Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG nenek bernama Edah, 77, warga Kampung Cibodas, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, selamat dari maut setelah rumah miliknya nyaris roboh. Kejadian itu, Selasa (3/2), saat hujan deras disertai angin kencang menguyur wilayah Kota Tasikmalaya.
Diding, 55, warga Cibodas, mengatakan hujan deras disertai angin kencang menyebabkan rumah yang ditempati seorang lanjut usia (lansia) nyaris roboh. Bangunan tersebut sejak lama tidak pernah ada perhatian dari pemerintah daerah. Rumah itu ditempati Edah seorang diri dan tidak diketahui keberadaan anak-anaknya.
"Kami sebagai tetangga rumah selama ini kasihan melihatnya hidup seorang diri dan rumah yang ditempati dalam kondisi tidak pernah menerima bantuan dari pemerintah daerah. Tetangga kadang memberikan makan lantaran nenek Edah hanya dapat hidup dengan menjual barang bekas," katanya, Selasa (3/2/2026).
Menurutnya, kondisi bangunan yang ditempati nenek Edah memang sudah lama berdiri. Sejak suami meninggal, anak-anaknya belum pernah terlihat. Namun, tetangga secara sukarela memperbaiki genting bocor lantaran kayu kamar tidur kondisinya lapuk dan tidak layak dihuni.
"Lansia hidup sebatang kara mengandalkan hidupnya dengan menjual barang bekas untuk makan sehari-hari. Tetangga tidak bisa memberi makanan setiap hari. Warga yang baru mengajukan rumah layak huni langsung mendapat respons dan menerima bantuan tetapi Edah yang mengajukan beberapa kali tidak mendapat tanggapan," jelasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, mengatakan, hujan deras disertai angin kencang yang terjadi beberapa hari membuat seorang lansia tinggal sendiri selamat setelah atap rumah nyaris roboh. Kondisi bangunan terlihat lapuk, lantaran dinding, atap rumah dari bilik, dan kayu penyangga pun dalam kondisi berbahaya.
"Kami sudah komunikasi dengan Dinas Sosial, Dinas Perumahan, dan Kawasan Permukiman (Perwaskim) supaya dapat membantu mendirikan rumah layak huni agar nenek dapat menikmati rumahnya lebih aman, nyaman dari bencana. Edah sudah diungsikan ke rumah tetangga sambil menunggu direnovasi rumah," pungkasnya. (I-2)
PETANI milenial tergabung dalam kelompok tani Pasirangin, Kota Tasikmalaya, memanen cabai merah di lahan seluas 250 bata dengan jumlah 7.000 pohon.
Tim mengkhawatirkan kegiatan itu dapat menimbulkan bencana longsor, banjir dan merusak infrastruktur jalan.
Kebijakan itu diharapkan bisa menarik pengunjung, sehingga meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
KINERJA Kapolres Tasikmalaya Kota, Ajun Komisaris Mohamad Faruk Rozi, selama menjabat menuai apresiasi luas dari berbagai tokoh nasional.
Masyarakat diminta tidak menyalakan petasan dan kembang api.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved