Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Gembong Narkoba Paling Dicari di Brasil Tewas dalam Operasi Maut di Rio de Janeiro

Thalatie K Yani
19/3/2026 06:08
Gembong Narkoba Paling Dicari di Brasil Tewas dalam Operasi Maut di Rio de Janeiro
Kepolisian Brasil menembak mati Claudio Augusto dos Santos, bos geng Comando Vermelho, dalam operasi maut di Rio de Janeiro yang menewaskan 8 orang.(AFP)

SEDIKITNYA delapan orang tewas pada Rabu (18/3/2026) dalam operasi besar-besaran kepolisian terhadap kejahatan terorganisir di Rio de Janeiro. Salah satu korban tewas dikonfirmasi sebagai salah satu gembong narkoba paling dicari di Brasil.

Sekitar 150 anggota unit polisi militer elit BOPE, dengan dukungan dua kendaraan lapis baja, dikerahkan ke beberapa wilayah favela di lingkungan wisata Santa Teresa. Target utama operasi ini adalah Claudio Augusto dos Santos, 55, tokoh kunci dalam salah satu kelompok kriminal terbesar di Brasil, Comando Vermelho (Komando Merah).

"Konfrontasi bersenjata skala besar pun terjadi," ujar Kepala Polisi Militer, Marcelo Menezes Nogueira, dalam konferensi pers yang mengonfirmasi kematian Dos Santos.

Menurut Nogueira, Dos Santos memiliki sedikitnya delapan surat perintah penangkapan yang masih berlaku untuk kasus penculikan, perdagangan narkoba, dan pembunuhan. Ia menggambarkan Dos Santos sebagai "pengedar narkoba yang kejam dan haus darah" dengan catatan 135 dakwaan kriminal.

Korban Jiwa dan Sandera

Selain Dos Santos, polisi juga menewaskan enam orang lainnya yang diduga merupakan anggota komplotan kriminal. Namun, operasi ini juga memakan korban sipil. Korban kedelapan diidentifikasi sebagai warga lokal yang sempat disandera bersama pasangannya; sang pasangan dilaporkan selamat.

Sebagai aksi balas dendam atas operasi tersebut, anggota Comando Vermelho membakar sebuah bus di jalan protokol pusat kota Rio dan membangun barikade menggunakan kendaraan lain, yang menyebabkan kemacetan total.

"Mereka naik, menyuruh saya menurunkan penumpang, lalu membakar bus itu. Semuanya terjadi sangat cepat," ungkap Marcio Souza, sopir bus yang tampak terguncang saat diwawancarai AFP. Ia menggambarkan situasi tersebut sebagai kejadian yang "mengerikan."

Ketegangan Politik dan Status Terorisme

Rio de Janeiro telah lama berjuang melawan kendali teritorial oleh faksi-faksi kriminal. Meski operasi keras kepolisian sering dikritik oleh organisasi hak asasi manusia, termasuk operasi tahun lalu yang disebut Presiden Luiz Inacio Lula da Silva sebagai "pembantaian", jajak pendapat menunjukkan mayoritas warga Brasil menyetujui tindakan tegas tersebut menjelang pemilu Oktober mendatang.

Di saat yang sama, kepolisian Brasil juga meluncurkan operasi terpisah di 15 negara bagian untuk menyasar organisasi yang terkait dengan perdagangan narkoba dan senjata.

Menariknya, operasi ini berlangsung di tengah laporan media lokal bahwa pemerintahan Lula sedang melobi Washington agar tidak menetapkan Comando Vermelho dan faksi First Capital Command (PCC) sebagai organisasi teroris. Brasilia menganggap kelompok-kelompok tersebut sebagai faksi kriminal, bukan organisasi teroris.

Menanggapi hal itu, juru bicara Departemen Luar Negeri AS menyatakan kepada AFP bahwa kedua organisasi tersebut merupakan "ancaman signifikan bagi keamanan regional," namun pihaknya tidak memberikan informasi lebih lanjut mengenai penetapan status tersebut. (AFP/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik