Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Rawan Tanah Longsor, BMKG Minta Waspada Pergerakan Tanah di Jabar Selatan Hari Ini

Media Indonesia
13/1/2026 08:28
Rawan Tanah Longsor, BMKG Minta Waspada Pergerakan Tanah di Jabar Selatan Hari Ini
Ilustrasi(Dok BPBD Bogor)

BENCANA tanah longsor yang menimpa pemukiman di Citeureup, Bogor, pada Senin (12/1) kemarin menjadi peringatan bagi wilayah lain di Jawa Barat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan khusus mengenai tingginya potensi pergerakan tanah di wilayah Jawa Barat bagian selatan pada hari ini, Selasa (13/1/2026).

Kondisi tanah yang sudah jenuh akibat hujan terus-menerus dalam sepekan terakhir, ditambah dengan topografi perbukitan curam, membuat risiko longsor meningkat tajam. BMKG meminta otoritas setempat dan masyarakat untuk tidak lengah, terutama saat intensitas hujan meningkat di sore hari.

Daftar Wilayah Risiko Tinggi

Berdasarkan peta prakiraan dari PVMBG dan analisis cuaca BMKG, beberapa titik di Jawa Barat Selatan masuk dalam zona merah pergerakan tanah hari ini:

  • Kabupaten Bogor: Wilayah Sukajaya, Nanggung, dan Citeureup (waspada longsor susulan).
  • Kabupaten Sukabumi: Wilayah Cisolok, Nyalindung, dan Gegerbitung.
  • Kabupaten Cianjur: Wilayah Cibeber, Sukanagara, dan Pagelaran.
  • Kabupaten Garut: Wilayah Banjarwangi, Singajaya, dan Cilawu.
  • Kabupaten Tasikmalaya: Wilayah Salawu dan Karangjaya.

 

Analis cuaca BMKG menjelaskan bahwa fenomena rain-induced landslide atau longsor yang dipicu hujan sangat rentan terjadi di Jabar Selatan. "Setelah hujan berhari-hari, pori-pori tanah terisi air secara penuh sehingga ikatan antarpartikel tanah melemah. Getaran sedikit saja atau tambahan beban air hujan hari ini bisa memicu pergerakan tanah seketika," jelasnya.

 

Untuk meminimalisasi korban jiwa, masyarakat yang tinggal di lereng bukit diimbau melakukan langkah-langkah berikut:

  1. Pantau Retakan Tanah: Segera mengungsi jika menemukan retakan di tanah, tembok rumah, atau pohon yang mulai miring.
  2. Waspadai Air Keruh: Jika mata air atau aliran parit tiba-tiba berubah menjadi keruh berlumpur, itu merupakan indikasi awal tanah di bagian atas mulai bergerak.
  3. Hindari Lereng Saat Hujan: Jika hujan turun dengan durasi lebih dari dua jam, warga di zona merah disarankan mengungsi sementara ke titik aman atau rumah kerabat yang jauh dari lereng.

BPBD Jawa Barat telah menyiagakan personel di titik-titik rawan untuk melakukan evakuasi cepat jika kondisi memburuk. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik