Headline

Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.

Kasus DBD Maret di Bangka Meningkat, Satu Guru Meninggal

Rendy Ferdiansyah
30/3/2026 17:03
Kasus DBD Maret di Bangka Meningkat, Satu Guru Meninggal
Petugas melakukan fogging.(MI/Rendy)

KASUS demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung, pada Maret mengalami peningkatan dibandingkan Februari.

Ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Provinsi Bangka Belitung, Boy Yandra, mengatakan kasus DBD di Bangka hingga minggu ke-12 pada Maret sebanyak 53 orang.

"Kalau dilihat dari data berarti ada peningkatan kasus dibandingkan Februari 31 Kasus," kata Boy, Senin (30/3).

Selain itu, kasus DBD di Maret ada 1 orang yang meninggal dunia. Padahal selama Februari tidak ada sama sekali.

"Satu orang yang meninggal ini bukan anak-anak melainkan seorang guru SD di wilayah kerja Puskesmas Kenanga," ujarnya.

Ia merincikan 53 kasus DBD tersebut terbanyak ada di Kecamatan Belinyu sebanyak 21, Sungailiat 19, Baturusa 4, Mendo Barat 4, Pemali dan Bakem masing-masing 2, dan terakhir Puding 1.

Ia menyebutkan upaya yang dilakukan HAKLI yakni kerja sama dengan Dinas Kesehatan Bangka terkait pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan fogging.

Namun sebelum dilakukan, langkah awal yang dilakukan yaitu penyelidikan epidemiologi oleh tenaga puskesmas di rumah pasien dengan radius 100 meter.

"Pada radius 100 meter nanti dicek dan diperiksa apakah ada anak di bawah lima tahun yang sakit dan apakah ada tiga rumah jentik nyamuk," ungkapnya.

"Apabila ada balita sakit dan ada ditemukan jentik di tiga rumah, upaya yang dilakukan yaitu penyemprotan atau foging," terangnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat selalu menjaga kebersihan lingkungan rumah dan seluruh aparat desa melakukan PSN. "Karenanya, tidak ada tempat nyamuk dewasa bertelur," imbuhnya. (I-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya