Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG siswa bunuh diri di NTT. Anak berinisial YBS yang baru menginjak 10 tahun itu memilih mengakhiri hidupnya lantaran tak mampu membeli buku dan pena untuk perlengkapan sekolah. Psikiater, dr Lahargo Kembaren menekankan bahwa anak berusia 10 tahun sudah memahami konsep kematian dan bunuh diri.
"Ya, anak usia sekitar 9–10 tahun sudah mulai memahami kematian sebagai sesuatu yang permanen, meski pemahamannya belum matang secara emosional dan kognitif," kata Lahargo, Rabu (4/2).
Merespons kasus bunuh diri siswa di NTT, ia menjelaskan dari sudut pandang kesehatan jiwa, keputusan anak memilih mengakhiri hidup karena anak belum mampu menimbang konsekuensi jangka panjang.
Ia menambahkan bahwa cara berpikir masih konkret, hitam putih. Saat tertekan, sambungnya anak mudah sampai pada kesimpulan ekstrem seperti kalau dirinya tidak ada, masalah akan selesai.
WHO mencatat bahwa bunuh diri bukan hanya isu dewasa, tetapi muncul pada kelompok usia muda ketika distres psikologis bertemu dengan minimnya dukungan emosional seperti kasus siswa bunuh diri di NTT.
"Anak tidak sedang ingin mati, ia sedang tidak tahu bagaimana caranya hidup dengan beban yang terlalu berat," ujar Lahargo.
"Pada anak, bunuh diri bukan soal kematian, tapi tentang keputusasaan yang tak punya bahasa," pungkasnya saat diminta tanggapan soal siswa bunuh diri di NTT.
Sepucuk surat ditemukan dalam kasus siswa yang bunuh diri di NTT. Surat itu ditujukan korban pada ibunya yang merupakan orangtua tunggal. (H-4)
Sejak 2019, Faris terjun ke NTT untuk melakukan misi sosial dalam penanganan masalah kesehatan di daerah itu.
IA sampai pada ujung hidupnya. Tapi narasi kepergiannya tak berujung. Ia pergi dalam sunyi. Pamit dalam diam. Diam dan sunyi itu menjadi saksi terakhir ziarah hidupnya.
KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta lembaga terkait memberikan pendampingan psikososial untuk saudara dan keluarga anak korban bunuh diri di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya siswa tersebut.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
Dokter mendiagnosis pasien mengalami psikosis nonspesifik, yakni kondisi ketika seseorang kehilangan keterhubungan dengan realitas dan meyakini delusi secara kuat.
DPR mendorong adanya keterlibatan ahli dan profesional dalam menanggulangi kasus bullying agar tidak terjadi lagi di kemudian hari.
Psikiater Samarinda ungkap pola asuh keras picu self-harm remaja. Validasi emosi sejak kecil penting cegah depresi, kecemasan, hingga perilaku menyakiti diri.
Ashanty mengaku alasannya mencari bantuan tenaga profesional bukan karena tidak kuat menghadapi tekanan kerja maupun kuliah.
Psikiater Judith Joseph ungkap kebahagiaan adalah hak asasi manusia. Ini 5 langkah untuk pulihkan rasa joy dari depresi tersembunyi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved