Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Percepatan Penanganan Banjir Lamongan, BNPB Dukung 1 Unit Pompa Mobil

M Ahmad Yakub
21/2/2026 18:42
Percepatan Penanganan Banjir Lamongan, BNPB Dukung 1 Unit Pompa Mobil
Ilustrasi(MI/M AHMAD YAKUB)

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNP) bakal memberikan bantuan dukungan 1 unit mobil pompa bagi Kabupaten Lamongan. Upaya itu untuk penanganan percepatan banjir luapan Bengawan Jero di Lamongan. 

Hal itu disampaikan Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Budi Irawan saat meninjau wilayah terdampak banjir, di Dusun Meluke Desa Sidomulyo Kecamatan Deket, Jumat (20/2). 

Budi menyatakan, untuk mendukung percepatan penanganan banjir, BNPB akan menambahkan 1 unit pompa mobile dengan kapasitas 500 liter/detik, 5 unit perahu, dan tenda untuk memperkuat penanganan.

“Kami ingin persoalan banjir di Lamongan bisa terselesaikan. Yang paling penting adalah bagaimana menambah pompa dan melihat kemungkinan penggunaan pompa berkapasitas besar agar air di daerah terdampak bisa segera teratasi,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Lamongan juga terus mengintensifkan upaya penanganan banjir. Hngga kini, banjirasih mengenangi lima kecamatan di Kabupaten Lamongan. Antara loan, Kecamatan Kalitengah, Deket, Turi, Karangbinangun, dan Glagah. 

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi menambahkan, salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah optimalisasi pompanisasi. Optimalisasi pompanisasi menjadi langkah paling efektif dalam mempercepat penurunan debit air.

“Langkah yang bisa kita lakukan saat ini adalah pompanisasi, karena untuk mengurangi dengan cara lain dampaknya kurang efektif," jelasnya.

Hingga hari ini, ketinggian air masih berselisih sekitar 66 sentimeter antara kawasan Lamongan dengan permukaan sungai Bengawan Solo sehingga belum dapat mengalir keluar secara optimal.

Pemerintah berharap intensitas hujan tidak meningkat agar pengendalian debit air dapat berjalan maksimal. Karena banjir yang terjadi di kawasan Bengawan Jero merupakan fenomena tahunan yang sangat dipengaruhi intensitas hujan.

Seluruh aliran air dari 15 kecamatan bermuara ke Bengawan Jero sebagai satu-satunya saluran pembuangan utama, dengan pintu air Kuro sebagai titik kunci. Namun saat ini pintu Kuro belum dapat dibuka karena tingginya debit air di Bengawan Solo.

Sebanyak 15 pompa telah beroperasi di lapangan, ditambah dua pompa aktif lainnya. Rata-rata pompa mampu mengeluarkan air selama 14 jam per hari dengan kapasitas sekitar 549 liter/detik.(H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya