Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Ketua DPRD Cianjur Minta Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan saat Mudik Lebaran

Benny Bastiandy
10/3/2026 20:17
Ketua DPRD Cianjur Minta Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan saat Mudik Lebaran
Ketua DPRD Cianjur Metty Triantika(MI/BENNY BASTIANDY)

DPRD Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengimbau para pemudik atau warga Cianjur yang pulang kampung saat mudik Idulfitri 1447 Hijriah agar memerhatikan keselamatan dan kesehatan. Sebab, volume kendaraan diprediksi akan meningkat saat arus mudik Lebaran nanti.

"Perlu kewaspadaan. Mudah-mudahan semuanya dalam keadaan sehat," kata Ketua DPRD Cianjur Metty Triantika, Selasa (10/3).

Dia menambahkan, hal lain yang harus juga diperhatikan selama arus mudik Lebaran berkaitan kondisi cuaca. Para pemudik diimbau lebih berhati-hati, terutama yang menuju ke wilayah selatan Cianjur.

"Kita harus antisipasi cuaca karena sekarang sedang musim hujan," terang legislator Fraksi Partai Golkar ini.

Metty pun mengharapkan pemerintah daerah setempat segera memaksimalkan kesiapan sarana dan prasarana menjelang arus mudik. Satu di antaranya kesiapan kondisi infrastruktur jalan yang akan dilintasi para pemudik maupun wisatawan.

Bakal meningkatnya volume kendaraan pemudik saat arus mudik Lebaran nanti, lanjut dia, tentu harus dibarengi juga kesiapan infrastruktur jalan yang akan dilintasi. Karena itu, pemerintah daerah melalui instansi terkait wajib  memerhatikan kualitas jalan sesuai kewenangan.

"Memang, kewenangan penanganan jalan itu ada yang dipegang pemerintah pusat untuk jalan nasional, kemudian pemerintah provinsi bagi jalan provinsi, dan pemerintah daerah untuk jalan kabupaten. Tentu bagi ruas-ruas jalan kabupaten juga akan dilintasi pemudik atau warga yang pulang kampung. Nah, kita harus bisa menyiapkan kondisi jalan yang bagus agar pemudik bisa nyaman dan aman saat berkendara," pungkasnya.

Panjang jalan yang jadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Cianjur sekitar 1.335 kilometer. Hingga saat ini sekitar 1.028 kilometer atau 77 persen di antaranya berstatus mantap.


Pemetaan wilayah


Sebelumnya, Kapolres Cianjur Ajun Komisaris Besar Akhmad Alexander Yurikho Hadi, menjelaskan pemetaan wilayah-wilayah yang rawan bencana berdasarkan hasil rapat koordinasi lintas sektor beberapa hari lalu. Pemetaan meliputi potensi bencana di jalur yang akan dilintasi pemudik atau wisatawan serta kawasan permukiman.

Dia menyebutkan, di wilayah selatan Kabupaten Cianjur, potensi kerawanan bencana berada di ruas-ruas jalan yang jadi jalur perjalanan. Pasalnya, di sepanjang ruas jalan tersebut banyak terdapat tebing.

"Hasil pemetaan, di jalur ke wilayah selatan itu ada sekitar 18 titik yang rawan berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi. Dari mulai Kecamatan Cibeber hingga ke arah pantai atau laut di Kecamatan Cidaun," terangnya.

Sementara di wilayah utara yang meliputi Kecamatan Cipanas dan sekitarnya, kata Alexander, terpetakan kerawanan potensi bencana hidrometeorologi di kawasan-kawasan permukiman. Setidaknya terdapat belasan titik lokasi yang terpetakan rawan bencana.

"Insya Allah sudah kami petakan dan siap kita antisipasi," tandasnya.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner