Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
ANCAMA Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia masih menjadi tantangan serius bagi kesehatan publik dan stabilitas ekonomi. Menanggapi situasi tersebut, Takeda bersama International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) dan Palang Merah Indonesia (PMI) resmi meluncurkan aliansi United Against Dengue (UAD) di Jakarta, Kamis (12/3).
Kemitraan ini bertujuan untuk memperkuat pencegahan, kesiapsiagaan, dan ketahanan masyarakat melalui aksi nyata berbasis komunitas.
Indonesia mencatatkan diri sebagai negara pertama yang mengaktifkan kolaborasi regional ini ke tingkat nasional sejak pertama kali diinisiasi di tingkat Asia-Pasifik pada Juni 2025 lalu.
Urgensi langkah ini tercermin dari data World Health Organization (WHO) yang mencatat 14,6 juta kasus dengue dan 12.000 kematian secara global pada 2024.
Di Indonesia, BPJS Kesehatan mencatat lebih dari 1 juta rawat inap akibat dengue pada tahun yang sama, dengan beban ekonomi mencapai hampir Rp 3 triliun.
Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, Andreas Gutknecht, menekankan pentingnya sinergi publik-swasta dalam mencapai target besar pemerintah Indonesia, yakni nol kematian akibat dengue pada tahun 2030.
"Melalui aliansi United Against Dengue, kami ingin mendorong penguatan upaya pencegahan melalui edukasi yang menjangkau berbagai elemen masyarakat dan komunitas di Indonesia bersama dengan para pemangku kepentingan terkait. Kami berharap, komitmen bersama ini dapat memperkuat aksi di tingkat komunitas, di tengah masyarakat, dalam menghadapi ancaman DBD/dengue yang ada sepanjang tahun di Indonesia," ujar Andreas.
Head of Delegation IFRC untuk Indonesia, Kathryn Clarkson, menambahkan bahwa jejaring luas relawan Palang Merah akan menjadi ujung tombak dalam meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan di tingkat akar rumput.
Senada dengan hal itu, Ketua Bidang Kesehatan dan Sosial Pengurus Pusat PMI, Prof. Dr. dr. Fachmi Idris, M.Kes., menegaskan bahwa inisiatif ini mendukung strategi nasional Kementerian Kesehatan RI.
"PMI meyakini pentingnya kolaborasi multipihak yang menyeluruh agar dapat memberikan manfaat yang optimal bagi populasi terdampak," kata Fachmi.
Aliansi ini beroperasi pada tiga pilar strategis: Mendidik, Mengadvokasi, dan Memberikan Dukungan.
Melalui pilar-pilar tersebut, United Against Dengue berkomitmen untuk memberdayakan individu serta keluarga agar lebih mandiri dalam melindungi diri dan lingkungan dari bahaya gigitan nyamuk Aedes aegypti.
Acara peluncuran ini juga dihadiri oleh perwakilan dari berbagai kementerian, BMKG, hingga WHO Indonesia, yang menunjukkan kuatnya dukungan lintas sektoral terhadap upaya eliminasi kematian akibat dengue di tanah air. (Z-1)
Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya petugas kesehatan dan beberapa puskesmas harus terlibat menggerakan masyarakat supaya lingkungan bersih.
Pada Januari dilaporkan terjadi 54 kasus DBD. Jumlahnya turun signifikan dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Dinas Kesehatan Garut masih melakukan edukasi kepada masyarakat supaya kasus DBD dapat ditekan dan menceggah ada korban jiwa.
Data menunjukkan bahwa kelompok umur 15-44 tahun menyumbang 42% dari total kasus dengue, sementara 41% kematian justru ditemukan pada anak-anak usia 5-14 tahun.
Case fatality rate (CFR) atau jumlah angka kematian karena demam berdarah dengue (DBD) menurun signifikan dari 2021 di kisaran 0,9%, menjadi 0,4% pada 2025.
Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya petugas kesehatan dan beberapa puskesmas harus terlibat menggerakan masyarakat supaya lingkungan bersih.
Kementerian Kesehatan menerapkan teknologi Wolbachia untuk menekan penyebaran demam berdarah dengue (DBD).
Data menunjukkan bahwa kelompok umur 15-44 tahun menyumbang 42% dari total kasus dengue, sementara 41% kematian justru ditemukan pada anak-anak usia 5-14 tahun.
Case fatality rate (CFR) atau jumlah angka kematian karena demam berdarah dengue (DBD) menurun signifikan dari 2021 di kisaran 0,9%, menjadi 0,4% pada 2025.
Kawasan Asia Tenggara telah lama menjadi episentrum global penularan dengue. Berdasarkan data terbaru, hampir 400.000 kasus dilaporkan di wilayah ini sepanjang 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved