Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Perkuat Posisi Tawar, Petani Karet Harus Mengoptimalkan Potensi

Bayu Anggoro
10/3/2026 20:30
Perkuat Posisi Tawar, Petani Karet Harus Mengoptimalkan Potensi
Petani karet melakukan rembug untuk mengoptimalkan potensi yang mereka miliki.(MI/BAYU ANGGORO)

PARA Petani karet rakyat dituntut untuk lebih solid dalam mengelola potensi ekonomi mereka terutama di tengah fluktuasi harga global dan tantangan produktivitas. Terlebih, 80% lebih perkebunan karet di Tanah Air merupakan kebun rakyat yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat.

Hal ini disampaikan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) Irfan Ahmad Fauzi, di Bandung, Selasa (10/3).

Dia menjelaskan, penguatan sektor karet nasional harus dimulai dengan memberdayakan para petaninya sebagai pelaku utama.

Ketekunan petani dalam menjaga keberlanjutan komoditas ini menjadi modal besar yang harus dioptimalkan. "Petani karet adalah tulang punggung industri nasional. Karena itu, setiap upaya penguatan sektor ini harus bermuara pada penguatan nilai ekonomi di tingkat petani," kata Irfan.

Optimalisasi potensi ini, lanjut dia, sangat bergantung pada terciptanya tata niaga yang transparan dan berpihak pada petani. Apkarindo berkomitmen menjadi jembatan aspirasi agar hasil keringat petani mendapatkan nilai yang layak dan kompetitif di pasar global.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Irfan menyebut pihaknya menggelar Rembug Petani Karet sebagai wadah konsolidasi strategis, Selasa (10/3). Forum ini bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan upaya konkret untuk membedah tantangan tata niaga dan merumuskan langkah bersama agar komoditas karet rakyat kembali menjadi primadona ekonomi.

Kegiatan tersebut, lanjut Irfan, dihadiri sejumlah mitra strategis seperti SVP Strategi Penjualan dan Pelayanan Pelanggan PT Pupuk Indonesia (Persero) Asep Saepul Muslim, dan VP Pengelolaan Pelanggan Pupuk Indonesia Robbin Radhian Lee.

"Kehadiran pihak industri dan pemerintah ini diharapkan mampu mempercepat kolaborasi, terutama dalam hal kepastian pasokan sarana produksi seperti pupuk dan standardisasi mutu hasil kebun," katanya.

Dia berharap momentum rembuk di Jambi ini menjadi pemantik gerakan nasional agar karet rakyat kembali menjadi sumber kesejahteraan yang stabil.

"Kita ingin hasil kerja keras petani memperoleh nilai yang lebih layak, sehingga ekonomi keluarga petani bisa terus tumbuh," tandasnya.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner