Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
PRESIDEN Brasil Luiz Inácio Lula da Silva menanggapi keras ancaman tarif Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dengan menegaskan Trump dipilih untuk memimpin AS, “bukan menjadi kaisar dunia.”
Pekan lalu, Trump mengancam akan memberlakukan tarif 50% untuk produk Brasil mulai 1 Agustus. Ancaman itu ia sampaikan melalui akun Truth Social, mengaitkannya dengan proses hukum terhadap mantan presiden Brasil Jair Bolsonaro, sekutu dekat Trump.
Bolsonaro kini diadili karena diduga mencoba menggulingkan Lula setelah kalah pada pemilu 2022. Jika terbukti bersalah, ia bisa dijatuhi hukuman lebih dari 40 tahun penjara.
Dalam wawancara eksklusif dengan CNN, Lula menegaskan kasus Bolsonaro tidak ada kaitannya dengan perdagangan. “Peradilan di Brasil independen. Presiden tidak bisa memengaruhi putusan apa pun. Bolsonaro diadili bukan karena pribadinya, tapi karena upayanya mengorganisir kudeta,” kata Lula.
Ia juga menyinggung kerusuhan 6 Januari 2021 di Capitol Hill. “Jika Trump adalah orang Brasil dan melakukan hal serupa di sini, dia juga akan diadili dan mungkin dipenjara,” ujarnya.
Lula mengaku awalnya tidak percaya ketika membaca ancaman Trump di media sosial. “Saya pikir itu berita bohong. Sangat tidak menyenangkan,” katanya.
Brasil kini mengancam akan memberlakukan tarif balasan jika Trump benar-benar merealisasikan kebijakannya. “Brasil akan menjaga kepentingan rakyatnya, bukan kepentingan negara lain. Kami mau bernegosiasi, bukan dipaksa,” tegas Lula.
Ancaman ini muncul meski AS sebenarnya memiliki surplus perdagangan dengan Brasil senilai US$6,8 miliar pada 2023. Artinya, AS mengekspor lebih banyak barang ke Brasil daripada impor dari sana. Produk ekspor utama AS ke Brasil termasuk pesawat, bahan bakar, mesin industri, dan peralatan listrik. Jika Brasil membalas dengan tarif 50%, sektor-sektor ini bisa terdampak berat.
Meski bersikap tegas, Lula tetap membuka peluang dialog. “Saya bukan presiden progresif. Saya adalah presiden Brasil. Saya melihat Trump sebagai presiden AS, yang dipilih rakyatnya. Yang terbaik adalah duduk bersama dan berbicara,” ujarnya.
“Jika Trump mau serius mempertimbangkan negosiasi, saya akan membuka diri. Tapi hubungan kedua negara tidak bisa terus seperti ini,” tambah Lula.
Sementara itu, AS resmi membuka investigasi terkait apa yang disebut sebagai praktik dagang tidak adil oleh Brasil. Penyelidikan ini mencakup perdagangan digital, layanan pembayaran elektronik, tarif preferensial, perlindungan kekayaan intelektual, akses pasar etanol, hingga isu deforestasi ilegal. (CNN/Z-2)
Rekaman langka memperlihatkan ribuan ikan lele bumblebee (Rhyacoglanis paranesis) memanjat air terjun di Brasil Selatan.
Polisi Brasil ungkap dokumen di ponsel mantan presiden Jair Bolsonaro menunjukan rencana pelarian ke Argentina.
Putra mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro, Eduardo Bolsonaro, puji Presiden AS Donald Trump yang memberlakukan tarif impor 50%.
Mahkamah Agung longgarkan syarat tahanan rmah presiden Brasil Jair Bolsonaro, mengizinkan anggota keluarga mengunjunginya.
Mahkamah Agung Brasil perintahkan mantan Presiden Jair Bolsonaro menjalani tahanan rumah usai melanggar perintah pembatasan.
Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang mengenakan tarif 50% pada impor dari Brasil.
SEJUMLAH negara miskin sepakat menerima deportasi dari Amerika Serikat (AS) sebagai bagian dari kebijakan Presiden Donald Trump yang memperketat aturan terhadap migran ilegal.
Trump menyatakan seluruh bendera AS harus dikibarkan setengah tiang hingga Minggu (31/8).
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis, 28 Agustus 2025, dibuka menguat 16,61 poin atau 0,21% ke posisi 7.952,79.
Mantan PM Inggris Tony Blair hadiri pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump, membahas rencana pascaperang di Gaza.
Kerja sama investasi dan perdagangan harus sama-sama menguntungkan, walaupun juga mengandung risiko, itu harus dipertimbangkan di masing-masing negara.
Tarif Trump jadi cara menghukum New Delhi yang tetap membeli minyak dari Rusia.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved