Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Kesehatan menerapkan inovasi teknologi Wolbachia untuk menurunkan penyebaran demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia. Teknologi ini telah masuk ke dalam Strategi Nasional yang dilaksanakan di beberapa kota, yaitu Semarang, Jakarta Barat, Bandung, Kupang, dan Bontang.
Pemanfaatan Teknologi Wolbachia telah dilaksanakan di negara-negara lainnya dan terbukti efektif dalam mencegah penyakit DBD. Efektivitas Wolbachia telah diteliti sejak 2011-2022 oleh World Mosquito Program (WMP) di Yogyakarta dimulai dengan fase kelayakan dan keamanan, fase pelepasan skala terbatas dari nyamuk Aedes aegypti, fase pelepasan skala luas, hingga fase implementasi.
Dari hasil penelitian tersebut, nyamuk Aedes aegypti yang memiliki Wolbachia mampu menurunkan kasus dengue sebesar 77.1%. Bahkan, penerapan teknologi Wolbachia telah direkomendasikan World Health Organization (WHO) untuk pengendalian Dengue semenjak 2021.
Wolbachia adalah bakteri alami yang muncul pada 50% dari spesies serangga, seperti beberapa nyamuk, lalat buah, ngengat, capung, dan kupu-kupu. Bakteri alami yang tumbuh dalam nyamuk Aedes aegypti ini mampu menurunkan replikasi virus dengue.
Mekanisme kerja yang utama adalah melalui kompetisi makanan antara virus dan bakteri. Apabila jumlah makanan yang diberikan sedikit maka virus tidak dapat berkembang biak. Nyamuk Aedes aegypti akan dimasukkan bakteri Wolbachia yang memiliki inang aslinya, yaitu Drosophila melanogaster. Dengan kata lain, nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia bukan merupakan organisme hasil modifikasi genetik.
Pada perayaan Hari Dengue ASEAN 2018 lalu, negara anggota ASEAN menyambut kolaborasi dengan World Mosquito Program untuk melakukan pencegahan dan pengendalian demam berdarah. World Mosquito Program bekerja sama dengan universitas lokal, peneliti, lembaga pemerintah, dan masyarakat di Indonesia dan Vietnam untuk mengimplementasikan Wolbachia.
Selain di dua negara tersebut, teknologi Wolbachia juga telah dikembangkan di Singapura sejak 2016. Hasil studi lapangan yang mereka lakukan menunjukkan penurunan 50% pada populasi nyamuk Aedes aegypti di lokasi pelepasan nyamuk jantan. Selanjutnya, Singapura akan meningkatkan metodologi pelepasan untuk lanskap perkotaan Singapura.
Laos juga mengumumkan rencana pelepasan nyamuk Wolbachia pada Juli 2025 lalu. Inisiatif ini dipersiapkan melalui pelatihan intensif bagi petugas kesehatan dan penjangkauan masyarakat.
Laos menargetkan 164 desa dalam proyek ini guna menangani ancaman demam berdarah yang semakin meningkat. Ekspansi lebih lanjut terkait program Wolbachia yang mereka lakukan akan dilakukan antara tahun 2026-2028 di empat provinsi lainnya. (ASEAN/Kementerian Kesehatan Republik Indonesia/Save the Children,/Universitas Gadjah Mada/Z-2)
DINAS Kesehatan Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, bersama Puskesmas Lewoleba melakukan tindakan pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Lewoleba Barat, Selasa (18/11).
Virus ini tidak menular secara langsung dari manusia ke manusia. Namun, ibu hamil yang terinfeksi juga bisa menularkan virus kepada janinnya selama masa kehamilan atau saat persalinan.
GURU Besar FK-KMK Universitas Gadjah Mada, Eggi Arguni, menjelaskan bahwa kelompok usia anak masih menjadi kelompok paling rentan terhadap infeksi dengue atau demam berdarah dengue (DBD).
Dokter spesialis penyakit dalam mengatakan orang dewasa yang memiliki komorbid atau penyakit penyerta punya risiko keparahan yang lebih tinggi saat terkena demam berdarah dengue atau DBD
Yuks cegah Demam Berdarah Dengue (DBD) di rumah masing-masing. Ini beberapa tips yang bisa dilakukan.
Data menunjukkan bahwa kelompok umur 15-44 tahun menyumbang 42% dari total kasus dengue, sementara 41% kematian justru ditemukan pada anak-anak usia 5-14 tahun.
Case fatality rate (CFR) atau jumlah angka kematian karena demam berdarah dengue (DBD) menurun signifikan dari 2021 di kisaran 0,9%, menjadi 0,4% pada 2025.
Kawasan Asia Tenggara telah lama menjadi episentrum global penularan dengue. Berdasarkan data terbaru, hampir 400.000 kasus dilaporkan di wilayah ini sepanjang 2025.
Indonesia mencatatkan capaian signifikan dalam upaya pencegahan angka kematian dari kasus demam berdarah (DBD).
Selain DBD, Rano juga menyoroti masih tingginya kasus tuberkulosis (TBC) di Jakarta. DKI Jakarta masih berada di peringkat delapan nasional untuk kasus TBC.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved