Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Teknologi Wolbachia Terbukti Efektif Cegah DBD, Negara ASEAN Mulai Kembangkan Teknologi Ini

Asha Bening Rembulan
27/2/2026 11:35
Teknologi Wolbachia Terbukti Efektif Cegah DBD, Negara ASEAN Mulai Kembangkan Teknologi Ini
Ilustrasi(freepik)

KEMENTERIAN Kesehatan menerapkan inovasi teknologi Wolbachia untuk menurunkan penyebaran demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia. Teknologi ini telah masuk ke dalam Strategi Nasional yang dilaksanakan di beberapa kota, yaitu Semarang, Jakarta Barat, Bandung, Kupang, dan Bontang.

Pemanfaatan Teknologi Wolbachia telah dilaksanakan di negara-negara lainnya dan terbukti efektif dalam mencegah penyakit DBD. Efektivitas Wolbachia telah diteliti sejak 2011-2022 oleh World Mosquito Program (WMP) di Yogyakarta dimulai dengan fase kelayakan dan keamanan, fase pelepasan skala terbatas dari nyamuk Aedes aegypti, fase pelepasan skala luas, hingga fase implementasi.

Dari hasil penelitian tersebut, nyamuk Aedes aegypti yang memiliki Wolbachia mampu menurunkan kasus dengue sebesar 77.1%. Bahkan, penerapan teknologi Wolbachia telah direkomendasikan World Health Organization (WHO) untuk pengendalian Dengue semenjak 2021.

Apa itu Nyamuk Wolbachia?

Wolbachia adalah bakteri alami yang muncul pada 50% dari spesies serangga, seperti beberapa nyamuk, lalat buah, ngengat, capung, dan kupu-kupu. Bakteri alami  yang tumbuh dalam nyamuk Aedes aegypti ini mampu menurunkan replikasi virus dengue.

Mekanisme kerja yang utama adalah melalui kompetisi makanan antara virus dan bakteri. Apabila jumlah makanan yang diberikan sedikit maka virus tidak dapat berkembang biak. Nyamuk Aedes aegypti akan dimasukkan bakteri Wolbachia yang memiliki inang aslinya, yaitu Drosophila melanogaster. Dengan kata lain, nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia bukan merupakan organisme hasil modifikasi genetik.

Program Teknologi Wolbachia di ASEAN

Pada perayaan Hari Dengue ASEAN 2018 lalu, negara anggota ASEAN menyambut kolaborasi dengan World Mosquito Program untuk melakukan pencegahan dan pengendalian demam berdarah. World Mosquito Program bekerja sama dengan universitas lokal, peneliti, lembaga pemerintah, dan masyarakat di Indonesia dan Vietnam untuk mengimplementasikan Wolbachia.

Selain di dua negara tersebut, teknologi Wolbachia juga telah dikembangkan di Singapura sejak 2016. Hasil studi lapangan yang mereka lakukan menunjukkan penurunan 50% pada populasi nyamuk Aedes aegypti di lokasi pelepasan nyamuk jantan. Selanjutnya, Singapura akan meningkatkan metodologi pelepasan untuk lanskap perkotaan Singapura.

Laos juga mengumumkan rencana pelepasan nyamuk Wolbachia pada Juli 2025 lalu. Inisiatif ini dipersiapkan melalui pelatihan intensif bagi petugas kesehatan dan penjangkauan masyarakat.

Laos menargetkan 164 desa dalam proyek ini guna menangani ancaman demam berdarah yang semakin meningkat. Ekspansi lebih lanjut terkait program Wolbachia yang mereka lakukan akan dilakukan antara tahun 2026-2028 di empat provinsi lainnya. (ASEAN/Kementerian Kesehatan Republik Indonesia/Save the Children,/Universitas Gadjah Mada/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya