Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DEMAM berdarah dengue (DBD) menjadi ancaman sepanjang tahun. Sebagai negara endemis, dengue bukan penyakit musiman. Dengue masih menjadi tantangan besar dalam sistem kesehatan Indonesia. Sejumlah faktor turut memperparah penyebaran penyakit DBD yakni tingginya mobilitas penduduk, perubahan iklim, dan urbanisasi. Oleh karena itu, pendekatan holistik diperlukan untuk mencegah penyakit tersebut.
Hal itu disampaikan Direktur Penyakit Menular, Kementerian Kesehatan Ina Agustina Isturini.
Menurutnya penanggulangan dengue harus lebih sistematis dan berbasis data. Saat ini, ujar dia, pemerintah daerah mulai melakukan upaya mencegah serta menekan angka dengue di daerah mereka. Salah satunya, sambung dia, melalui vaksinasi yang menyasar anak-anak sebagai kelompok paling terdampak DBD.
"Untuk mencapai tujuan besar yaitu nol kematian akibat dengue pada 2030 diperlukan langkah yang lebih taktis, aplikatif, dan adaptif," ujarnya melalui keterangan, Rabu (25/6).
Sepanjang tahun 2024, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat sebanyak 257.271 kasus dengue dengan 1.461 kematian di seluruh Indonesia. Selain itu data pada Juanuari 2025 sampai dengan 12 Juni 2025, terdapat 67.030 kasus dengue dengan 297 kematian. Pemerintah daerah, sambung dia, dapat mengurangi beban penyakit ini.
Beban Penyakit Dengue
Hal itu diakui pemerintah Kabupaten Kutai Kertanegara. Edi Damansyah, Bupati Kabupaten Kutai Kartanegarainisiatif mengatakan di Provinsi Kalimantan Timur, dengue terjadi di seluruh kabupaten/kota. Ia mencontohkan tahun 2024, Dinas Provinsi Kalimantan Timur mencatat sebanyak 10.571 kasus dengue dengan jumlah kematian 22 kasus. Adapun Kutai Kartanegara, kata dia, menempati posisi jumlah kasus tertinggi yaitu sebanyak 2.802 kasus.
"Sebagai bagian dari upaya preventif di tengah tingginya beban dengue di daerah kami. Kami meyakini bahwa penanggulangan dengue tidak bisa hanya bergantung pada satu pendekatan. Diperlukan strategi yang lebih kuat, mulai dari edukasi, pemberdayaan masyarakat, pengendalian vektor, hingga perlindungan melalui vaksinasi," ujar Edi.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur Jaya Mualimin menjelaskan vaksinasi dengue di Kabupaten Kutai Kartanegara merupakan langkah lanjutan. Sebelumnya dilakukan vaksinasi pada dua kota besar di provinsi tersebut.
“Keberhasilan pelaksanaan vaksinasi dengue di Balikpapan dan Samarinda, dengan cakupan vaksinasi yang mencapai hampir 100 persen pada kelompok sasaran. Hasil sementara menunjukkan bahwa anak-anak yang telah menerima vaksinasi tidak mengalami infeksi dengue," ucap dia.
Dalam pencegahan dengue, menurutnya perlu juga adanya program pengendalian vektor, seperti Gerakan 3M Plus, Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik, dan edukasi lintas sektor. Hal itu, tegasnya, tetap dijalankan secara konsisten. Sedangkan vaksinasi guna melengkapi program tersebut.
"Target penurunan insiden menjadi kurang dari 10 per 100.000 penduduk, dan mencapai nol kematian akibat dengue pada tahun 2030,” jelasnya.
Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines Andreas Gutknecht menekankan pentingnya pencegahan sebagai upaya menurunkan angka keparahan dan kematian akibat dengue. “Hingga hari ini, dengue masih menjadi ancaman nyata dan belum ada obat yang secara khusus dapat menyembuhkannya. Kami menyadari bagaimana penyakit ini memengaruhi ribuan keluarga setiap tahunnya. (H-4)
Selain DBD, Rano juga menyoroti masih tingginya kasus tuberkulosis (TBC) di Jakarta. DKI Jakarta masih berada di peringkat delapan nasional untuk kasus TBC.
Kasus leptospirosis di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, meningkat tajam sepanjang 2025. Sebaliknya, kasus demam berdarah dengue (DBD) justru mengalami penurunan.
ECDC mencatat lebih dari 5 juta kasus demam berdarah dengue (DBD) secara global sepanjang Januari hingga Desember 2025.
Vaksin yang sedang diuji adalah V181-005, sebuah formulasi baru yang berpotensi memberikan perlindungan yang lebih cepat dan efisien.
Berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR), selama Januari hingg 30 Oktober 2025 angka demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia mencapai 131.393 kasus.
Kementerian Kesehatan memperkuat kewaspadaan terhadap peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) di musim hujan.
Hingga 1 Desember 2025, Kementerian Kesehatan RI mencatat 139.298 kasus dengue secara nasional dengan 583 kematian.
ECDC mencatat lebih dari 5 juta kasus demam berdarah dengue (DBD) secara global sepanjang Januari hingga Desember 2025.
Kementerian Kesehatan memperkuat kewaspadaan terhadap peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) di musim hujan.
Hasil anti-dengue virus serotipe 2 yang menjanjikan untuk dapat membuka jalan baru untuk penelitian pengobatan DBD.
Dokter spesialis penyakit dalam mengatakan orang dewasa yang memiliki komorbid atau penyakit penyerta punya risiko keparahan yang lebih tinggi saat terkena demam berdarah dengue atau DBD
DALAM kegiatan pengabdian masyarakat Mahasiswa Membangun Desa (MMD) dari Universitas Brawijaya (UB) melakukan pemeriksaan jentik nyamuk cegah demam berdarah dengue (dbd)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved