Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
LEBIH dari 300 bencana terjadi di Indonesia periode 1 Januari hingga 29 Februari 2024, yang didominasi bencana hidrometeorologi.
“Tercatat jumlah kejadian 374 bencana,” tulis data resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jumat (1/3).
Berdasarkan data itu, bencana banjir menjadi yang paling banyak dengan 233 kejadian. Berikutnya bencana alam yang disebabkan cuaca ekstrem sebanyak 93 kejadian, disusul tanah longsor 25 peristiwa, dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 18 kejadian.
Baca juga : 835 Bencana Sudah Terjadi, Didominasi Karhutla dan Hidrometeorologi Basah
“Gempa bumi tiga kejadian, erupsi gunung api satu kejadian, serta gelombang pasang dan abrasi satu kejadian,” tulis data BNPB.
Seluruh bencana mengakibatkan 49 orang meninggal. Sebanyak 1.630.475 orang menderita dan mengungsi serta 121 orang luka-luka.
Bencana menyebabkan 13.328 rumah rusak. Terdiri dari 469 rumah rusak berat, 917 rumah rusak sedang, dan 11.942 rumah rusak ringan.
“Selanjutnya kerusakan terjadi di fasilitas pendidikan 217 unit, fasilitas peribadatan 10 unit, serta fasilitas kesehatan 16 unit," tulis data tersebut. (Z-3)
Total korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi di tiga provinsi mencapai 1.198 orang, sementara korban hilang tercatat sebanyak 144 orang.
Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan adanya sistem tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin.
Bahkan banjir merendam sejumlah daerah tersebut, juga mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur seperti tanggul jebol, jalan l, jembatan hingga sejumlah perkantoran dan sekolah rusak
Kementerian Pertanian mulai bergerak memulihkan ribuan hektar lahan pertanian yang rusak akibat bencana hidrometeorologi di Sumatra Barat (Sumbar).
Di Indonesia, bencana jenis ini menyumbang lebih dari 90% dari total kejadian bencana setiap tahunnya.
Selain itu, perhatikan tanda alam seperti awan Cumulonimbus yang berbentuk seperti bunga kol berwarna gelap, yang seringkali menjadi penanda akan terjadinya hujan lebat disertai petir.
Melihat kondisi cuaca yang masih hujan hingga saat ini, ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk ikut serta melakukan modifikasi cuaca.
BANJIR dan tanah longsor yang terjadi di Desa Tempur, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, telah memutus akses jalan masyatakat dan merusak rumah warga.
Bahkan banjir merendam sejumlah daerah tersebut, juga mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur seperti tanggul jebol, jalan l, jembatan hingga sejumlah perkantoran dan sekolah rusak
KEPALA Badan Penanggulangan Bencana Nasional Letjen TNI Suharyanto menegaskan, pemerintah tidak membeda-bedakan satu daerah dengan daerah yang lain.
Ratusan unit huntara tersebut tersebar di Kecamatan Baktiya sebanyak 215 unit, Baktiya Barat 5 unit, Dewantara 115 unit, Sawang 241 unit, dan Kecamatan Seunuddon 135 unit.
BNPB bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, unsur TNI/Polri, serta mitra swasta terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved