Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Bantargebang Longsor, DKI Jakarta Aktifkan RDF Rorotan

Mohamad Farhan Zhuhri
10/3/2026 18:13
Bantargebang Longsor, DKI Jakarta Aktifkan RDF Rorotan
Petugas berjalan pada area penampungan residu di RDF Plant Rorotan, Jakarta.(Dok. Antara)

PEMPROV DKI Jakarta mulai mengoperasikan RDF Rorotan secara bertahap. Hal itu dilakukan Pasca, TPST Bantargebang longsor.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan fasilitas tersebut langsung difungsikan sebagai langkah darurat agar layanan pengolahan sampah tetap berjalan usai Bantargebang longsor.

“Hari ini RDF Plant Rorotan mulai dioperasikan dengan kapasitas awal sekitar 300 ton per hari dan akan ditingkatkan bertahap hingga 750 ton per hari dalam pekan ini, kemudian menjadi 1.000 ton per hari,” kata Asep melalui keterangannya, Selasa (10/3).

Saat ini pembuangan sampah Jakarta masih bertumpu pada Zona 1, Zona 2, dan Zona 5 di TPST Bantargebang dengan kapasitas sekitar 4.000 ton per hari. 

Sementara Zona 4 Besar masih dirapikan pasca longsor dan baru akan dioperasikan kembali setelah penataan selesai dengan tambahan kapasitas sekitar 1.500 ton per hari.

Sebagai informasi, sampah Jakarta yang mencapai sekitar 8.000 ton per hari. Selain RDF Rorotan, pengolahan dilakukan di RDF Plant Bantargebang berkapasitas sekitar 800 ton per hari serta PLTSa Merah Putih sekitar 100 ton per hari.

Dengan demikian, pengolahan sampah Jakarta sementara diperkirakan berada di kisaran 6.700 hingga 7.150 ton per hari.

“Dengan penanganan yang sedang dilakukan, kami menargetkan operasional pengelolaan sampah di Bantargebang dapat kembali normal dalam waktu satu pekan,” ujarnya. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya