Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Perkuat Perlindungan Anak, Kalimantan Utara Luncurkan Program Vaksinasi Dengue

Basuki Eka Purnama
14/1/2026 20:29
Perkuat Perlindungan Anak, Kalimantan Utara Luncurkan Program Vaksinasi Dengue
Pelajar mendapatkan suntikan vaksin dengue di Kalimantan Utara.(MI/HO)

PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) resmi meluncurkan program vaksinasi dengue terintegrasi sebagai langkah inovatif menekan angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). 

Peresmian yang berlangsung di Balai Desa Panca Agung, Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan ini, menandai komitmen serius pemerintah daerah dalam melindungi kelompok usia rentan.

Langkah ini diambil menyusul beban kasus dengue yang masih tinggi. Hingga 1 Desember 2025, Kementerian Kesehatan RI mencatat 139.298 kasus dengue secara nasional dengan 583 kematian. 

Di Kaltara sendiri, dengue bersifat endemik di seluruh wilayah. Pada 2024, tercatat 735 kasus dengan tingkat kematian (CFR) 1,09%, saat hampir separuh kasus (46,81%) menyerang anak usia 6-14 tahun.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltara, Dr. H. Usman, SKM, M.Kes., menegaskan bahwa vaksinasi merupakan strategi pelengkap dari upaya konvensional yang sudah ada.

“Kalimantan Utara berkomitmen memperkuat pengendalian dengue secara berkelanjutan melalui upaya komprehensif yang sudah berjalan. Mulai dari penguatan surveilans, pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus, hingga memberikan penyuluhan kepada masyarakat seputar bahaya dengue. Namun, dengan semakin berkembangnya teknologi, kita perlu mempertimbangkan pendekatan yang lebih inovatif. Karena itu, program vaksinasi dengue ini kami dorong sebagai strategi yang melengkapi upaya perlindungan yang sudah ada, khususnya untuk kelompok yang paling rentan,” papar Usman.

Program yang didanai oleh APBD Provinsi Kaltara ini menyasar 725 anak usia 9–13 tahun atau siswa kelas 3, 4, dan 6 SD serta kelas 7 SMP di Kecamatan Tanjung Palas Utara. 

Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si, melalui Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan, drg. H. Imam Sujono, M.AP, menjelaskan bahwa vaksinasi ini adalah lapisan perlindungan tambahan, terutama saat cuaca tidak menentu.

“Program vaksinasi dengue ini bukan untuk menggantikan upaya yang telah berjalan, melainkan sebagai lapisan perlindungan tambahan dalam menghadapi ancaman nyata demam berdarah yang semakin meningkat seiring kondisi cuaca yang tidak menentu dan intensitas curah hujan yang mulai naik,” jelasnya.

Pelaksanaan program ini melibatkan kolaborasi lintas sektor, termasuk IDAI, Komda KIPI, serta kemitraan strategis dengan PT Bio Farma dan PT Takeda Innovative Medicines. Presiden Direktur PT Bio Farma, Shadiq Akasya, menyatakan komitmennya dalam memastikan ketersediaan vaksin untuk memperkuat ketahanan kesehatan nasional.

Senada dengan itu, Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, Andreas Gutknecht, mengapresiasi kepemimpinan Kaltara sebagai pelopor vaksinasi dengue di wilayah tersebut. 

Ia menekankan bahwa selain dampak kesehatan, dengue memberikan beban ekonomi besar bagi negara, dengan biaya rawat inap nasional mencapai hampir Rp3 triliun pada 2024.

Melalui sinergi ini, Kalimantan Utara optimistis dapat berkontribusi besar dalam mencapai target nasional Nol Kematian Akibat Dengue pada Tahun 2030. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik