Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
Tahun 2026 menandai pergeseran pola penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia. Jika satu dekade lalu penyakit ini identik dengan wilayah dataran rendah yang panas dan padat seperti Jakarta atau Surabaya, kini ancaman tersebut telah merambah ke wilayah dataran tinggi dan pelosok desa yang sebelumnya dianggap "zona aman".
Perubahan iklim global membuat suhu di pegunungan menjadi lebih hangat, memungkinkan nyamuk Aedes aegypti untuk bertahan hidup dan berkembang biak di ketinggian. Bagi masyarakat di daerah, tantangan ini berlipat ganda karena jarak tempuh ke fasilitas kesehatan rujukan seringkali menjadi penentu nyawa.
Laporan terbaru tahun 2026 menunjukkan lonjakan kasus di wilayah seperti Jawa Barat bagian selatan, dataran tinggi di Jawa Tengah, hingga wilayah Papua Pegunungan. Ada dua faktor utama pemicunya:
Jangan lagi beranggapan "di sini dingin, tidak ada demam berdarah". Jika ada anggota keluarga demam tinggi mendadak tanpa batuk pilek, segera curigai DBD, terutama jika baru bepergian dari kota.
Pemerintah terus memperluas program nyamuk ber-Wolbachia. Setelah sukses di 5 kota percontohan (termasuk Semarang dan Kupang), pada tahun 2026 ini program direncanakan meluas ke 20 kota/kabupaten lainnya.
Bagi warga daerah yang wilayahnya menjadi target penyebaran:
Vaksinasi DBD (Qdenga) kini semakin mudah ditemukan di RSUD tipe B dan klinik swasta di ibu kota kabupaten. Vaksin ini direkomendasikan untuk usia 6-45 tahun.
Harga vaksin di daerah mungkin sedikit berbeda karena faktor biaya distribusi:
Bagi Anda yang tinggal jauh dari rumah sakit (waktu tempuh lebih dari 1 jam), keputusan merujuk pasien harus diambil lebih cepat. Jangan menunggu kondisi drop.
| Kondisi Pasien | Tindakan di Puskesmas/Rumah | Keputusan Rujukan (Ke RS Kota) |
|---|---|---|
| Demam Tinggi (Hari 1-3) | Minum banyak, paracetamol, observasi. | Belum perlu, kecuali ada kejang atau muntah hebat. |
| Suhu Turun tapi Lemas (Hari 4-5) | Waspada Fase Kritis. Cek trombosit di Puskesmas. | SEGERA BERANGKAT jika akral dingin, nyeri perut, atau tidak pipis >6 jam. Jangan tunggu malam. |
| Trombosit < 100.000 | Rawat jalan dengan syarat minum kuat. | Siapkan transportasi. Jika turun cepat ke < 50.000, harus rawat inap. |
Agar penanganan di RSUD lancar dan gratis, perhatikan alur birokrasi berikut:
Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa saat itu saja, tidak membunuh jentik. Fogging yang terlalu sering justru membuat nyamuk kebal. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) jauh lebih efektif dan murah.
Tanaman seperti serai wangi (lemongrass), lavender, dan zodia tidak menyukai nyamuk. Menanamnya di sekitar jendela rumah bisa membantu mengurangi nyamuk masuk, meski tidak menjamin 100%.
Air kelapa bagus karena mengandung elektrolit alami. Namun, standar medis tetap menyarankan cairan oralit atau cairan isotonik karena takarannya sudah terstandarisasi untuk mengganti cairan tubuh yang hilang.
Case fatality rate (CFR) atau jumlah angka kematian karena demam berdarah dengue (DBD) menurun signifikan dari 2021 di kisaran 0,9%, menjadi 0,4% pada 2025.
Kawasan Asia Tenggara telah lama menjadi episentrum global penularan dengue. Berdasarkan data terbaru, hampir 400.000 kasus dilaporkan di wilayah ini sepanjang 2025.
Indonesia mencatatkan capaian signifikan dalam upaya pencegahan angka kematian dari kasus demam berdarah (DBD).
hujan menyebabkan adanya genangan-genangan di beberapa tempat. Kondisi ini menjadi faktor utama berkembangnya nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD)
Pada 2025, tercatat 161.752 kasus Dengue dengan 673 kematian yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Sepanjang Januari 2026, setidaknya ditemukan 20 orang di Kabupaten Bangka Provinsi Bangka Belitung (Babel) terserang demam berdarah dengue (DBD).
KASUS demam berdarah di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, melonjak tajam. Dalam satu bulan sebanyak 157 warga terkena penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti itu.
Kasus DBD pada 2025 tercatat ada 70 kasus sehingga jumlah alami penurunan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan tahun 2024.
Terdapat 160 kasus DBD pada Oktober 2025, 161 kasus pada November dan meningkat menjadi 163 kasus DBD pada Desember 2025 di Jakarta Barat.
Kasus super flu dan demam berdarah dengue (DBD) selama musim hujan menjadi perhatian khusus Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Kasus DBD pada Januari 2026 yakni dua kasus dari wilayah kerja Puskesmas Selatpanjang, satu kasus dari Puskesmas Alai dan Puskesmas Kedabu Rapat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved