Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Cuaca Buruk Kembali Landa Kalsel Masyarkat Diminta Waspadai Banjir Susulan

Denny Susanto
02/2/2026 08:56
Cuaca Buruk Kembali Landa Kalsel Masyarkat Diminta Waspadai Banjir Susulan
Cuaca buruk berupa hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang kembali melanda sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan.(MI/Denny Susanto)

CUACA buruk berupa hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang kembali melanda sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan dalam beberapa hari terakhir. Masyarakat diminta mewaspadai ancaman bencana banjir susulan.

"Kita meminta masyarakat terutama yang bermukim di daerah aliran sungai dan wilayah rawan bencana untuk mewaspadai ancaman banjir susulan. Kita tahu sejumlah daerah di Kalsel baru surut setelah dilanda banjir besar beberapa waktu lalu," tutur Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Kalsel, Bambang Dedi Mulyadi, Senin (2/2).

Data BMKG menyebut kondisi cuaca buruk berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang akan melanda sejumlah wilayah Kalsel. Sementara Balai Wilayah Sungai (BWS) III Kalimantan juga mencatat kondisi Sungai Martapura dalam status siaga.

Dikatakan Bambang, terkait ancaman bencana ini pihaknya terus memperkuat sosialisasi dan mitigasi, salah satunya melalui pemanfaatan baliho dan videotron milik pemerintah dan swasta sebagai sarana sosialisasi ancaman bencana. Seperti diketahui pada akhir Desember 2025, banjir besar melanda delapan kabupaten di Kalsel. 

Banjir  ditandai dengan terjadinya banjir bandang di wilayah hulu Kabupaten Balangan, yang kemudian berdampak luas ke daerah hilir. Delapan kabupaten yang wilayahnya terdampak banjir, meliputi Kabupaten Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Tapin, Banjar, dan Tanah Laut. 

RAWAN KECELAKAAN PERAIRAN
Pada bagian lain cuaca buruk juga ikut berdampak pada rawannya kecelakaan di perairan Kalsel. Sepanjang Januari 2026, setidaknya terjadi enam kasus kecelakaan perairan baik di sungai maupun di laut. Terbaru Badan SAR Nasional Banjarmasin mencatat dua kasus nelayan hilang saat mencari ikan.

Kasus pertama seorang nelayan bernama Ardiansyah,61, yang dilaporkan hilang saat mencari ikan di Sungai Desa Simpang Warga, Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar, Minggu (01/02). Kasus kedua seorang nelayan bernama Bahran,50 yang dilaporkan hilang setelah diduga terjatuh dari perahunya di Perairan Takisung, Kabupaten Tanah Laut, pada Minggu (01/02).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin, I Putu Sudayana, mengatakan pihaknya telah menerjun tim SAR untuk melakukan upaya pencarian terhadap dua nelayan yang hilang. Pencarian dilakukan secara terpadu bersama masyarakat dan unsur SAR instansi lain seperti BPBD, Polair dan TNI AL. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya