabkan Peningkatan Kasus Dengue
Sebelumnya, Wakil Menteri Kesehatan, Prof. Dante Saksono Harbuwono menekankan bahwa mengantisipasi terjadinya kenaikan kasus yang lebih tinggi, pemerintah telah menggalakkan gerakan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J). G1R1J merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat untuk mengendalikan penyakit vektor di lingkungan rumahnya sendiri.
"Melalui program ini, masyarakat diajak untuk meluangkan waktu 1 menit di jam 10 pagi selama 10 minggu berturut-turut. Jadi program ini pada prinsipnya dari masyarakat untuk masyarakat," ujar Dante.
G1R1J, lanjut Wamenkes, akan diperkuat dengan inovasi pencegahan dan pengendalian dengue seperti vaksin dengue yang telah terbukti efektif dan efisien dalam mencegah DBD.
"Saat ini terdapat dua jenis vaksin dengue yang sudah mendapat izin penggunaan dari Badan POM dan telah beredar di masyarakat. Dua vaksin tersebut yakni vaksin Dengvaxia dan vaksin Qdenga," tuturnya.
Sementara itu menurut WHO maka pencegahan dan pengendalian dengue utamanya bergantung pada pengendalian vektor, karena jika sudah jatuh sakit maka tidak ada obat yang spesifik untuk membunuh virus dengue (DENV).
Deteksi awal dan akses pada pelayanan kesehatan yang baik juga menjadi faktor untuk menurunkan angka kematian, apalagi kalau diberitakan bahwa Indonesia target bersama mencapai nol kematian akibat dengue di tahun 2030. Jadi, pengendalian dengue memang harus bersifat menyeluruh.
"Tentang vaksin yang akan digunakan di negara kita, disebutkan bahwa saat ini terdapat dua jenis vaksin dengue. Kalau kita lihat data WHO Maret 2023 maka jelas disebutkan bahwa sejauh ini satu vaksin yaitu Dengvaxia sudah di setujui dan mendapat lisensi di berbagai negara," kata Tjandra.
Di Amerika Serikat juga hanya satu vaksin dengue yang digunakan dan di approved oleh Center of Disease Control and Prevention (CDC), yaitu Dengvaxia. (Z-4)
Kementerian Kesehatan menerapkan teknologi Wolbachia untuk menekan penyebaran demam berdarah dengue (DBD).
Data menunjukkan bahwa kelompok umur 15-44 tahun menyumbang 42% dari total kasus dengue, sementara 41% kematian justru ditemukan pada anak-anak usia 5-14 tahun.
Case fatality rate (CFR) atau jumlah angka kematian karena demam berdarah dengue (DBD) menurun signifikan dari 2021 di kisaran 0,9%, menjadi 0,4% pada 2025.
Kawasan Asia Tenggara telah lama menjadi episentrum global penularan dengue. Berdasarkan data terbaru, hampir 400.000 kasus dilaporkan di wilayah ini sepanjang 2025.
Indonesia mencatatkan capaian signifikan dalam upaya pencegahan angka kematian dari kasus demam berdarah (DBD).
Selain DBD, Rano juga menyoroti masih tingginya kasus tuberkulosis (TBC) di Jakarta. DKI Jakarta masih berada di peringkat delapan nasional untuk kasus TBC.
Data menunjukkan bahwa kelompok umur 15-44 tahun menyumbang 42% dari total kasus dengue, sementara 41% kematian justru ditemukan pada anak-anak usia 5-14 tahun.
Target Nol Kematian Dengue 2030 Dinilai Masih Penuh Tantangan
Kawasan Asia Tenggara telah lama menjadi episentrum global penularan dengue. Berdasarkan data terbaru, hampir 400.000 kasus dilaporkan di wilayah ini sepanjang 2025.
Pada 2025, tercatat 161.752 kasus Dengue dengan 673 kematian yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Hingga 1 Desember 2025, Kementerian Kesehatan RI mencatat 139.298 kasus dengue secara nasional dengan 583 kematian.
ECDC mencatat lebih dari 5 juta kasus demam berdarah dengue (DBD) secara global sepanjang Januari hingga Desember 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved