Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DUKUNGAN terhadap rencana pemerintah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto, terus berdatangan. Tak hanya dari kalangan politik juga dari sektor akar rumput seperti petani karet yang merasakan langsung warisan pembangunan era Soeharto.
Melalui keterangannya hari ini,Ketua Umum Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo), Irfan Ahmad Fauzi, menilai Soeharto sebagai tokoh yang berjasa besar membangun ekonomi rakyat berbasis perkebunan.
“Indonesia saat itu tercatat sebagai salah satu produsen karet alam terbesar dunia dan hingga kini tetap berada di peringkat kedua global setelah Thailand. Lebih dari 80 persen produksi nasional berasal dari petani rakyat,” ujar Irfan dalam keterangan resmi, Jumat (7/11).
Irfan menambahkan, program strategis seperti Peremajaan Perkebunan Rakyat (PRPTE) dan Perkebunan Inti Rakyat (PIR) pada masa kepemimpinan Soeharto telah mengubah wajah perekonomian pedesaan. “Jutaan keluarga petani mendapat akses bibit unggul, teknologi sadap hemat, jalan produksi, dan akses pasar,” katanya.
Sekretaris Jenderal Apkarindo Adi Purnama menilai penghargaan Pahlawan Nasional bagi Soeharto bukan sekadar keputusan politik, tetapi pengakuan terhadap warisan pembangunan ekonomi rakyat. Sementara Ketua Harian Apkarindo, Arif Susanto, menyebut langkah Presiden Prabowo Subianto untuk mempertimbangkan gelar tersebut merupakan keputusan bersejarah.
“Presiden Soeharto adalah Bapak Pembangunan Karet Rakyat Indonesia. Apkarindo akan berdiri teguh mendukung Presiden Prabowo dalam menegakkan pengakuan negara atas jasa besar tersebut,” tegasnya.
Dukungan juga datang dari anggota DPR sekaligus selebritas Nurul Arifin. Ia menilai Soeharto layak menerima gelar kehormatan negara karena kontribusinya terhadap pembangunan nasional.
“Beliau berjasa besar menjaga stabilitas nasional dan meletakkan dasar pembangunan ekonomi yang membawa Indonesia ke era kemajuan,” kata Nurul dikutip dari akun Instagram @Ikigolkar, Kamis (6/11).
Nurul menambahkan bahwa Presiden Ke-2 tersebut telah memiliki sejumlah catatan positif bagi kemajuan bangsa.
“Soeharto telah menorehkan jasa besar bagi bangsa ini, karena selama 31 tahun memimpin beliau berhasil menjaga stabilitas nasional, memajukan pembangunan ekonomi, dan membawa Indonesia swasembada beras.” tukasnya. (Bay/P-3)
ADA sejumlah kalangan, terutama aktivis hak-hak asasi manusia, sangat kecewa dengan sikap Muhammadiyah yang menyetujui pemberian gelar pahlawan pada mantan Presiden Soeharto.
Bahlil Lahadalia menilai Soeharto layak mendapatkan gelar pahlawan nasional. Ia berharap pihak yang menolak dapat menerima keputusan pemberian gelar tersebut.
Titiek Soeharto menilai pro-kontra penetapan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional merupakan hal wajar. Ia membantah ada campur tangan keluarga Cendana dalam penetapan gelar Pahlawan Soeharto
Paguyuban Persaudaraan Trisakti 12 Mei 1998 menyampaikan pernyataan sikap resmi terkait keputusan pemerintah yang memberikan Gelar Pahlawan Nasional kepada sejumlah tokoh.
Politisi PDIP Ribka Tjiptaning dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan pencemaran nama baik Soeharto usai menyebutnya pembunuh jutaan rakyat
Bahkan dunia media sosial seperti X (twitter) ini penetapan Suharto sebagai Pahlawan Nasional menjadi tranding.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved