Data Kerusakan Sementara:
- 122 Unit Rumah Rusak Berat.
- 1 Unit Masjid & 2 Unit Mushola terdampak.
- Fasilitas Pendidikan: Bangunan TPQ dan PAUD mengalami retakan serius.
- Kondisi Retakan: Mencapai kedalaman puluhan sentimeter.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
BENCANA tanah bergerak kembali terjadi di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, tepatnya di Dukuh Bojongsari, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog. Warga pun masih terus diliputi kekhawatiran.
Sebanyak 122 rumah rusak berat, satu masjid, dua mushola, serta bangunan TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur’an) dan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) terdampak retakan tanah.
Untuk mengantisipasi risiko, sebagian warga memilih meninggalkan rumah dan mengungsi ke tenda darurat yang disiapkan relawan. Mereka hanya membawa pakaian dan barang penting, meninggalkan rumah yang retak dan terancam longsor susulan, menuju lokasi pengungsian sekitar 500 meter dari rumah mereka.
Kepala Desa Sridadi, Sudiryo, membenarkan kondisi tersebut. “Iya, kondisi pergerakan tanah semakin parah sehingga warga mengungsi ke tenda darurat,” ujar Sudiryo, Selasa (10/2/2026).
Sudiryo menuturkan bahwa pengungsi telah menerima bantuan konsumsi dari Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Brebes berupa beras, makanan siap saji, dan lauk pauk.
“Ada bantuan untuk kebutuhan konsumsi pengungsi dari Dinsos Brebes,” terang Sudiryo.
Sebagian warga yang terdampak merupakan korban relokasi bencana serupa pada tahun 2013. Hal ini menambah beban emosional mereka karena harus kembali menghadapi ancaman kehilangan tempat tinggal.
“Data sementara menunjukkan 122 rumah rusak berat, satu masjid, dua mushola, serta bangunan TPQ/PAUD mengalami retakan tanah yang mencapai puluhan sentimeter,” jelas Sudiryo.
Di tengah ketidakpastian, sejumlah warga memilih membongkar rumah secara swadaya untuk menyelamatkan material yang masih bisa digunakan.
“Beberapa keluarga masih bertahan karena hunian sementara yang memadai belum tersedia,” tambahnya.
Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sebanyak 2.453 jiwa terdampak telah mengungsi ke lokasi yang dinilai lebih aman.
Menurut data PMI Kabupaten Tegal jumlah rumah yang rusak dan terdampak bertambah 448 dan 1.686 jiwa .
Keenam rumah yang retak-retak parah berada di bawah tebing Sungai Kupang, di Desa Krompeng, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan.
Pasca-longsor Citeureup, Bogor,BMKG ingatkan potensi pergerakan tanah di Jawa Barat Selatan hari ini 13 Januari 2026 serta potensi cuaca ekstrem dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi.
Warga menyambut bantuan itu dengan rasa syukur, mengingat kondisi permukiman mereka mengalami kerusakan cukup parah akibat pergerakan tanah yang terjadi beberapa hari terakhir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved