Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

BNPB Waspada Bencana tak Merata: Jatim Siaga Banjir hingga Karhutla

Faishol Taselan
27/3/2026 22:45
BNPB Waspada Bencana tak Merata: Jatim Siaga Banjir hingga Karhutla
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto.(Dok. AFP/Chiba)

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau seluruh pemerintah daerah untuk menyiapkan langkah antisipasi sejak dini terhadap fenomena bencana yang terjadi tidak merata di berbagai wilayah Indonesia. Kondisi cuaca ekstrem menyebabkan perbedaan ancaman bencana yang kontras antarprovinsi.

“Saat beberapa daerah masih dilanda banjir, wilayah lain seperti Riau justru sudah mengalami kebakaran hutan dan lahan hingga ribuan hektare. Ini perlunya daerah melakukan antisipasi sejak dini,” ujar Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam Rapat Koordinasi di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (27/3/2026).

Langkah Strategis Mitigasi Bencana di Jawa Timur

Menghadapi perubahan iklim yang dinamis, BNPB bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menyepakati sejumlah langkah strategis untuk menekan risiko bencana, khususnya kekeringan dan karhutla. Letjen TNI Suharyanto menegaskan bahwa kesiapsiagaan harus ditingkatkan sebelum memasuki puncak musim kemarau.

Berikut adalah empat poin utama kesepakatan antara BNPB dan Pemprov Jatim:

  • Penguatan Satgas Darat: Gubernur Jawa Timur akan segera menggelar apel di seluruh kabupaten/kota untuk memastikan kesiapan personel dan peralatan penanganan kebakaran.
  • Penyediaan Sumber Air: Pembangunan sumur dalam dan optimalisasi distribusi air dari sumber terdekat untuk wilayah yang mulai mengalami krisis air bersih.
  • Operasi Modifikasi Cuaca (TMC): Melakukan rekayasa cuaca untuk mengisi embung, waduk, hingga kolam penampungan air sebagai cadangan pemadaman api jika terjadi kebakaran.
  • Penyiagaan Helikopter Water Bombing: BNPB berencana menyiagakan pesawat water bombing di Lanud Iswahjudi Madiun atau Bandara Juanda Surabaya untuk mempercepat respons pemadaman di area pegunungan seperti Gunung Arjuno dan Bromo.

“Pengalaman tahun 2023, saat terjadi kebakaran di Gunung Arjuno dan Bromo, posisi pesawat masih jauh di Kalimantan Selatan atau Riau. Pergeseran armada yang memakan waktu mengakibatkan api cepat membesar. Tahun ini, kita akan siagakan lebih dekat jika eskalasi meningkat,” tegas Suharyanto.

Ancaman Kekeringan dan Dampak Terhadap Pertanian

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan bahwa indikasi kekeringan mulai terlihat di beberapa titik, salah satunya di Kabupaten Tuban. Berdasarkan prediksi BMKG, kondisi ini diperkirakan akan meningkat mulai April dan mencapai puncaknya pada Agustus 2026.

Khofifah menyoroti potensi dampak kekeringan terhadap sektor pertanian, terutama tanaman padi yang membutuhkan pasokan air stabil. Saat ini, Pemprov Jatim tengah berupaya menjaga dan meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) untuk menjamin ketersediaan pangan.

“Ketahanan pangan adalah kebutuhan nasional. Pak Kepala BNPB memiliki peta komprehensif yang menjadi panduan bagi kami untuk melakukan rencana aksi (plan of action) yang detail dan terukur,” tutur Khofifah.

Penanganan bencana tahun 2026 ini dipastikan mengedepankan kolaborasi lintas institusi, mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga pemerintah pusat, guna memastikan respons cepat terhadap setiap perubahan cuaca yang terjadi. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya