Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Musim Hujan Tiba, Papdi Ingatkan Risiko Lonjakan Dengue dan Pentingnya Perlindungan Jangka Panjang

Basuki Eka Purnama
04/2/2026 21:04
Musim Hujan Tiba, Papdi Ingatkan Risiko Lonjakan Dengue dan Pentingnya Perlindungan Jangka Panjang
Konferensi pers Papdi mengenai dengue(MI/HO)

MEMASUKI musim hujan, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (Papdi) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap lonjakan kasus Dengue. Ancaman ini tidak bisa disepelekan, mengingat data menunjukkan tren peningkatan kasus yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, puncak kasus terjadi pada 2024 dengan 257.271 kasus dan 1.461 kematian. Sementara pada 2025, tercatat 161.752 kasus dengan 673 kematian yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia.

Ketua Umum Pengurus Pusat Papdi, Dr. dr. Eka Ginanjar, SpPD, K-KV, FINASIM, FACP, FICA, MARS, SH, menegaskan bahwa pencegahan harus menjadi fokus utama. 

"Dengue bukan hanya persoalan klinis, tetapi juga tantangan kesehatan masyarakat yang berdampak luas. Penyakit ini dapat terjadi sepanjang tahun, meski pada musim hujan risiko penularannya meningkat dan fasilitas kesehatan kembali berpotensi menghadapi lonjakan kasus," jelasnya.

Mengenali Tanda Bahaya dan Risiko Komplikasi

Dengue dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia. Dr. dr. Adityo Susilo, SpPD, K-P.T.I, FINASIM, mengingatkan agar masyarakat tidak meremehkan gejala awal yang sering kali tampak seperti demam biasa. 

Masyarakat perlu mewaspadai tanda bahaya (warning signs) seperti nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, perdarahan, lemas berat, hingga penurunan kesadaran.

Selain itu, kelompok dewasa dengan penyakit penyerta (komorbid) seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit ginjal berisiko mengalami komplikasi yang lebih berat.

Strategi Pencegahan Komprehensif: 3M Plus dan Vaksinasi

Pemerintah dan praktisi kesehatan menekankan bahwa pemberantasan sarang nyamuk melalui 3M Plus (menguras, menutup, mendaur ulang) tetap menjadi fondasi utama pencegahan. 

Namun, seiring perkembangan inovasi medis, vaksinasi kini menjadi bagian penting dalam strategi perlindungan jangka panjang.

Ketua Satgas Imunisasi Dewasa PP Papdi, Dr. dr. Sukamto Koesnoe, SpPD, K-AI, FINASIM, menjelaskan bahwa berdasarkan jadwal terbaru, vaksinasi dengue kini dapat diberikan kepada kelompok usia 19 hingga 60 tahun. 

Sementara itu, untuk kelompok anak, Prof. DR. dr. Hartono Gunardi, Sp.A, Subsp. TKPS, menyebutkan bahwa vaksinasi direkomendasikan bagi anak usia 4 hingga 18 tahun, sesuai dengan persetujuan BPOM terbaru.

Langkah ini sejalan dengan target nasional "Nol Kematian Akibat Dengue pada Tahun 2030". 

Selain beban kesehatan, dengue juga memberikan tekanan ekonomi yang besar. 

Pada 2024, BPJS Kesehatan menanggung biaya hampir Rp3 triliun untuk lebih dari satu juta kasus rawat inap dengue.

Melalui kolaborasi lintas sektor dan kesadaran masyarakat dalam menerapkan perlindungan menyeluruh, diharapkan angka kesakitan dan kematian akibat dengue di Indonesia dapat terus ditekan.

Strategi Pencegahan Komprehensif dan Peran Industri

Pemerintah dan praktisi kesehatan menekankan bahwa pemberantasan sarang nyamuk melalui 3M Plus tetap menjadi fondasi utama. 

Namun, vaksinasi kini menjadi bagian penting dalam strategi perlindungan jangka panjang untuk mencapai target nasional "Nol Kematian Akibat Dengue pada Tahun 2030".

Dukungan sektor swasta juga menjadi kunci dalam upaya ini. Andreas Gutknecht, Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, menyampaikan besarnya beban ekonomi yang ditimbulkan penyakit ini. 

"Beban dengue di Indonesia sangat besar. Pada tahun 2024 saja, lebih dari satu juta kasus rawat inap akibat dengue ditanggung oleh BPJS Kesehatan, dengan biaya hampir tiga triliun rupiah. Angka ini belum mencakup besarnya beban emosional yang dialami keluarga terdampak serta konsekuensi apabila terjadi wabah," ujarnya.

Sebagai bagian dari solusi inovatif, vaksinasi kini tersedia untuk kelompok usia yang lebih luas. Berdasarkan jadwal terbaru, vaksinasi dengue direkomendasikan bagi anak usia 4 hingga 18 tahun serta kelompok dewasa usia 19 hingga 60 tahun.

Melalui kolaborasi antara edukasi medis, peran aktif masyarakat dalam 3M Plus, serta perlindungan tambahan melalui vaksinasi, diharapkan angka kesakitan dan kematian akibat dengue di Indonesia dapat terus ditekan secara berkelanjutan. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya