Headline

YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.

Ribuan Warga Terdampak Tanah Bergerak di Tegal masih Mengungsi

Supardji Rasban
10/2/2026 09:39
Ribuan Warga Terdampak Tanah Bergerak di Tegal masih Mengungsi
Para pengugsi korban tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal.(MI/SUPARDJI RASBAN)

BENCANA tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, yag sudah berlangsung lebih sepekan, masih menjadi sosotan. Sekurangnya 2.453 jiwa terdampak telah mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Bahkan lokasi pegungsian bertambah, sekurangnya ada delapan titik lokasi pengunsian yang sudah disiapkan pemerintah kabupaten (Pemkab) Tegal.

Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sebanyak 2.453 jiwa terdampak telah mengungsi ke lokasi yang dinilai lebih aman. 

Selain itu tercatat sebanyak 464 rumah warga mengalami kerusakan. Dari jumlah tersebut, 50 rumah di antaranya termasuk kategori rusak berat dengan kondisi dinding roboh, lantai retak parah, hingga posisi bangunan yang miring dan rawan roboh..

Pemantauan Selasa (10/2/2026) pagi, kondisi lokasi tanah bergerak belum pulih. "Kondisinya belum berubah masih mengkhawatirkan, kami terpaksa mengungsi demi keselamatan," ujar Rusbad, 71.

Tidak hanya permukiman warga, infrastruktur publik juga lumpuh, akses jalan desa dan jalan kabupaten mengalami kerusakan di sejumlah titik, membuat mobilitas warga dan distribusi bantuan terganggu.

Bencana tanah bergerak diduga akibat stabilitas tanah yang terganggu setelah kawasan perbukitan tersebut diterjang banjir bandang sebelumnya. Hujan deras dengan durasi lama menyebabkan Sungai Rambut meluap, dan memperparah kontur tanah di Desa Padasari.

Pemkab Tegal telah mengambil langkah cepat dengan menetapkan status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari. Fokus utama saat ini adalah pemenuhan kebutuhan logistik para pengungsi di delapan titik serta pemantauan pergerakan tanah untuk mengantisipasi kerusakan susulan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, menyebut ribuan pengungsi berada di delapan titik yaitu Majlis Az Zikir wa Rotibain, Majelis & Dukuh Pengasinan, SD N 2 Padasari, Dukuh Lebak RW 05, Gedung Serbaguna Desa Penujah, Ponpes Dawuhan Padasari, Dukuh Tengah Desa Tamansari, dan Desa Mokaha Kecamatan Jatinegara.

"Jumlah pengungsi terdiri atas berbagai kelompok usia dan rentan. Data tersebut dihimpun berdasarkan laporan terbaru dari lapangan," jelas Muhari.

Dia merinci jumlah pengungsi korban bencana tanah bergerak terdiri atas 945 laki-laki dan 982 perempuan. Terdapat juga 220 lansia, tiga ibu hamil, tiga ibu menyusui, 179 anak-anak, 40 balita, 65 batita, 1.049 remaja, serta 894 orang dewasa. 

"Kami memastikan tim gabungan telah bersiaga di lokasi terdampak pergerakan tanah dilokasi tanah bergerak," tutur Muhari, seraya menambahkan pihaknya juga melakukan pendampingan bersama pemerintah daerah setempat, dan penyaluran bantuan logistik bagi para pengungsi," pungkasnya. (H-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya