Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Tekan Inflasi, Diky Candra Panen Cabai Merah Bareng Petani Milenial

Kristiadi
29/1/2026 20:41
Tekan Inflasi, Diky Candra Panen Cabai Merah Bareng Petani Milenial
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra bersama petani milenial tergabung dalam kelompok tani Pasirangin, Kelurahan Cibunigeulis, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, memanen cabai merah di lahan seluas 250 bata.(MI/Kristiadi)

PETANI milenial tergabung dalam kelompok tani Pasirangin, Kelurahan Cibunigeulis, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, memanen cabai merah di lahan seluas 250 bata dengan jumlah 7.000 pohon. Panen cabai tersebut guna menekan inflasi dan meningkatkan perekonomian bagi generasi muda.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra mengatakan, geliat pertanian di wilayahnya yang digerakkan oleh anak muda menjadi harapan baru bagi perekonomian lokal. Mereka semangat memanen cabai. Ini karena cabai merah sebagai penyumbang inflasi ketika memasuki bulan Idul Adha, Idul Fitri, Natal, dan tahun baru.

"Alhamdulillah, kita masih punya harapan besar terutama anak muda menjadi petani milenial dengan penghasilan luar biasa melalui penanaman cabai merah. Namun, tanaman yang mereka tanam berguna bagi meningkatkan ekonomi lantatan lahannnya seluas 250 bata," katanya, Kamis (29/1/2026).

Menurut Diky, pengembangan ekonomi kewilayahan harus menyesuaikan dengan potensi lokal dan ide-ide kreatif penyuluh pertanian karena ruang inovasi generasi muda dalam bertani perlu terus dibuka. Soalnya, banyak anak muda masih malu bercocok tanam tetapi sekarang harus digerakkan lantaran dengan inovasi tersebut.

"Anak muda telah melakukan kreativitas. Penyuluh pertanian harus memberi ruang kreatif anak milenial dalam bertani, karena ini gerakan nyata di lapangan. Saya sebagai penulis serial Kabayan petani milenial Jawa Barat, tiap hari saya melihat langsung anak muda melakukan kreativitas bertemu di sawah," ucapnya.

Diky memastikan akan mencari peluang pengembangan pertanian di Kecamatan Bungursari, termasuk kecamatan lain di Kota Tasikmalaya, baik melalui pendanaan pemerintah maupun nonpemerintah. Akan tetapi, selain cabai, pihaknya sekarang menyoroti peluang integrasi pertanian dengan sektor lain seperti pengelolaan air tawar dikelola pihak swasta.

"Kolaborasi lintas sektor bisa memperkuat program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar manfaatnya dirasakan masyarakat Kota Tasikmalaya. Perputaran ekonomi harus terhubung antara pertanian dengan usaha lain supaya manfaat MBG dirasakan luas masyarakat, khususnya pengadaan telur, cabai merah, tomat, lele, buncis, sayuran. Lantaran pasokan di pasar masih kurang, program pengembangan cabai, tomat, salada, perlu diperluas," pungkasnya. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya