Headline

Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.

Kasus DBD di Kota Tasikmalaya Capai 44 Orang, Dinkes Soroti Penurunan Kesadaran Warga

Adi Krtistiadi
16/3/2026 21:41
Kasus DBD di Kota Tasikmalaya Capai 44 Orang, Dinkes Soroti Penurunan Kesadaran Warga
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Asep Hendra.(Dok. MI)

SEPANJANG periode Januari hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 44 warga di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, positif terserang Demam Berdarah Dengue (DBD). Tingginya curah hujan di awal tahun ini menjadi faktor utama berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, yang diperparah dengan menurunnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Asep Hendra, mengungkapkan bahwa dari total kasus yang ditemukan, sebanyak tiga pasien masih harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Sementara itu, pasien lainnya telah mendapatkan penanganan di berbagai puskesmas di wilayah Tasikmalaya.

Penyebab dan Data Terkini Kasus DBD

Dinas Kesehatan mencatat bahwa meskipun ada 44 kasus positif, angka ini sebenarnya menunjukkan tren penurunan jika dibandingkan laporan dari Puskesmas dan rumah sakit pada periode sebelumnya. Namun, risiko fatalitas tetap diwaspadai agar tidak ada korban jiwa.

"Kesadaran masyarakat dalam kebersihan lingkungan di Kota Tasikmalaya sekarang ini mulai menurun. Ada kemungkinan jentik nyamuk tumbuh menjadi dewasa dengan cepat karena warga abai," ujar Asep Hendra pada Senin (16/3/2026).

Langkah Pencegahan: G1R1J dan PSN

Pemerintah Kota Tasikmalaya kini tengah menggencarkan kembali edukasi kepada masyarakat untuk menekan angka kasus. Fokus utama saat ini adalah menggerakkan kembali semangat Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J) dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Asep menekankan bahwa tindakan fogging (pengasapan) hanyalah solusi sementara. Langkah yang paling efektif adalah melalui praktik 3M Plus:

  • Menguras: Membersihkan tempat penampungan air secara rutin.
  • Menutup: Memastikan tempat air tidak menjadi sarang nyamuk.
  • Mengubur: Mengelola barang bekas agar tidak menampung air hujan.

Selain itu, warga juga diimbau untuk tidak membiasakan menggantung pakaian di dalam rumah, karena tumpukan kain menjadi tempat favorit nyamuk dewasa untuk bersembunyi. Edukasi ini juga dilakukan secara masif di lingkungan sekolah, perkantoran, dan pondok pesantren di seluruh wilayah Kota Tasikmalaya.

Dinkes Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Dinas Kesehatan tidak bisa bekerja sendiri dalam memberantas DBD. Diperlukan sinergi antara petugas kesehatan di Puskesmas dengan kepedulian masyarakat di tingkat rumah tangga.

"Kami mengimbau agar setiap instansi dan warga pribadi bisa menjaga kebersihan lingkungan. Jangan sampai ada jentik nyamuk yang tumbuh dewasa di sekitar kita," pungkas Asep. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik