Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Waspada DBD di Daerah 2026: Tren Dataran Tinggi, Harga Vaksin, dan Rujukan BPJS

Media Indonesia
26/1/2026 07:28
Waspada DBD di Daerah 2026: Tren Dataran Tinggi, Harga Vaksin, dan Rujukan BPJS
Ilustrasi(Dok Kemenkes)

 

Tahun 2026 menandai pergeseran pola penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia. Jika satu dekade lalu penyakit ini identik dengan wilayah dataran rendah yang panas dan padat seperti Jakarta atau Surabaya, kini ancaman tersebut telah merambah ke wilayah dataran tinggi dan pelosok desa yang sebelumnya dianggap "zona aman".

Perubahan iklim global membuat suhu di pegunungan menjadi lebih hangat, memungkinkan nyamuk Aedes aegypti untuk bertahan hidup dan berkembang biak di ketinggian. Bagi masyarakat di daerah, tantangan ini berlipat ganda karena jarak tempuh ke fasilitas kesehatan rujukan seringkali menjadi penentu nyawa.

Fenomena Baru: Mengapa Dataran Tinggi Kini Rawan?

Laporan terbaru tahun 2026 menunjukkan lonjakan kasus di wilayah seperti Jawa Barat bagian selatan, dataran tinggi di Jawa Tengah, hingga wilayah Papua Pegunungan. Ada dua faktor utama pemicunya:

  • Adaptasi Nyamuk: Nyamuk vektor DBD telah beradaptasi dengan suhu yang lebih sejuk.
  • Mobilitas Penduduk: Pergerakan warga dari kota endemik ke desa membawa virus, yang kemudian disebarkan oleh nyamuk lokal.

Peringatan untuk Warga Desa

Jangan lagi beranggapan "di sini dingin, tidak ada demam berdarah". Jika ada anggota keluarga demam tinggi mendadak tanpa batuk pilek, segera curigai DBD, terutama jika baru bepergian dari kota.

Update Teknologi Wolbachia di Daerah (2026)

Pemerintah terus memperluas program nyamuk ber-Wolbachia. Setelah sukses di 5 kota percontohan (termasuk Semarang dan Kupang), pada tahun 2026 ini program direncanakan meluas ke 20 kota/kabupaten lainnya.

Bagi warga daerah yang wilayahnya menjadi target penyebaran:

  • Jangan membunuh nyamuk yang dilepas petugas (biasanya ada sosialisasi sebelumnya).
  • Ember berisi telur nyamuk Wolbachia yang dititipkan di rumah warga adalah "pabrik" nyamuk baik yang akan menekan populasi nyamuk jahat.
  • Tetap lakukan 3M Plus (Menguras, Menutup, Mendaur ulang) untuk wadah air liar, namun dukung keberadaan ember Wolbachia resmi.

Akses dan Harga Vaksin DBD di Luar Jabodetabek

Vaksinasi DBD (Qdenga) kini semakin mudah ditemukan di RSUD tipe B dan klinik swasta di ibu kota kabupaten. Vaksin ini direkomendasikan untuk usia 6-45 tahun.

Estimasi Biaya di Daerah (2026)

Harga vaksin di daerah mungkin sedikit berbeda karena faktor biaya distribusi:

  • Harga Per Dosis: Berkisar Rp700.000 hingga Rp800.000.
  • Ketersediaan: Biasanya harus pre-order atau janjian di klinik vaksinasi swasta atau RSUD bagian poli eksekutif.
  • Status BPJS: Hingga saat ini, vaksinasi masih bersifat mandiri (berbayar), namun biaya pengobatan jika sakit DBD ditanggung penuh oleh BPJS.

Tabel: Kapan Harus Rujukan ke Kota?

Bagi Anda yang tinggal jauh dari rumah sakit (waktu tempuh lebih dari 1 jam), keputusan merujuk pasien harus diambil lebih cepat. Jangan menunggu kondisi drop.

Kondisi Pasien Tindakan di Puskesmas/Rumah Keputusan Rujukan (Ke RS Kota)
Demam Tinggi (Hari 1-3) Minum banyak, paracetamol, observasi. Belum perlu, kecuali ada kejang atau muntah hebat.
Suhu Turun tapi Lemas (Hari 4-5) Waspada Fase Kritis. Cek trombosit di Puskesmas. SEGERA BERANGKAT jika akral dingin, nyeri perut, atau tidak pipis >6 jam. Jangan tunggu malam.
Trombosit < 100.000 Rawat jalan dengan syarat minum kuat. Siapkan transportasi. Jika turun cepat ke < 50.000, harus rawat inap.

Strategi Rujukan BPJS dari Desa

Agar penanganan di RSUD lancar dan gratis, perhatikan alur birokrasi berikut:

  1. Faskes 1 (Puskesmas/Klinik Desa): Pastikan pasien terdaftar. Jika kondisi darurat (Emergency), pasien bisa langsung masuk IGD Rumah Sakit manapun tanpa rujukan Faskes 1.
  2. Kriteria Gawat Darurat: Syok, penurunan kesadaran, atau pendarahan adalah kondisi gawat darurat. Pihak RS tidak boleh menolak pasien BPJS dengan kondisi ini.
  3. Ambulans Desa: Manfaatkan mobil siaga desa. Jangan memaksakan membawa pasien syok dengan sepeda motor karena guncangan dan posisi duduk bisa memperburuk aliran darah ke otak.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Apakah fogging masih efektif dilakukan di desa?

Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa saat itu saja, tidak membunuh jentik. Fogging yang terlalu sering justru membuat nyamuk kebal. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) jauh lebih efektif dan murah.

Tanaman apa yang bisa mengusir nyamuk di pekarangan rumah?

Tanaman seperti serai wangi (lemongrass), lavender, dan zodia tidak menyukai nyamuk. Menanamnya di sekitar jendela rumah bisa membantu mengurangi nyamuk masuk, meski tidak menjamin 100%.

Apakah benar air kelapa lebih baik dari oralit?

Air kelapa bagus karena mengandung elektrolit alami. Namun, standar medis tetap menyarankan cairan oralit atau cairan isotonik karena takarannya sudah terstandarisasi untuk mengganti cairan tubuh yang hilang.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya