Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Ingin Jadi Keluarga, Abah Iwan Ngariung Bareng Warga Pasirlangu di Bulan Ramadan

Sugeng Sumariyadi
09/3/2026 20:00
Ingin Jadi Keluarga, Abah Iwan Ngariung Bareng Warga Pasirlangu di Bulan Ramadan
Pengurus PKS Jawa Barat bersama para korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.(ISTIMEWA)

SUDAH lebih dari satu bulan, longsor dahsyat menimbun puluhan rumah di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Januari lalu. Kini, warga perlahan mencoba bangkit.

Pada Minggu (8/3), warga menerima kunjungan Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Iwan Suryawan. Bersama sekitar 200 warga yang jadi korban longsor, Abah Iwan, panggilan akrabnya, menyimak tausiyah yang menguatkan, di tanah yang belum lama terguncang.

“Kami ingin diterima sebagai bagian keluarga Pasirlangu. Makanya kami buka bersama. Semoga ini jadi jalan silaturahmi yang terus berkelanjutan,” ujar Ketua PKS Jawa Barat itu.

Saat bencana terjadi, PKS Jawa Barat mendirikan posko bantuan. Sampai saat ini, posko tersebut tetap beroperasi.

Pada kesempatan itu, Abah Iwan juga menyampaikan komitmen untuk membantu ketua DPRD setempat memperjuangkan hak warga di pemerintahan.

“Kami ingin menggenapkan Ramadan. Tidak hanya hubungan pada Allah, tapi juga dengan masyarakat. Mumpung bulan puasa, mari kita kuatkan ibadah, memohon pada-Nya wilayah ini bangkit dan dilimpahi keberkahan,” lanjutnya.

Pada sore itu, tausiyah disampaikan oleh Iman Budiman atau akrab disapa Kang Ibe. Santapan ruhani ini menghangatkan suasana menjelang azan Magrib.

Kotak-kotak makanan pun berpindah tangan, dibawa pulang warga untuk dinikmati bersama keluarga masing-masing.

Seperti pesan dalam Surat Al-Hajj ayat 77: wasjuduu waf’alul khair — sujudlah kepada Allah, lalu berbuatlah kebaikan.

Ke Pasirlangu, Abah Iwan datang bersama Sekretaris Umum PKS Jabar Tang Trisnanto, Bendahara Umi Siti Muntamah, serta anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat dan DPRD Provinsi Jawa Barat.

Kenangan kelam di Pasirlangu tidak mudah dilupakan. Pada dini hari itu, Sabtu 24 Januari 2026, sekitar pukul 02.00 WIB, hujan deras mengguyur kawasan perbukitan Bandung Barat.

Tanah yang jenuh akhirnya bergerak. Material lumpur dan bebatuan menimbun Kampung Pasir Kuning. Puluhan jiwa meninggal, puluhan lainnya sempat dinyatakan hilang. Operasi pencarian baru ditutup pertengahan Februari, setelah 22 hari tim SAR bekerja tanpa henti.

Kini, sebagian warga masih hidup dalam keterbatasan. Mereka mengungsi ke rumah kerabat, atau bertahan di titik yang lebih aman.

Tapi Ramadan kali ini, Pasirlangu tidak menapaki pemulihannya sendirian.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner