Headline

Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%

Aliansi United Against Dengue Diluncurkan untuk Hadapi Tantangan Demam Berdarah

Basuki Eka Purnama
12/3/2026 22:03
Aliansi United Against Dengue Diluncurkan untuk Hadapi Tantangan Demam Berdarah
Peluncuran aliansi United Against Dengue (UAD) di Jakarta, Kamis (12/3).(MI/HO)

ANCAMA Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia masih menjadi tantangan serius bagi kesehatan publik dan stabilitas ekonomi. Menanggapi situasi tersebut, Takeda bersama International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) dan Palang Merah Indonesia (PMI) resmi meluncurkan aliansi United Against Dengue (UAD) di Jakarta, Kamis (12/3).

Kemitraan ini bertujuan untuk memperkuat pencegahan, kesiapsiagaan, dan ketahanan masyarakat melalui aksi nyata berbasis komunitas. 

Indonesia mencatatkan diri sebagai negara pertama yang mengaktifkan kolaborasi regional ini ke tingkat nasional sejak pertama kali diinisiasi di tingkat Asia-Pasifik pada Juni 2025 lalu.

Urgensi langkah ini tercermin dari data World Health Organization (WHO) yang mencatat 14,6 juta kasus dengue dan 12.000 kematian secara global pada 2024. 

Di Indonesia, BPJS Kesehatan mencatat lebih dari 1 juta rawat inap akibat dengue pada tahun yang sama, dengan beban ekonomi mencapai hampir Rp 3 triliun.

Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, Andreas Gutknecht, menekankan pentingnya sinergi publik-swasta dalam mencapai target besar pemerintah Indonesia, yakni nol kematian akibat dengue pada tahun 2030.

"Melalui aliansi United Against Dengue, kami ingin mendorong penguatan upaya pencegahan melalui edukasi yang menjangkau berbagai elemen masyarakat dan komunitas di Indonesia bersama dengan para pemangku kepentingan terkait. Kami berharap, komitmen bersama ini dapat memperkuat aksi di tingkat komunitas, di tengah masyarakat, dalam menghadapi ancaman DBD/dengue yang ada sepanjang tahun di Indonesia," ujar Andreas.

Head of Delegation IFRC untuk Indonesia, Kathryn Clarkson, menambahkan bahwa jejaring luas relawan Palang Merah akan menjadi ujung tombak dalam meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan di tingkat akar rumput. 

Senada dengan hal itu, Ketua Bidang Kesehatan dan Sosial Pengurus Pusat PMI, Prof. Dr. dr. Fachmi Idris, M.Kes., menegaskan bahwa inisiatif ini mendukung strategi nasional Kementerian Kesehatan RI.

"PMI meyakini pentingnya kolaborasi multipihak yang menyeluruh agar dapat memberikan manfaat yang optimal bagi populasi terdampak," kata Fachmi.

Aliansi ini beroperasi pada tiga pilar strategis: Mendidik, Mengadvokasi, dan Memberikan Dukungan. 

Melalui pilar-pilar tersebut, United Against Dengue berkomitmen untuk memberdayakan individu serta keluarga agar lebih mandiri dalam melindungi diri dan lingkungan dari bahaya gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Acara peluncuran ini juga dihadiri oleh perwakilan dari berbagai kementerian, BMKG, hingga WHO Indonesia, yang menunjukkan kuatnya dukungan lintas sektoral terhadap upaya eliminasi kematian akibat dengue di tanah air. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya