Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
EUROPEAN Centre for Disease Prevention and Control (ECDC) mencatat lebih dari 5 juta kasus demam berdarah dengue (DBD) secara global sepanjang Januari hingga Desember 2025. Dari jumlah tersebut, tercatat lebih dari 3.000 kematian di 106 negara dan teritori yang tersebar di Eropa, Amerika, Asia Tenggara, Pasifik Barat, Timur Tengah, hingga Afrika.
Pola penyebaran dengue pada 2025 menunjukkan tren yang bervariasi antarwilayah. Sejumlah negara mengalami penurunan kasus, sementara negara lain mencatat peningkatan musiman yang signifikan.
Wilayah Amerika menjadi kontributor kasus terbesar secara global. Hingga minggu ke-46 tahun 2025, tercatat lebih dari 4,2 juta kasus dengue, dengan 38% di antaranya terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium.
Puncak kasus terjadi pada minggu ke-12 hingga ke-14, sebelum akhirnya menurun dan relatif stabil. Meski jumlah kasus 67 persen lebih rendah dibanding periode yang sama tahun 2024, angka ini masih 9 persen lebih tinggi dibanding rata-rata lima tahun terakhir.
Di kawasan Afrika, hingga awal Desember 2025 tercatat lebih dari 58.000 kasus dan sekitar 100 kematian akibat demam berdarah. Laporan berasal dari 11 negara, antara lain Burkina Faso, Cabo Verde, Komoro, Guinea, Kenya, Mali, Mauritania, Mauritius, Nigeria, Senegal, dan Sudan.
Jumlah ini mengalami penurunan signifikan dibanding tahun 2024, ketika Afrika mencatat lebih dari 150.000 kasus dengue.
Sejumlah negara Asia menunjukkan dinamika kasus yang berbeda-beda sepanjang 2025:
Di Indonesia, hingga September 2025, tercatat 122.110 kasus demam berdarah. Meski angka ini mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun 2024, demam berdarah tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat serius karena berpotensi menimbulkan komplikasi berat hingga kematian jika tidak ditangani secara cepat dan tepat.
Berdasarkan data ECDC, Indonesia menempati peringkat kedua tertinggi kasus dengue di Asia Tenggara pada 2025.
Kementerian Kesehatan menerapkan teknologi Wolbachia untuk menekan penyebaran demam berdarah dengue (DBD).
Data menunjukkan bahwa kelompok umur 15-44 tahun menyumbang 42% dari total kasus dengue, sementara 41% kematian justru ditemukan pada anak-anak usia 5-14 tahun.
Case fatality rate (CFR) atau jumlah angka kematian karena demam berdarah dengue (DBD) menurun signifikan dari 2021 di kisaran 0,9%, menjadi 0,4% pada 2025.
Kawasan Asia Tenggara telah lama menjadi episentrum global penularan dengue. Berdasarkan data terbaru, hampir 400.000 kasus dilaporkan di wilayah ini sepanjang 2025.
Indonesia mencatatkan capaian signifikan dalam upaya pencegahan angka kematian dari kasus demam berdarah (DBD).
Selain DBD, Rano juga menyoroti masih tingginya kasus tuberkulosis (TBC) di Jakarta. DKI Jakarta masih berada di peringkat delapan nasional untuk kasus TBC.
Pada Januari dilaporkan terjadi 54 kasus DBD. Jumlahnya turun signifikan dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Dinas Kesehatan Garut masih melakukan edukasi kepada masyarakat supaya kasus DBD dapat ditekan dan menceggah ada korban jiwa.
Data menunjukkan bahwa kelompok umur 15-44 tahun menyumbang 42% dari total kasus dengue, sementara 41% kematian justru ditemukan pada anak-anak usia 5-14 tahun.
Case fatality rate (CFR) atau jumlah angka kematian karena demam berdarah dengue (DBD) menurun signifikan dari 2021 di kisaran 0,9%, menjadi 0,4% pada 2025.
Kawasan Asia Tenggara telah lama menjadi episentrum global penularan dengue. Berdasarkan data terbaru, hampir 400.000 kasus dilaporkan di wilayah ini sepanjang 2025.
Indonesia mencatatkan capaian signifikan dalam upaya pencegahan angka kematian dari kasus demam berdarah (DBD).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved