Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

5 Juta Kasus Demam Berdarah di Dunia Sepanjang 2025, Indonesia Nomor 2 se-ASEAN

Abi Rama
31/12/2025 17:01
5 Juta Kasus Demam Berdarah di Dunia Sepanjang 2025, Indonesia Nomor 2 se-ASEAN
Kasus Demam Berdarah di Dunia.(Freepik)

EUROPEAN Centre for Disease Prevention and Control (ECDC) mencatat lebih dari 5 juta kasus demam berdarah dengue (DBD) secara global sepanjang Januari hingga Desember 2025. Dari jumlah tersebut, tercatat lebih dari 3.000 kematian di 106 negara dan teritori yang tersebar di Eropa, Amerika, Asia Tenggara, Pasifik Barat, Timur Tengah, hingga Afrika.

Pola penyebaran dengue pada 2025 menunjukkan tren yang bervariasi antarwilayah. Sejumlah negara mengalami penurunan kasus, sementara negara lain mencatat peningkatan musiman yang signifikan.

Situasi Demam Berdarah di Benua Amerika

Wilayah Amerika menjadi kontributor kasus terbesar secara global. Hingga minggu ke-46 tahun 2025, tercatat lebih dari 4,2 juta kasus dengue, dengan 38% di antaranya terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium.

Puncak kasus terjadi pada minggu ke-12 hingga ke-14, sebelum akhirnya menurun dan relatif stabil. Meski jumlah kasus 67 persen lebih rendah dibanding periode yang sama tahun 2024, angka ini masih 9 persen lebih tinggi dibanding rata-rata lima tahun terakhir.

Kasus Dengue di Afrika Menurun Dibanding 2024

Di kawasan Afrika, hingga awal Desember 2025 tercatat lebih dari 58.000 kasus dan sekitar 100 kematian akibat demam berdarah. Laporan berasal dari 11 negara, antara lain Burkina Faso, Cabo Verde, Komoro, Guinea, Kenya, Mali, Mauritania, Mauritius, Nigeria, Senegal, dan Sudan.

Jumlah ini mengalami penurunan signifikan dibanding tahun 2024, ketika Afrika mencatat lebih dari 150.000 kasus dengue.

Perkembangan Demam Berdarah di Asia

Sejumlah negara Asia menunjukkan dinamika kasus yang berbeda-beda sepanjang 2025:

  • Bangladesh: Kasus mulai menurun setelah peningkatan sejak Agustus 2025
  • India: Tren meningkat dari Juni hingga Oktober, dengan 91.015 kasus, lebih rendah dibanding periode yang sama 2024
  • Thailand: 51.795 kasus hingga 31 Oktober, tren stabil sejak September setelah puncak Juli
  • Sri Lanka: 45.422 kasus hingga pertengahan November
  • Nepal: 6.967 kasus hingga Oktober, lebih rendah dibanding dua tahun sebelumnya namun menunjukkan peningkatan bulanan
  • Maladewa: Terakhir diperbarui September 2025 dengan 254 kasus, tren meningkat sejak Juni
  • Vietnam: 156.828 kasus dan 32 kematian hingga 20 November, menunjukkan peningkatan dalam beberapa pekan terakhir
  • China: 9.007 kasus hingga akhir Oktober, lebih rendah dibanding periode yang sama 2024

Kasus Demam Berdarah di Indonesia Masih Tinggi

Di Indonesia, hingga September 2025, tercatat 122.110 kasus demam berdarah. Meski angka ini mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun 2024, demam berdarah tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat serius karena berpotensi menimbulkan komplikasi berat hingga kematian jika tidak ditangani secara cepat dan tepat.

Berdasarkan data ECDC, Indonesia menempati peringkat kedua tertinggi kasus dengue di Asia Tenggara pada 2025.

Peringkat Kasus Demam Berdarah di ASEAN 2025

  • Vietnam: 156.828 kasus (tertinggi di ASEAN)
  • Indonesia: 122.110 kasus
  • Thailand: 51.795 kasus
  • Malaysia: 48.766 kasus
  • Laos: 11.261 kasus
  • Singapura: 3.776 kasus (Sumber: European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC)/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya