Headline

Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.

Mendagri Tito Karnavian Ungkap Skema Bansos Korban Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Rahmatul Fajri
18/2/2026 17:32
Mendagri Tito Karnavian Ungkap Skema Bansos Korban Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Bencana Sumatra.(MGN)

MENTERI Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkap skema bantuan sosial bagi para korban bencana yang melanda wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Tito mengatakan selain santunan kematian dari Kementerian Sosial, pemerintah juga telah menyiapkan dana stimulan ekonomi dan bantuan perabotan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan. Tito menjelaskan bahwa warga yang rumahnya masuk kategori rusak berat akan mendapatkan bantuan ganda secara otomatis.

“Bagi korban yang rumahnya rusak berat, otomatis mendapatkan dua jenis bantuan, yaitu stimulan ekonomi sebesar Rp5 juta dan bantuan perabotan Rp3 juta. Jadi totalnya Rp8 juta,” ujar Tito di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (18/2).

Untuk rumah dengan kategori rusak ringan dan sedang, Tito menyebut bantuan akan diberikan secara proporsional berdasarkan kondisi di lapangan. Ia mengatakan pemerintah daerah kini tengah diminta melakukan pendataan cepat terhadap warga yang kehilangan mata pencaharian atau perabotan rumah tangga meskipun kerusakan fisik bangunan tidak tergolong berat.

“Mungkin rumahnya rusak ringan tapi sawahnya hancur, itu bisa diberikan bantuan ekonomi Rp5 juta. Atau rumah rusak sedang tapi perabotan di dalamnya habis, bisa diberikan bantuan Rp3 juta. Ini yang sedang dikejar pendataannya oleh pemerintah daerah agar segera bisa dieksekusi oleh Menteri Sosial,” jelasnya.

Lebih lanjut, Tito juga memaparkan progres penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp1,8 juta untuk durasi tiga bulan bagi warga yang memilih tidak tinggal di hunian sementara (huntara). Tito menegaskan bahwa penyaluran dana tersebut dilakukan melalui skema transfer berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS).

"Di Aceh sudah tersalurkan sebanyak 93,8%, di Sumut 99,47%, di Sumbar 97,17%. Ini semua di transfer by name by adress sesuai dengan data yang sudah divalidasi BPS," katanya. (Faj/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya