Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Seorang Lansia di Kota Tasikmalaya Selamat setelah Rumahnya Nyaris Roboh

Kristiadi
03/2/2026 19:33
Seorang Lansia di Kota Tasikmalaya Selamat setelah Rumahnya Nyaris Roboh
Rumah Edah.(MI/Kristiadi)

SEORANG nenek bernama Edah, 77, warga Kampung Cibodas, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, selamat dari maut setelah rumah miliknya nyaris roboh. Kejadian itu, Selasa (3/2), saat hujan deras disertai angin kencang menguyur wilayah Kota Tasikmalaya.

Diding, 55, warga Cibodas, mengatakan hujan deras disertai angin kencang menyebabkan rumah yang ditempati seorang lanjut usia (lansia) nyaris roboh. Bangunan tersebut sejak lama tidak pernah ada perhatian dari  pemerintah daerah. Rumah itu ditempati Edah seorang diri dan tidak diketahui keberadaan anak-anaknya.

"Kami sebagai tetangga rumah selama ini kasihan melihatnya hidup seorang diri dan rumah yang ditempati dalam kondisi tidak pernah menerima bantuan dari pemerintah daerah. Tetangga kadang memberikan makan lantaran nenek Edah hanya dapat hidup dengan menjual barang bekas," katanya, Selasa (3/2/2026).

Menurutnya, kondisi bangunan yang ditempati nenek Edah memang sudah lama berdiri. Sejak suami meninggal, anak-anaknya belum pernah terlihat. Namun, tetangga secara sukarela memperbaiki genting bocor lantaran kayu kamar tidur kondisinya lapuk dan tidak layak dihuni.

"Lansia hidup sebatang kara mengandalkan hidupnya dengan menjual barang bekas untuk makan sehari-hari. Tetangga tidak bisa memberi makanan setiap hari. Warga yang baru mengajukan rumah layak huni langsung mendapat respons dan menerima bantuan tetapi Edah yang mengajukan beberapa kali tidak mendapat tanggapan," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, mengatakan, hujan deras disertai angin kencang yang terjadi beberapa hari membuat seorang lansia tinggal sendiri selamat setelah atap rumah nyaris roboh. Kondisi bangunan terlihat lapuk, lantaran dinding, atap rumah dari bilik, dan kayu penyangga pun dalam kondisi berbahaya.

"Kami sudah komunikasi dengan Dinas Sosial, Dinas Perumahan, dan Kawasan Permukiman (Perwaskim) supaya dapat membantu mendirikan rumah layak huni agar nenek dapat menikmati rumahnya lebih aman, nyaman dari bencana. Edah sudah diungsikan ke rumah tetangga sambil menunggu direnovasi rumah," pungkasnya. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya