Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
KONFLIK perebutan lahan kembali pecah di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bentrokan yang terjadi pada Jumat (6/3/2026) pagi ini melibatkan warga Dusun Bele, Desa Waiburak, dengan warga Desa Narasaosina.
Peristiwa berdarah tersebut menyebabkan tiga orang mengalami luka tembak akibat senjata rakitan. Selain korban luka, konflik ini juga memicu kebakaran hebat yang menghanguskan beberapa rumah dan gedung milik warga di Desa Narasaosina.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, bentrokan ini dipicu oleh perselisihan kepemilikan lahan di sekitar lokasi Toko Serba 35 yang sudah berlangsung lama. Situasi memanas hingga terjadi aksi lempar bom rakitan dan penggunaan senjata api rakitan oleh massa yang bertikai.
Potongan video yang beredar di media sosial menunjukkan api melalap bangunan warga dengan kepulan asap tebal yang membumbung tinggi. Kondisi ini sempat menciptakan kepanikan luar biasa di tengah masyarakat, terutama karena lokasi bentrokan berada di area terbuka yang berdekatan dengan akses jalan raya utama.
Direktur Rumah Sakit Pratama Adonara, dr. Danny Gunawan, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima tiga korban luka tembak. "Ada tiga orang laki-laki dewasa masuk IGD dengan luka tembak senjata rakitan di bagian paha dan kaki," ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, satu korban masih dalam pengawasan medis intensif setelah menjalani prosedur pengangkatan proyektil, sementara dua lainnya sudah diperbolehkan pulang. Selain korban tembak, seorang ibu dari Desa Narasaosina juga dilaporkan mengalami luka lecet akibat terjatuh saat berupaya menghindari lokasi konflik.
Warga yang hendak melintas di jalur Kecamatan Adonara Timur diminta untuk mencari jalur alternatif atau menunda perjalanan sementara waktu guna menghindari area konflik yang masih dalam penjagaan ketat.
Kapolres Flores Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra, menegaskan bahwa personel gabungan TNI-Polri telah dikerahkan ke lokasi kejadian untuk meredam situasi. Aparat melakukan penyekatan masssa dan menempatkan personel di titik-titik rawan guna mencegah aksi balasan.
"Personel sudah kami geser ke sana untuk pengamanan. Kami juga melakukan langkah kemanusiaan termasuk mengevakuasi warga rentan dan anak-anak sekolah yang terjebak di sekitar lokasi," ungkap Kapolres.
Hingga saat ini, aparat keamanan masih bersiaga di lokasi kejadian sembari menjalin komunikasi dengan tokoh masyarakat dari kedua desa guna mencapai kesepakatan damai dan mencegah konflik meluas ke wilayah lain di Pulau Adonara. (Metro TV/H-3)
BENTROK antarwarga akibat konflik lahan di Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, pecah pada Jumat (6/3). Kericuhan melibatkan warga empat desa.
ABB di Indonesia menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan dengan berkolaborasi bersama Happy Hearts Indonesia (HHI) melalui program “Water for All”.
GUBERNUR NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengungkap potensi dampak serius terhadap sekitar 9 ribu Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkup Pemprov NTT.
KEMENTERIAN Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) mengawal proses pemulangan 13 korban dugaan TPPO asal Jabar yang ditemukan di Kabupaten Sikka.
Dalam perkara ini, penyidik Polres Belu menerapkan Pasal 473 ayat (4) KUHP sebagaimana disesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana
BENTROK antarwarga akibat konflik lahan di Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, pecah pada Jumat (6/3). Kericuhan melibatkan warga empat desa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved