Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Lula dan Trump Sepakat Perkuat Kerja Sama Perangi Kejahatan Terorganisir

Thalatie K Yani
03/12/2025 07:49
Lula dan Trump Sepakat Perkuat Kerja Sama Perangi Kejahatan Terorganisir
Presiden Brasil Lula da Silva dan Presiden AS Donald Trump sepakat meningkatkan kerja sama dalam perang melawan kejahatan terorganisir.(Media Sosial X)

PRESIDEN Brasil Luiz Inacio Lula da Silva dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sepakat untuk memperkuat kerja sama dalam memerangi kejahatan terorganisir. Hal itu disampaikan Istana Kepresidenan Brasil setelah keduanya mengadakan panggilan telepon pada Selasa.

Panggilan tersebut berlangsung sekitar 40 menit dan menjadi tindak lanjut dari pertemuan resmi pertama mereka pada Oktober. Pertemuan yang menandai meredanya ketegangan setelah beberapa bulan hubungan diplomatik yang memanas antara Brasilia dan Washington.

Menurut pernyataan resmi, Lula menekankan perlunya kolaborasi yang lebih erat antara dua negara dalam menghadapi jaringan kriminal internasional. Ia menyoroti sejumlah operasi terbaru kepolisian Brasil yang berupaya melemahkan keuangan kelompok kriminal, termasuk temuan bahwa beberapa organisasi kejahatan menjalankan aktivitas dari luar negeri.

Trump, melalui pernyataan yang dikutip Gedung Putih, “menyatakan kesiapan penuh untuk bekerja sama dengan Brasil” dalam memberantas organisasi tersebut. Kepada wartawan, Trump mengatakan pembicaraan tersebut “sangat baik,” sembari menambahkan keduanya membahas isu perdagangan dan sanksi. “Kami berbicara tentang perdagangan. Kami berbicara tentang sanksi, karena seperti yang Anda tahu, saya menjatuhkan sanksi terkait hal tertentu yang terjadi,” ujarnya.

Upaya Brasil memberantas kejahatan terorganisir meningkat dalam beberapa bulan terakhir, termasuk operasi besar terhadap kelompok First Capital Command (PCC), salah satu organisasi kriminal terbesar di negara itu. Investigasi mengungkap kelompok tersebut telah mencuci uang dalam jumlah besar melalui jaringan SPBU sebelum memindahkannya ke bank digital dan aplikasi pembayaran.

Di Rio de Janeiro, polisi juga meningkatkan operasi terhadap kelompok Comando Vermelho (Red Command), yang dalam salah satu operasi pada Oktober lalu menewaskan 122 orang. Kedua kelompok ini dikenal mengendalikan perdagangan kokain di Brasil dan memiliki jaringan hingga ke berbagai negara di Amerika Latin, serta Eropa dalam kasus PCC.

Selain isu keamanan, Lula dan Trump turut membahas tarif perdagangan. Pada bulan lalu, Amerika Serikat mencabut tarif tambahan sebesar 40% terhadap sejumlah produk Brasil seperti daging, kopi, dan buah. Tarif tersebut diberlakukan setelah proses hukum terhadap mantan presiden Jair Bolsonaro, sekutu Trump yang kini menjalani hukuman 27 tahun atas dakwaan percobaan kudeta.

Lula menyambut baik pencabutan tarif tersebut, namun menegaskan masih ada produk yang terdampak dan perlu diselesaikan dalam negosiasi lanjutan. “Brasil ingin bergerak cepat dalam negosiasi ini,” kata Lula dalam pembicaraan tersebut.

Kedua pemimpin sepakat untuk kembali berbicara dalam waktu dekat. (AFP/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya