Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

157 Warga Jepara Terserang Demam Berdarah dalam Sebulan, 1 Orang Meninggal Dunia

Akhmad Safuan
04/2/2026 23:57
157 Warga Jepara Terserang Demam Berdarah dalam Sebulan, 1 Orang Meninggal Dunia
Banjir melanda Kalinyamatan, Kabupaten Jepara pada pertengahan Januari 2026.(MI/Akhmad Safuan )

KASUS demam berdarah di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, melonjak tajam. Dalam satu bulan sebanyak 157 warga terkena penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti itu. Sebanyak 33 warga di antaranya terkena demam berdarah dengue (DBD) serta dilaporkan 1 penderita meninggal dunia.

Pemantauan Media Indonesia, Rabu (4/2) akibat musim hujan dengan intensitas yang masih tinggi hingga mengakibatkan berbagai kawasan terendam banjir. Banyaknya genangan mengakibatkan serangan penyakit demam berdarah di Kabupaten Jepara mengalami lonjakan sejak awal tahun.

"Sebagian besar penderita demam berdarah adalah anak-anak, bahkan laporan yang masuk pasien meninggal akibat DBD adalah anak berusia 12 tahun," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara Hadi Sarwoko, Rabu (4/2).

Berdasar data dan lamporan yang masuk, ungkap Hadi Sarwoko, dalambsatu bulan yakni mulai 1 Januari hingga 1 Februari 2026, tercatat jumlah penderita demam berdarah (DD) di Kabupaten Jepara tercatat 157 orang dan 33 orang di antaranya adalah demam berdarah dengue (DBD) serta 1 penderita meninggal dunia yakni warga Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Jepara.

Hasil pemetaan sebaran demam berdarah di Jepara, tersebar cukup merata di sejumlah kecamatan, sehingga Pemerintah Kabupaten Jepara melalui Dinas Kesehatan terus menggencarkan upaya pemberantasan nyamuk melalui pengaktifan gerakan juru pemantau jentik atau jumantik 

Masih menurut data, lanjut Hadi, kasus demam berdarah akibat virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti di Kabupaten Jepara cukup tinggi. Pada Januari-Desember tahun lalu tercatat ada 2.646 kasus DD dan DBD terdiri dari 2.526 kasus DD dan 119 DBD, satu pasien di antaranya meninggal.

"Kami telah mengeluarkan surat edaran kewaspadaan dini sejak akhir Januari 2026 lalu yang ditujukan ke seluruh kepala OPD, Camat, hingga kepala Puskesmas se-Kabupaten Jepara," tambahnya.

Langkah pencegahan dini ini harus dilakukan sebab pada sejak Desember lalu terutama pada Januari hingga Februari intensitas hujan cukup tinggi, sehingga banyak genangan air banjir cukup lama. Hal itu dapatmempercepat proses berkembang biak nyamuk Aedes aegypti. (AS/E-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya