Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
MELANJUTKAN langkah strategis yang sebelumnya telah diresmikan di Jakarta, Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan kini memperluas jangkauan perlindungan kesehatan masyarakat melalui peluncuran program Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue di Kota Palembang, Rabu (18/2).
Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Dinas Kesehatan Kota Palembang, dan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (FK Unsri).
Gubernur Sumatra Selatan, Dr. H. Herman Deru, menegaskan bahwa penanganan dengue harus dilakukan secara berkelanjutan dan berbasis data.
“Dengue bukan sekadar isu musiman, melainkan tantangan kesehatan yang harus kita hadapi secara berkelanjutan dan terencana. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memiliki komitmen kuat untuk memperkuat upaya pencegahan dengue, sejalan dengan target nasional dan global menuju nol kematian akibat dengue pada 2030,” ujarnya.
Urgensi program ini diperkuat oleh data kesehatan 2025 yang mencatat adanya 4.437 kasus dengue dengan 22 kematian di seluruh Sumatra Selatan. Palembang menjadi wilayah dengan beban tertinggi, yakni mencapai 968 kasus dan 3 kematian.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra Selatan, dr. H. Trisnawarman, menyoroti profil kerentanan usia dalam lima hingga tujuh tahun terakhir.
Data menunjukkan bahwa kelompok umur 15-44 tahun menyumbang 42% dari total kasus, sementara 41% kematian justru ditemukan pada anak-anak usia 5-14 tahun.
Program pemantauan aktif di Palembang menyasar 7.500 anak di 60 Sekolah Dasar yang tersebar di wilayah kerja 10 Puskesmas dengan tingkat kejadian tertinggi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.000 anak akan mendapatkan vaksinasi.
Ketua Pelaksana program, dr. Ariesti Karmila, Sp.A (K)., menjelaskan bahwa vaksinasi hadir untuk melengkapi metode pencegahan yang sudah ada.
“Metode inovatif, termasuk vaksinasi, hadir sebagai pelengkap untuk memperkuat upaya-upaya tersebut sehingga pencegahan dapat dilakukan secara lebih menyeluruh ,” tuturnya.
Vaksin yang digunakan telah tersedia di Indonesia selama lebih dari tiga tahun dan mendapat rekomendasi dari asosiasi medis.
Secara nasional, program ini merupakan bagian dari studi multinegara yang berlangsung di tiga kota besar: Jakarta, Palembang, dan Banjarmasin.
Penanggung Jawab Kegiatan Nasional, Prof. Dr. dr. Sri Rezeki Hadinegoro, Sp.A(K), berharap hasil pemantauan ini dapat menjadi fondasi kebijakan nasional.
“Hasil dari pemantauan aktif ini sangat dinantikan sebagai dasar pemberian vaksinasi dengue dalam program nasional untuk menyongsong 'Zero dengue death' di tahun 2030 ,” tegas Prof. Sri.
Melalui sinergi lintas sektor, termasuk dukungan dari PT Takeda Innovative Medicines, Palembang diharapkan menjadi model penguatan sistem ketahanan kesehatan bagi wilayah lain di Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Head of Medical Affairs, PT Takeda Innovative Medicines dr. Arif Abdillah, menyampaikan, “Sebagai mitra jangka panjang Indonesia, Takeda berkomitmen untuk mendukung upaya berkelanjutan dalam melindungi masyarakat dari dengue. Tantangan dengue tidak dapat diselesaikan melalui satu pendekatan saja, melainkan membutuhkan kerja sama lintas sektor yang konsisten, berbasis sains, dan berorientasi pada dampak jangka panjang."
"Melalui kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Dinas Kesehatan Kota Palembang, dan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya dalam program pemantauan aktif ini, kami mendukung upaya penguatan perlindungan kesehatan anak-anak, sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat dan melindungi lebih banyak keluarga dari risiko penyakit seperti dengue."
"Inisiatif ini juga turut memberikan pemahaman yang lebih baik dalam pencegahan dengue ke depan dan sejalan dengan misi Takeda untuk berkontribusi pada peningkatan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan,” pungkasnya. (Z-1)
Target Nol Kematian Dengue 2030 Dinilai Masih Penuh Tantangan
Kawasan Asia Tenggara telah lama menjadi episentrum global penularan dengue. Berdasarkan data terbaru, hampir 400.000 kasus dilaporkan di wilayah ini sepanjang 2025.
Pada 2025, tercatat 161.752 kasus Dengue dengan 673 kematian yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Hingga 1 Desember 2025, Kementerian Kesehatan RI mencatat 139.298 kasus dengue secara nasional dengan 583 kematian.
ECDC mencatat lebih dari 5 juta kasus demam berdarah dengue (DBD) secara global sepanjang Januari hingga Desember 2025.
Case fatality rate (CFR) atau jumlah angka kematian karena demam berdarah dengue (DBD) menurun signifikan dari 2021 di kisaran 0,9%, menjadi 0,4% pada 2025.
Indonesia mencatatkan capaian signifikan dalam upaya pencegahan angka kematian dari kasus demam berdarah (DBD).
KASUS demam berdarah di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, melonjak tajam. Dalam satu bulan sebanyak 157 warga terkena penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti itu.
Pada 2025, tercatat 161.752 kasus Dengue dengan 673 kematian yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Cuaca 2026 semakin tak menentu. Simak panduan medis menjaga imunitas tubuh, mencegah penyakit pancaroba, dan tips menghadapi gelombang panas (heatwave).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved