Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Fraksi PKB DPRD DKI Jakarta, M. Fuadi Luthfi, melontarkan kritik tajam terhadap pernyataan Gubernur Pramono Anung terkait operasional Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan. Fuadi menilai klaim Gubernur yang menyebut target 1.000 ton sampah per hari sebagai capaian "sudah sangat baik" justru merupakan pengakuan tidak langsung atas kegagalan pengelolaan proyek senilai Rp 1,28 triliun tersebut.
Fasilitas yang awalnya dirancang untuk mengolah 2.500 ton sampah per hari itu kini hanya beroperasi di kisaran 40 persen dari kapasitas total. Padahal, proyek ini seharusnya sudah beroperasi penuh lebih dari setahun yang lalu.
“Analogi sederhananya, kalau kita membeli mobil seharga Rp 1,28 triliun dan mobilnya hanya bisa jalan 40 persen dari kecepatan yang dijanjikan, apakah itu sudah sangat baik? Pernyataan itu bukan kabar baik. Itu pengakuan bahwa ada yang tidak beres, dan pemerintah memilih membingkainya sebagai pencapaian,” kata Fuadi, Senin (9/3).
Fuadi menyebut ada tiga lapis kegagalan yang saling terkait dalam pengelolaan proyek ini. Pertama, kegagalan perencanaan teknis. Teknologi RDF dibangun untuk mengolah sampah yang sudah terpilah dan relatif kering, tapi sampah Jakarta yang datang ke Rorotan masih campur basah.
Akibatnya mesin bekerja dua kali, memilah sekaligus mengolah dan hasilnya jauh dari optimal. Ini konsekuensi dari keputusan membangun teknologi hilir tanpa menyiapkan sistem pemilahan di hulu.
Kedua, kegagalan pengawasan kontrak. Seluruh nilai kontrak Rp 1,28 triliun sudah dicairkan, tapi fasilitas belum beroperasi sesuai spesifikasi yang dijanjikan. Pengelola berkali-kali melanggar SOP, tapi tidak ada satu pun sanksi kontraktual yang diumumkan kepada publik. Ketiga, kegagalan komunikasi kepada warga. Masyarakat di sekitar Rorotan sebagai masyarakat terdampak, tidak ada mekanisme informasi yang jujur dan proaktif sejak awal, sebagai langkah preventif.
“Tiga kegagalan itu bukan kebetulan yang datang bersamaan. Itu cerminan dari proyek yang dari awal tidak dikelola dengan serius. Dibangun terburu-buru, dibayar lunas di muka, lalu ketika bermasalah publik diminta bersabar,” ujarnya.
Fuadi meminta publik mencermati angka yang berbicara sendiri. Jakarta menghasilkan 7.400–8.000 ton sampah setiap hari. Dengan operasional 1.000 ton, RDF Rorotan hanya menangani sekitar 12–13 persen dari total sampah ibu kota, jauh dari target awal yang dirancang memangkas 30 persen beban Bantargebang.
Sementara itu, biaya investasi per ton kapasitas yang benar-benar berfungsi menjadi dua setengah kali lipat dari yang dijanjikan. Dan Bantargebang, yang sudah setinggi gedung 16 lantai dengan kontrak yang habis tahun ini, tidak punya kemewahan waktu untuk menunggu.
“Ini bukan soal tidak sabar. Ini soal fakta bahwa kita sudah kehabisan ruang di Bantargebang, kontraknya habis tahun ini, dan satu-satunya fasilitas pengolahan besar yang kita punya di dalam kota baru bisa jalan 40 persen. Warga Jakarta berhak tahu: sampah mereka mau diapakan?” tegasnya.
Fuadi menegaskan bahwa kondisi ini semakin memperkuat urgensi pembentukan Panitia Khusus di DPRD untuk menginvestigasi proyek RDF Rorotan secara menyeluruh.
Pansus, kata Fuadi, harus secara eksplisit mendorong audit forensik yang menelusuri kesesuaian antara spesifikasi kontrak, realisasi teknis, dan penggunaan anggaran , termasuk menelusuri mengapa proyek PLTSa ITF Sunter yang sudah berstatus Proyek Strategis Nasional dibatalkan dan digantikan RDF Rorotan tanpa penjelasan memadai kepada DPRD maupun publik.
Ia juga mendesak Pemprov segera membuka data lengkap: realisasi kapasitas harian, volume RDF yang berhasil diproduksi dan diserahkan kepada Indocement, serta status jaminan pelaksanaan Rp 64 miliar yang diduga tidak diperpanjang.
“Gubernur hari ini secara tidak langsung mengakui bahwa fasilitas ini belum berjalan sesuai yang dijanjikan kepada rakyat. Pansus harus dibentuk, audit forensik harus dilakukan, dan publik berhak tahu berapa sesungguhnya nilai yang mereka dapat dari Rp 1,28 triliun yang sudah dikeluarkan itu,” kata Fuadi. (P-4)
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) meresmikan kantor baru DPW PKB DKI Jakarta. Simak apresiasi keberhasilan 10 kursi DPRD
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung mengklaim telah mengikuti arahan Kementerian Lingkungan Hidup untuk menghentikan salah satu area open dumping setelah TPST Bantargebang, Jawa Barat
Program Mudik Gratis tahun ini melayani perjalanan ke 20 kota dan kabupaten yang tersebar di berbagai provinsi.
Salah satu pedagang di sekitar lokasi, Rizal mengaku banjir telah merendam area lingkar luar Jakarta ini sejak Minggu (8/3).
Gubernur DKI Pramono Anung kerahkan 19 ekskavator tangani longsor Bantargebang. 4 orang tewas, korban PJLP dapat santunan BPJS Ketenagakerjaan.
Gubernur DKI Pramono Anung hentikan operasional Zona 4A TPST Bantargebang usai longsor. Simak langkah mitigasi dan pengalihan sampah Jakarta terbaru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved