Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Lembata Intensifkan Pengendalian DBD di Lewoleba Barat

Alexander P Taum
18/11/2025 09:18
Lembata Intensifkan Pengendalian DBD di Lewoleba Barat
Dinas Kesehatan Lembata melakukan edukasi dan pencegahan penyakit DBD.(MI/Alexander P Taum)

DINAS Kesehatan Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, bersama Puskesmas Lewoleba melakukan tindakan pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Lewoleba Barat, Selasa (18/11). Hal itu dilakukan setelah tercatat 15 kasus sejak Juli 2025. Kasus tersebut berasal dari 9 RT, menjadikan wilayah ini sebagai daerah dengan laporan tertinggi di Kecamatan Nubatukan.

“Langkah pengendalian hari ini dilakukan serentak, mulai dari abate, kelambu, kerja bakti hingga fogging,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Lembata, Charles Wutun.

Data Dinas Kesehatan memperlihatkan adanya kenaikan selama musim hujan. Pada Juli terdapat 3 kasus, tidak ada tambahan pada Agustus, kemudian 1 kasus pada September, disusul 5 kasus di Oktober dan 6 kasus pada November.

“Tren kasus meningkat secara Nasional, dan kita bersiap karena di akhir musim hujan biasanya kasus akan naik lagi,” kata Charles.

Meski jumlah laporan bertambah, Lewoleba Barat belum memenuhi kriteria Kejadian Luar Biasa (KLB). Berdasarkan Permenkes No. 15 Tahun 2010, status KLB diberikan jika ada penyakit baru muncul, terjadi lonjakan signifikan dibanding periode sebelumnya, atau menimbulkan kematian.

“Kita belum sampai KLB, tapi kita fokus menekan angka kasus. Harapannya tidak sampai status itu,” ujarnya.

Sore harinya, pengendalian dilanjutkan dengan fogging di empat RT dengan jumlah kasus terbanyak, yaitu RT 6, 25, 32, dan 39. Charles kembali menegaskan pentingnya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

“PSN harus jalan. Itu lebih efektif daripada fogging. Musnahkan tempat perkembangbiakan nyamuk,” tegasnya.

Pemantauan perkembangan penyakit dilakukan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) yang dapat memberikan peringatan lebih awal bila terjadi kenaikan kasus.

Terkait vaksin DBD, Charles menjelaskan bahwa stok vaksin sudah tersedia dan menunggu instruksi dari Kementerian Kesehatan. “Kalau sudah diperintahkan untuk digunakan, kita siap jalankan,” ujarnya.

Selain vaksin DBD, vaksin diare dan kanker serviks juga telah tersedia, meskipun sebelumnya sempat mendapat penolakan dari sebagian kecil orang tua.

Dinas Kesehatan kembali meminta masyarakat menjaga kebersihan lingkungan serta rutin melakukan PSN untuk menekan risiko penyebaran DBD menjelang puncak musim hujan. (PT/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik