Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Kasus DBD di Kota Tasikmalaya Capai 40 Orang Positif

Kristiadi
11/3/2026 22:25
Kasus DBD di Kota Tasikmalaya Capai 40 Orang Positif
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Asep Hendra, musim hujan yang terjadi di daerahnya menyebabkan kasus demam berdarah dengue (DBD) tercatat 40 orang positif di antaranya 3 harus menjalani rawat inap.(MI/Kristiadi)

KASUS demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat sejak awal bulan Januari-Maret 2026 ditemukan 40 orang positif. Kasus demam berdarah dengue (DBD) yang terjadi lantaran curah hujan tinggi hingga menyebabkan 3 orang harus menjalani perawatan di Rumah Sakit.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Asep Hendra mengatakan, kasus demam berdarah dengue (DBD) awal bulan Januari hingga Maret 2026 petugas rumah sakit di wilayahnya menemukan 40 orang positif terserang nyamuk aedes aegypti hingga 3 orang masih menjalani perawatan. Namun, kasus tersebut masih terjadi lantaran curah hujan tinggi dan warga abai membersihkan lingkungan.

"Kesadaran masyarakat dalam kebersihan lingkungan di Kota Tasikmalaya sekarang ini mulai menurun, kemungkinan ada jentik nyamuk tumbuh menjadi dewasa dan saat ini seharusnya masyarakat bergerak dalam kebersihan lingkungan. Pemberantasan sarang nyamuk (PSN), fogging, menguras bak air, menutup dan mengubur (3M) harus dilakukan agar jentik nyamuk tidak tumbuh dewasa," ujarnya, Rabu (11/3/2025).

Menurut Asep, kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya petugas kesehatan dan beberapa puskesmas harus terlibat menggerakan masyarakat supaya lingkungan bersih. Karena, pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui fogging dan memeriksa jentik agar nyamuk aedes aegypti tidak berkembang biak.

"Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya masih melakukan edukasi kepada masyarakat agar kasus DBD dapat ditekan dan jangan sampai ada korban jiwa. Karena, di awal bulan Januari dan Maret dipengaruhi oleh hujan deras dan 30 pasien positif semua ditangani di puskesmas meski ada 3 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit," katanya.

Menurutnya, demam berdarah dengue (DBD) di wilayah Kota Tasikmalaya di awal tahun 2026 memang menurun berdasarkan laporan Puskesmas dan rumah sakit, tapi petugas Kesehatan berupaya memberikan edukasi pada masyarakat agar harus lebih semangat dalam gerakan satu rumah satu jumantik (G1R1J), pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

"Dinas kesehatan tidak bekerja sendiri dalam pemberantasan sarang nyamuk, tapi masyarakat harus peduli pada lingkungan guna menekan kasus agar jentik nyamuk tidak tumbuh dewasa. Kami mengimbau agar setiap sekolah, kantor, pesantren bisa menjaga kebersihan lingkungan ditambah gantungan pakaian di rumah harus selalu bersih," pungkasnya. (AD)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner